Sabtu, 26 Mei 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Wartawan Gresik Unjuk Rasa ke Indospring Gresik

Posted: 26 May 2012 08:25 AM PDT

Kekerasan

Wartawan Gresik Unjuk Rasa ke Indospring Gresik

Adi Sucipto | Agnes Swetta Pandia | Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:25 WIB

GRESIK, KOMPAS.com  - Puluhan orang terdiri dari wartawan didukung lembaga swadaya masyarakat dan elemen mahasiswa Sabtu (26/5/2012) berunjuk rasa ke pabrik per mobil PT Indospring di Jalan Mayjend Sungkono Gresik, Jawa Timur.

Tindakan ini melecehkan profesi wartawan. Padahal tugas pers dilindungi undang-undang

-- Didik Henry

Unjuk rasa itu sebagai bentuk protes terhadap kekekerasan pada wartawan yang dilakukan pegawai Indospring Jumat (25/5/2012) sore. Saat itu sekitar pukul 16.00 terjadi kebakaran di pabrik tersebut. Wartawan pun berusaha meliput dan mengambil gambar.

Awalnya wartawan RCTI Agus Ismanto mengambil gambar, tetapi didorong dan kameranya berusaha diambil seorang petugas keamanan di perusahaan itu. Agus berusaha mempertahankan kameranya, dan bersitegang dengan petugas keamanan itu. M Amin wartawan JTV lalu mengambil gambar Agus dan sekuriti yang sedang bersitegang.

Kamera Amin ditarik pegawai Indospring, Paulinan hingga lepas dan baterai berserakan. Sebagai bentuk protes sejumlah wartawan menggantung kartu identitas di pagar gerbang Indospring. Malam harinya wartawan melaporkan kasus itu ke Kepolisian Resor Gresik. Mereka menuntut kaaus kekerasan itu diusut tuntas.

Selanjutnya Sabtu siang bersama sejumlah elemen wartawan berunjuk rasa ke Indospring. Mereka membagikan pernyataan sikap dan berorasi bergantian di perempatan Segoromadu arah Surabaya. Dalam aksi kali ini wartawan menuntut kasus itu diusut sampai tuntas. Mereka juga menuntut Paulina diseret ke meja hijau. Selain itu, aparat penegak hukum diminta menggunakan Undang-undang 40 tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

Koordinator Aksi, Didik Henry menyatakan upaya pihak Indospring menghalangi tugas jurnalistik sudah melanggar hukum. Apalagi sampai terjadi perusakan kamera wartawan JTV M Amin. "Ini melecehkan profesi wartawan. Padahal tugas pers dilindungi Undang-undang," paparnya.

Kandungan Pasir Besi di Kebumen Rendah

Posted: 26 May 2012 08:14 AM PDT

Polemik Tambang

Kandungan Pasir Besi di Kebumen Rendah

Gregorius Magnus Finesso | Agnes Swetta Pandia | Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:14 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com - Kualitas pasir besi di wilayah pesisir Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah sebenarnya tergolong tidak bagus. Kandungan pasir besi di wilayah tersebut hanya sekitar 15 persen.

Perusahaan kami juga menambang pasir besi di Cilacap. Kansungannya bisa mencapai 50 persen, jauh lebih tinggi ketimbang di Kebumen

-- Widodo Simbolon

Widodo Simbolon, Direktur PT Mitra Niagatama Cemerlang selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) pasir besi di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Sabtu (26/5/2012) kepada Kompas mengatakan, kandungan pasir besi yang terdapat di pesisir selatan Kebumen bahkan lebih rendah dibandingkan jenis produk yang sama di pesisir Kabupaten Cilacap.

"Perusahaan kami juga menambang pasir besi di Cilacap. Kansungannya bisa mencapai 50 persen, jauh lebih tinggi ketimbang di Kebumen," ujarnya.

Seperti diketahui, aktivitas penambangan pasir besi di Kecamatan Mirit Kebumen oleh PT Mitra Niagatama Cemerlang dengan izin kepengelolaan seluas 984,79 hektar saat ini masih menjadi polemik.

Puncaknya, 100 massa menyegel alat berat milik perusahaan dan menghendaki wilayah tersebut tetap menjadi lahan pertanian palawija seperti sebelumnya. Tambang pasir besi dinilai hanya merusak lingkungan dan kesuburan tanah.

Menurut Widodo, dengan kandungan pasir besi yang rendahj, sebenarnya potensi pendapatan ang dihasilkan dari tambang pasir besi di Mirit tidak terlalu menjanjikan. Berbeda dengan tambang pasir besi milik perusahaan tersebut di Sumbawa yang kandungannya mencapai 80-90 persen.

"Pasir besi di Sumbawa terbagus di Indonesia. Tapi, potensi di Jawa tidak ada salahnya jika dimaksimalkan," ujarnya.

 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan