Ahad, 4 September 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Penemuan gua peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

Posted: 04 Sep 2011 05:20 AM PDT

Malang (ANTARA News) - Gua hasil temuan warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, merupakan saluran air bekas peninggalan Kerajaan Kanjuruhan pada abad 8 hingga 12 SM, kata Pengamat Sejarah Universitas Negeri Malang, Blasius Suprapta.

"Dari hasil survei yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1802, 1832 dan 1821, memang di lokasi temuan terdapat saluran air milik Kerjaaan Kanjuruhan hingga Kerajaan Mataram Kuno, dan sudah lama ditutup karena sangat membahayakan, sebab saluran itu cukup dalam," katanya di Malang, Minggu.

Ia mengatakan, di lokasi temuan gua memang diakui sebagai tempat pemukiman warga Kerajaan Kanjuruhan, sedangkan gua yang ditemukan itu adalah salah satu saluran air yang dibangun pada masa itu.

Ia mengatakan, saluran air yang dibangun pada abad 8 hingga 12 SM itu bertujuan untuk mengairi persawahan milik warga di kawasan Lowokwaru.

"Dalam prasasti kuno disebutkan, dahulu itu daerahnya bernama Waharu dan sekarang menjadi Lowokwaru yang merupakan persawahan dan juga pemukiman warga," katanya.

Ia menjelaskan, selain di kawasan Lowokwaru, di lokasi lain wilayah Kota Malang juga banyak ditemukan gua dengan diameter setinggi manusia dewasa.

"Antara satu gua dengan gua lain itu biasanya terhubung, dan bermuara di Sungai Brantas, hal ini sesuai yang tercantum dalam sejumlah arca, dan fungsinya sebagai aliran persawahan," katanya.

Ia mengaku, lokasi sejumlah gua itu sudah lama ditutup oleh pihak Belanda, dan sudah tidak difungsikan kembali sebagai saluran air karena sudah tidak layak.

Ia mengharapkan agar warga berhati-hati ketika menemukan gua dengan diameter setinggi manusia dewasa dan sudah lama terpendam.

Sebab, katanya, gua yang sudah tidak layak itu sangat mungkin membahayakan karena sudah lama ditutup pihak Belanda, dan dikhawatirkan mengandung bahan beracun.
(T.KR-MSW/M029)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Saiful Jamil kembali datangi makam istrinya

Posted: 04 Sep 2011 04:35 AM PDT

Penyanyi dangdut Saiful Jamil (FOTO ANTARA/Teresia May)

Berita Terkait

Cimahi (ANTARA News) - Pedangdut Saiful Jamil kembali mendatangi makam istrinya, Virginia Anggraeni di Taman Pemakaman Umum (TPU) Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu, untuk berdoa.

Puluhan orang dari keluarga hingga warga masyarakat setempat pun ikut berdoa untuk almarhumah Virginia Agraaeni. Isak tangis Saiful Jamil dan keluarga pun kembali membahana ketika doa dipanjatkan. Saiful Jamil nampak tak kuasa melihat makam putri ketiga dari Rudi Van Dapren tersebut.

Usai berdoa mantan personel G4Ul itu bergegas kembali ke rumah duka. Saat di perjalanan Iful sapaan akrab Saiful Jami sempat disalami oleh warga masyarakat yang ikut bersimpati atas musibah yang dialaminya. Warga tanpa ragu memberikan motivasi dan wejangan kepada mantan suami artis dangdut Dewi Persik itu.

Sebelum meninggalkan rumah duka di Kampung RT 02/16 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu, Iful sempat mengatakan bahwa dihari kedua pascamusibah, dia dan keluarganya kembali berziarah ke makam istrinya untuk memberikan doa kepada almarhumah yang sangat dicintainya itu.

"Doa suami dan orang tualah yang biasanya cepat dikabul Allah. Dan saya yakin istri saya akan termasuk orang-orang yang salehah," ujarnya kepada wartawan.

Seperti diketahui, tragedi maut menimpa keluarga Saiful Jamil di ruas Tol Cipularang tepatnya di Kilometer 96. Dalam kecelakaan itu, istri Saiful, Virginia tewas di lokasi kejadian akibat terlempar dari mobil yang menabrak pagar pembatas jalan tol.

Virginia terlempar dari mobil Avanza merah B 1843 UFU yang dikemudikan Iful. Mobil membentur batas tol di KM 96, Desa Gununghejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Sebelum dibawa ke rumah duka di Cimahi, jenazah Virginia sempat dibawa ke Rumah Sakit Efarina Etaham, Purwakarta sedangkan empat korban luka lainnya masih dirawat di rumah sakit.

(ANT-215/Y008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan