Ahad, 6 Mei 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Bocah 15 tahun ditahan akibat curi 108 telur

Posted: 06 May 2012 05:14 AM PDT

Singaraja  (ANTARA News) - Bocah berusia 15 tahun dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Sawan, Kabupaten Buleleng, setelah tertangkap basah mencuri 108 butir telur itik.

"Perbuatan bocah itu termasuk curat (pencurian dengan pemberatan) karena dilakukan pada malam hari," kata Kepala Bagian Operasional Polres Buleleng Komisaris Polisi Ida Putu Wedanajati di Singaraja, Minggu.

Ia mengungkapkan bahwa bocah berinisial SW yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Pulau Natuna Gang Walet Nomor 3 Kelurahan Penarukan, Buleleng, itu digelandang oleh korban ke Mapolsek Sawan, Sabtu (5/5).

Korban bernama Putu Sumardhana (43), warga Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, mengintai perbuatan pelaku karena kehilangan telur itik sejak Kamis (3/5) lalu.

"Pelaku tertangkap basah saat hendak melarikan 108 telur dari kandang itik milik korban," kata Wedanajati.

Menurut dia, saat ini pihak Polsek Sawan sedang berkoordinasi dengan pihak Balai Pemasyarakat (Bapas) Denpasar.

"Kordinasi itu dilakukan karena pelakunya masih di bawah umur," kata Wedanajati sambil menambahkan bahwa pihak Polsek Sawan masih meminta keterangan sejumlah saksi.

(KR-MDE/M038)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

DPR bisa jadi "rumah hantu"

Posted: 06 May 2012 03:39 AM PDT

Pramono Anung. (ANTARA/Yudhi Mahatma)

"Pertama, motivasi menjadi anggota DPR, ternyata mayoritas kepentingan ekonomi."

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengkhawatirkan jika media terus menerus menghantam institusi DPR, maka lama-lama gedung wakil rakyat tersebut akan menjadi "rumah hantu".

"Nanti lama-lama gedung DPR ini akan jadi 'rumah hantu'. Hantu blau, maka anggota-anggota yang baru, yang akan mengisinya hantu-hantu baru," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat membuka silaturahmi anggota Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Ciater, Subang, Jawa Barat, Minggu.

Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengemukakan, jika media terus menerus menghantam lembaga DPR, maka ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut akan meningkat.

Pramono mengkhawatirkan, jika media terus menerus menjelek-jelekkan institusi DPR, maka orang-orang baik akan tidak mau masuk menjadi anggota dewan.

Dia menegaskan, jika ada anggota dewan yang tidak benar, maka media boleh saja mengkritik habis-habisan terhadap anggota tersebut. Namun, tambahnya, jangan institusi DPR-nya yang dihabisi.

"Kalau ada anggota yang brengsek, terkena kasus pidana, kasus moral. Ya dihantam saja, dikritik habis-habisan. Tapi, jangan lembaganya," kata Pramono.

Ia juga menjelaskan, dari hasil penelitian yang sedang dilakukannya dalam rangka penyusunan disertasinya didapatkan bahwa motivasi terbesar anggota dewan masuk ke DPR adalah soal ekonomi.

"Pertama, motivasi menjadi anggota DPR, ternyata mayoritas kepentingan ekonomi. Jadi, tempat untuk mencari nafkah," kata Pramono.

Ia mengemukakan hasil telaahnya bahwa disusul hal kedua adalah kepentingan politik, yakni terkait visi politik. Hal ketiga, menurut dia, pembuatan undang-undang. Kemudian, hal kelima berkaitan dengan pembelaan kepentingan masyarakat, serta hal keenam menyangkut pembelaan terhadap kaum minoritas

"Sementara terkait konsep diri, hampir sebagian besar, karena pragmatis, kemudian materialistis, dan baru idealis," demikian Pramono Anung.
(T.J004/D011)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan