Khamis, 24 November 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Presiden Mugabe Cap PM Cameron "Setan"

Posted: 25 Nov 2011 03:35 AM PST

Presiden Mugabe Cap PM Cameron "Setan"

| Egidius Patnistik | Jumat, 25 November 2011 | 11:35 WIB

HARARE, KOMPAS.com - Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, menyebut Perdana Menteri Inggris, David Cameron, 'setan' karena mengusulkan, Inggris dapat saja menghentikan bantuan ke negara-negara berkembang yang mendiskriminasi kaum homoseksual.

Mugabe, seorang tiran renta berusia 87 tahun, mengatakan kepada sekelompok pemuda di negaranya, "Jangan tergoda homoseksualitas. Kami akan menghukum Anda dengan sangat keras." Ia melanjutkan, setan seperti Perdana Menteri David Cameron mengatakan bahwa negara-negara yang menginginkan bantuan Inggris harus menerima homoseksualitas. "Bantuan dengan syarat seperti itu kepada orang-orang kita merupakan tawaran bodoh."

Mugabe merujuk ke pernyataannya sebelumnya saat ia membandingkan kaum homoseksual dengan hewan. Dia menambahkan, "Itu (homoseksualitas) dikutuk oleh alam. Hal itu dikutuk oleh serangga dan itulah sebabnya saya katakan (homoseksualitas) lebih buruk daripada babi dan anjing."

Seks di kalangan gay merupakan hal ilegal di Zimbabwe. Bahkan dua orang berjenis kelamin sama yang tertangkap berpegangan tangan saja bisa menghadapi hukuman penjara. Banyak negara Afrika lain yang menempuh jalur serupa.

Bulan lalu, David Cameron mengatakan, ia yakin bantuan dana Inggris ke negara-negara berkembang di masa depan akan bergantung pada catatan hak asasi para negara penerima. Mugabe merupakan orang terakhir dari sejumlah pemimpin Afrika yang mengecam gagasan Cameron itu. Para pemimpin Afrika itu berpendapat, gagasan itu merupakan upaya untuk memaksakan nilai-nilai Inggris ke negara-negara lain.

Full content generated by Get Full RSS.

Harrier Inggris Dijual untuk Dikanibal

Posted: 25 Nov 2011 01:59 AM PST

Persenjataan

Harrier Inggris Dijual untuk Dikanibal

Dahono Fitrianto | Nasru Alam Aziz | Jumat, 25 November 2011 | 09:59 WIB

LONDON, KOMPAS.com -- Inggris memutuskan menjual 72 pesawat tempur Harrier terakhir yang mereka miliki kepada Amerika Serikat. Pesawat-pesawat, yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal itu, akan digunakan sebagai sumber suku cadang alias dikanibal untuk perawatan pesawat-pesawat milik AS.

Kementerian Pertahanan Inggris mengemukakan hal itu, Kamis (24/11/2011) malam waktu setempat atau Jumat (25/11/2011) dinihari WIB.

Pesawat-pesawat, yang sudah dipensiunkan dari angkatan bersenjata Inggris itu, dijual dengan harga 180 juta dollar AS (Rp 1,6 triliun) kepada Korps Marinir AS (USMC).

Paket penjualan itu termasuk stok onderdil cadangan dan peralatan pendukung. "Badan pesawat dan suku cadangnya akan digunakan sebagai sumber utama onderdil cadangan untuk mendukung armada pesawat Harrier AV-8B milik USMC," ungkap pernyataan tersebut.

USMC hingga saat ini masih mengoperasikan 126 pesawat Harrier AV-8B. Harrier AV-8B adalah versi produksi bersama AS-Inggris dari pesawat yang aslinya dirancang dan diproduksi sendiri oleh Inggris dengan nama Hawker Siddeley (HS) Harrier. Pesawat ini sering digunakan di medan perang, termasuk Perang Teluk dan Perang Irak.

Armada Harrier Inggris dipensiunkan Desember 2010, atau delapan tahun lebih awal dari rencana semula. Pensiun dini pesawat unik ini disebabkan pemotongan anggaran pertahanan Inggris sebagai bagian dari langkah penghematan untuk menghadapi krisis keuangan di Eropa.

"Harrier telah mengabdi negara ini dengan sangat istimewa, tetapi menghentikan operasinya delapan tahun lebih awal adalah keputusan yang tepat," tutur Peter Luff, Menteri Pertahanan Inggris Bidang Perlengkapan, Dukungan, dan Teknologi Pertahanan, kepada Parlemen Inggris, Kamis.

Uang yang didapatkan Inggris dari penjualan ini akan digunakan untuk menutup kekurangan anggaran pertahanan sebesar 59 juta dollar AS, dan sisanya akan dialokasikan untuk proyek pembuatan pesawat Joint Strike Fighter (JSF), yang dirancang menggantikan peran unik Harrier di masa depan.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan