Selasa, 23 Ogos 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Filipina & Vietnam Siapkan Kapal Perang

Posted: 23 Aug 2011 06:02 AM PDT

MANILA - Filipina dan Vietnam mendapatkan kapal perang barunya hari ini untuk menghadapi China di wilayah sengketa, perairan Laut China Selatan.

Kedua negara di Asia Tenggara ini tengah berbelanja produk-produk militer. Vietnam membeli kapal selam dan Filipina juga membeli radar untuk pertahanan udara.

Filipina menyiapkan kapal perang bekas Amerika Serikat (AS) U.S. Coast Guard cutter di pelabuhan Kota Manila, dan Vietnam menyiapkan kapal perang baru buatan Rusia yang dilengkapi misil di pelabuhan Kota Cam Ranh, demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (23/8/2011).

Vietnam dan juga Filipina sudah berkali-kali mengecam China terkait masalah klaim Pulau Spratly dan Paracel yang terletak di Laut China Selatan. Mereka juga menuding China mengganggu para nelayan yang tengah melaut di wilayah tersebut.

Filipina juga menggunakan perjanjian pertahanannya dengan AS untuk meminta bantuan ke Washington dalam memodernisasi Angkatan Lautnya. Kapal buatan AS yang digunakan Filipina dilengkapi dengan landasan helikopter dan pesawat dan akan membantu Filipina dalam melakukan patroli.

Ketegangan di Laut China Selatan dinilai makin meningkat. Belakangan ini tersiar kabar, Angkatan Laut China menyandera kapal nelayan Vietnam dan meminta tebusan dalam jumlah yang tidak sedikit. Insiden ini dinilai semakin memicu ketegangan antara negara yang bersengketa.(rhs)

Indonesia Prihatin Akan Perang Libya

Posted: 23 Aug 2011 04:48 AM PDT

JAKARTA - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap konflik yang pecah di Libya segera usai karena konflik tersebut dapat membahayakan masyarakat di Kota Tripoli.

Indonesia menyatakan keprihatinannya terhadap perkembangan situasi di Libya dan Indonesia juga menyerukan perkembangan situasi keamanan di Kota Tripoli, Libya.

"Secara lebih luas, Indonesia berharap agar konflik kekerasan, sebutlah perang saudara di Libya segera berakhir," ucap Presiden Indonesia SBY pada konferensi pers di Pusat Kesenjataan Infanteri Padalarang (Pussenif), Selasa (23/8/2011).

SBY juga menambahkan, saat ini adalah bulan Ramadan, di mana umat Muslim di seluruh dunia ini menjalankan ibadah puasa dan juga bulan penuh ampunan. Nabi Muhammad SAAW pada bulan suci Ramadan juga harus merebut kembali Kota Makah, dan Nabi Muhammad menyatakan hari itu adalah ahli kasih sayang dan selamatlah Kota Makah dari kekerasan. SBY menekankan seharusnya kita patut merenungi peristiwa tersebut. Terjadi proses yang baik saat Muhammad memimpin pasukan ke Makah.

Indonesia tetap menyerukan agar penyelesaian masalah di Tripoli dilakukan dengan cara damai, bukan lewat kekerasan dan peperangan.

Indonesia juga berharap dengan selesainya konflik di Libya, Libya bisa bertransisi kembali memulihkan ekonominya. Perlu diingat, Libya adalah negara penghasil minyak yang memproduksi minyaknya 1,6 juta barel per hari.(Maesaroh/Koran SI/rhs)

Tiada ulasan:

Catat Komen