Selasa, 2 Oktober 2012

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Spanyol Seperti Malu-malu Minta Bantuan

Posted: 03 Oct 2012 04:10 AM PDT

Krisis Ekonomi

Spanyol Seperti Malu-malu Minta Bantuan

Penulis : Simon Saragih | Rabu, 3 Oktober 2012 | 11:10 WIB

Shutterstock

Ilustrasi

TERKAIT:

MADRID, KOMPAS.com - Pemerintahan Spanyol seperti malu-malu meminta bantuan darurat ke Uni Eropa, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Di sisi lain krisis ekonomi ekonomi di Spanyol sudah semakin dalam.

Pengangguran di Spanyol sudah mencapai 25 persen. Suku bunga obligasi terbitan pemerintah Spanyol berjangka 10 tahun, juga sudah tinggi yakni 5,75 persen.

Suku bunga tinggi ini pertanda risiko gagal bayar bayar utang berpotensi meningkat. Sebagai perbandingan suku bunga obligasi pemerintah Jerman di bawah 2 persen.

Karena itu muncul dugaan bahwa Spanyol sudah tidak bisa menahan sendirian dampak negatif kelesuan ekonomi, dan karena itu kemungkinan segera akan meminta bantuan darurat.

Akan tetapi Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, Selasa (2/10/2012), di Madrid, tidak menjawab pertanyaan, apakah Spanyol kemungkinan sudah lempar handuk.

Menurut kantor berita Associated Press (AP), Spanyol sedang berpikir keras, apakah akan menyerah. Ada perhitungan di balik itu, yakni jika pemerintah meminta bantuan darurat maka negara ini tidak akan bisa menahankan derita lebih besar karena kucuran bantuan akan mempersyaratkan pengetatan pengeluaran negara secara lebih tegas. Ini ditakutkan akan memperparah krisis seperti dialami Yunani.

Pertumbuhan Ekonomi Asia Akan Turun

Posted: 03 Oct 2012 04:08 AM PDT

Kawasan

Pertumbuhan Ekonomi Asia Akan Turun

Penulis : Simon Saragih | Rabu, 3 Oktober 2012 | 11:08 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi dalam beberapa tahun terakhir, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan negara-negara berkembang di Asia akan mencatatkan penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2012. Ini disebabkan pasaran untuk produk berorientasi ekspor mengalami penurunan.

Demikian pengumuman ADB di Bangkok, Rabu (3/10/2012) ini. ADB menyarankan agar ketergantungan pada pasar ekspor dikurangi.

ADB mengatakan pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk India, China, dan Indonesia rata-rata turun dari 7,2 persen persen tahun lalu, menjadi 6,1 persen pada tahun 2012. Pertumbuhan ekonomi pulih ke angka 6,7 persen pada tahun 2013.

Sebelumnya ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia sebesar 6,9 persen pada tahun 2012 dan 7,3 persen pada tahun 2013.

Pasaran AS dan Eropa kini sedang lesu karena itu ekspor dari Asia akan terpengatuh. "Kenyataan ini harus mendorong Asia mengembangkan permintaan domestik jika Asia terus ingin mencatatkan pertumbuhan ekonomi, guna mengangkat status sosial ekonomi warga miskin," demikian dikatakan ekonom ADB, Changyong Rhee.

Tiada ulasan:

Catat Komen