Selasa, 25 September 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Polda Jateng bekuk perampas truk bermodus bius

Posted: 25 Sep 2012 07:34 AM PDT

Semarang (ANTARA News) - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah membekuk tiga tersangka perampasan truk dengan modus membius pengemudinya.

"Tiga tersangka perampasan truk ditangkap pada Kamis (13/9) di lokasi yang berbeda, sedangkan seorang tersangka diduga sebagai otak tindak pidana ini berhasil kabur saat penggerebekan petugas," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Kombes Djihartono saat gelar perkara di Semarang, Selasa.

Ketiga tersangka yang ditangkap tersebut adalah Susilo Juwono (27), warga Dusun Kebongagung, Kelurahan Sumowono, Kabupaten Semarang, Agus Wijayanto (32), warga Dusun Tuk Songo, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, dan Wasiono (39), warga Dusun Singorojo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Menurut Djihartono, tersangka Tuyasman yang buron, bertugas mencari sasaran dan tersangka Agus kemudian menindaklanjuti dengan berpura-pura hendak menyewa truk guna mengangkut barang dari daerah tertentu.

"Setelah bertemu dengan korban, salah satu tersangka ikut berada di truk yang disewa dan di tengah perjalanan mengajak korban singgah ke rumah makan," ujarnya didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Bambang Rudi Pratiknyo.

Ia menjelaskan, usai makan, dalam perjalanan selanjutnya, korban diberi minuman yang telah dicampur dengan obat tidur dosis tinggi sehingga tidak sadarkan diri.

"Mengetahui korban tidak sadarkan diri, para tersangka kemudian membawa kabur truk, sedangkan pengemudi truk dibuang di tempat yang sepi," katanya.

Kombes Bambang Rudi Pratiknyo menambahkan, para tersangka memasukan obat tidur dosis tinggi yang dapat diperoleh apotek kemudian dilarutkan dan dimasukkan ke minuman dengan cara menggunakan suntikan.

"Hingga saat ini sudah ada enam korban perampasan truk yang melapor ke polisi dan diperkirakan jumlah korban akan bertambah karena kami terus melakukan pengembangan kasus dengan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.

Para tersangka menjual truk hasil rampasan ke Sumatra dan Kalimantan dengan harga Rp50--60 juta karena di tempat tersebut banyak terdapat truk tanpa surat-surat resmi yang digunakan untuk keperluan proyek.
(KR-WSN/M028)

Kapolda minta Mendikbud ambil langkah antisipasi tawuran

Posted: 25 Sep 2012 07:27 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh mengambil kebijakan untuk mengantisipasi peristiwa tawuran antar pelajar.

"Saya sudah hubungi Mendikbud agar segera mengambil langkah pencegahan (tawuran)," kata Untung di Markas Polda Metro Jaya, Selasa.

Untung berharap tawuran antarpelajar tidak terulang kembali hingga menyebabkan korban luka maupun meninggal dunia.

Jenderal polisi bintang dua itu, mengatakan persoalan perkelahian pelajar tidak hanya tanggung jawab kepolisian, namun seluruh lembaga yang terkait termasuk peranan orang tua.

Untung menyatakan sekolah sebagai institusi pendidikan harus menciptakan sumber daya manusia yang berprestasi dan berperilaku yang baik.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu, menekankan persoalan pendidikan mencakup tiga aspek, yakni pengetahuan, keterampilan dan moral sesuai ajaran agama.

Rencananya, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta tokoh agama, guna membahas persoalan perkelahian antarpelajar.

Sebelumnya, puluhan siswa SMAN 70 menyerang beberapa pelajar SMAN 6 ketika

akan membawa sepeda motor menuju lapangan latihan futsal di Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (25/9).

Seorang siswa SMAN 6, Alawy Yustianto Putra (15) meninggal dunia dengan luka bacok pada bagian dada, sedangkan tiga orang lainnya luka.
(T014/R021)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan