Khamis, 7 Jun 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Presiden Prancis Ngebut di Jalan Raya

Posted: 07 Jun 2012 06:02 AM PDT

CAEN - Mobil yang membawa Presiden Prancis Francois Hollande melaju dengan kecepatan 160 kilometer per jam di jalan raya menuju Kota Caen, Prancis. Ketika ditanya, Hollande pun mengatakan, kecepatan 160 kilometer merupakan kecepatan yang normal.

Pada Rabu kemarin, mobil Hollande tertangkap basah melaju dengan kecepatan tinggi di sebuah jalan raya yang menuju Kota Caen. Hollande berniat untuk mengunjungi peringatan Pertempuran di Normandia (D-Day).

Peringatan D-Day ke 68 digelar bersamaan dengan upacara militer Prancis, Hollande tampak sedang mengejar waktu agar tidak terlambat menyaksikan peringatan bersejarah itu. Namun Hollande tidak sadar, jurnalis dari Radio RMC dan televisi lokal Prancis membuntuti mobilnya yang melaju cepat.

Mobil milik presiden sosialis itu pun tampak memasuki Terowongan la Défense di pinggiran Kota Paris dengan kecepatan 140 kilometer per jam. Kecepatan itu dinilai melanggar aturan, karena kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut adalah 70 kilometer perjam.

Sesampainya di Kota Caen, salah seorang jurnalis pun menghampiri Hollande dan bertanya kepadanya. Hollande diminta mengingat saat mobil yang dikendarainya melaju cepat di jalan raya.

"Tidak ngebut, saya tidak tahu, apa Anda melihat sesuatu?" ujar Hollande, seperti dikutip The Local, Kamis (7/6/2012).(AUL)

Migran Care: Evakuasi WNI di Suriah Amat Lambat

Posted: 07 Jun 2012 05:08 AM PDT

JAKARTA - Kondisi politik di Suriah makin memanas dalam beberapa waktu terakhir dan korban pun terus berjatuhan. Warga negara Indonesia (WNI) termasuk yang terkena imbas krisis ini. Migrant Care menilai evakuasi terhadap WNI berlangsung lambat.


Konflik yang terjadi di Suriah telah menewaskan banyak korban, termasuk perempuan dan anak-anak. "Hingga hari ini progress pemerintah Indonesia dalam upaya evakuasi warga negara Indonesia termasuk buruh migrant Indonesia di Suriah sangat lambat," pernyataan Migrant Care dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Kamis (7/6/2012).


"Ketiadaan data selalu menjadi alibi pemerintah Indonesia yang menyebabkan evakuasi lambat," lanjut pernyataan tersebut.


Setidaknya ada 12 ribuan buruh migran Indonesia yang bekerja di Suriah. Hingga tercarat 233 orang yang telah dievakuasi dari rumah majikan. 


Migrant Care mempertanyakan kinerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), yang seharusnya bisa dengan segera menginstruksikan seluruh disnaker di seluruh Indonesia untuk membuka pengaduan bagi keluarga buruh migrant di Suriah. Tetapi pihak Migrant Care menilai Pemerintah Indonesia cenderung pasif menangani masalah ini. 

"Kelambatan kinerja pemerintah mencerminkan bahwa pemerintah tidak pernah belajar dari kasus sebelumnya. Pemerintah Indonesia juga sangat gagap ketika menghadapi krisis politik di Sudan, Libyia, dan Mesir sebelumnya," urai Migrant Care.


Merespon situasi tersebut, Migrant CARE berinistif membuka posko pengaduan bagi keluarga buruh migrant di Suriah. Posko tersebut di buka di tujuh Propinsi, yakni Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa barat, NTT, NTB dan Banten dengan 20 Posko Pengaduan. 


Keluarga buruh migrant dapat mengadukan ke posko-posko tersebut. Posko- posko tersebut akan mendata dan mengirimkan ke Migrant CARE untuk kemudian diserahkan kepada pihak Kementerian Luar Negeri RI. Beberapa posko-posko pengaduan tersebut antara lain:


1. Jakarta Migrant CARE

Kontak Person: Anis Hidayah (081578722874), Wahyu Susilo (08129307964)
Kapal Perempuan

telp: 021-7988875, 021-7971629
KontraS

Tlp: 021-3926983, 021-3928564


2.Jawa Timur

ICDHRE

Telp:0321-867283, 872368 

Kontak Person: Muhammad Chusein ( 08123124618)

JKPS Kontak Person: Danu (081359131964)
LP2D Blitar

Kontak Person: Ulfa (08170489679)


3.Jawa Barat

FWBMI 085224119844 
WCC Balqis CirebonSri Sunaryati (081324320019)


4.Jawa Tengah

Kontak Person: Mulyadi (08122972431)

(faj)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan