Selasa, 23 Ogos 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Pesawat Terbang Sampai Saptu, lalu Libur

Posted: 23 Aug 2011 08:11 AM PDT

Pesawat Terbang Sampai Sabtu, lalu Libur

Benny N Joewono | Selasa, 23 Agustus 2011 | 15:11 WIB

MUARA TEWEH, KOMPAS.com - Penerbangan perintis Muara Teweh-Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang dilayani maskapai Aviastar akan ditutup sementara mulai Sabtu, 27 Agustus 2011 dalam rangka libur Lebaran para karyawan.

"Penerbangan Muara Teweh-Palangka Raya pulang pergi (PP) hanya melayani penumpang hingga Sabtu (27/8/2011) setelah itu libur Lebaran dan dibuka kembali 2 September 2011," kata seorang petugas di Bandara Beringin Muara Teweh, Sidik, Selasa (23/8/2011).

Penerbangan yang disubsidi pemerintah pusat mulai 2011 itu dilakukan dua kali dalam sepekan yakni setiap hari Selasa dan Jumat dengan harga tiket dewasa Rp 273.300 dan bayi (infant) Rp 32.730, atau turun dibanding tarif komersialnya Rp 400.000/penumpang.

Menurut Sidik, dalam melayani arus mudik Lebaran ini tidak ada penambahan jadwal terbang yang menggunakan pesawat jenis "twin otter" berpenumpang sekitar 22 orang itu, namun jadwal pada Selasa (30/8/2011) atau bertepatan dengan Lebaran dimajukan pada Sabtu (27/8/2011).

"Jadi pada Lebaran nanti tidak ada penerbangan dan untuk arus balik dibuka kembali pada Jumat (2/9/2011) nanti," katanya.

Arus mudik menggunakan pesawat terbang tujuan Muara Teweh-Palangka Raya cukup padat bahkan tiket penerbangan arus balik sudah habis dipesan hingga 9 September 2011 mendatang.

Selain Aviastar, kata dia, penerbangan tujuan Bandara Beringin Muara Teweh juga dilakukan Susi Air dengan tujuan Muara Teweh-Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Muara Teweh-Balikpapan, Kalimantan Timur setiap hari menggunakan pesawat jenis Cessna.

Ia menjelaskan, rute ini bukan penerbangan reguler melainkan pesawat carteran perusahaan tambang batu bara, namun bagi warga yang ingin menggunakan jasa penerbangan itu tetap bisa dengan harga tiket relatif mahal sekitar Rp 1 juta per orang.

Seorang warga Muara Teweh, Fery Kusmiadi mengatakan, penerbangan Aviastar dan Susi Air ke daerah ini sangat membantu warga karena selama ini transportasi udara merupakan jasa angkutan alternatif yang cepat terutama di Kabupaten Barito Utara yang letaknya di pedalaman Kalteng.

"Kalau kita menggunakan angkutan darat, jarak tempuh ke Banjarmasin paling cepat sembilan jam sedangkan Palangka Raya sekitar enam jam," katanya.

6,6 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai Disita

Posted: 23 Aug 2011 07:35 AM PDT

6,6 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai Disita

K15-11 | Glori K. Wadrianto | Selasa, 23 Agustus 2011 | 14:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Lebih dari 6,6 juta juta batang rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) diamankan Kanwil Bea dan Cukai Jatim I Tanjung Perak Surabaya. Pasalnya, produk tersebut beredar tanpa cukai atau menggunakan cukai palsu.

Penyitaan rokok tersebut dilakukan di sejumlah lokasi pergudangan di Surabaya utara, di antaranya di jalan Semut Indah, Kali Sosok, Teluk Kumai, Kalimas, Kalianget, dan sebagian lagi di kawasan Sidoarjo. 'Karena praktik ini, total kerugian negara yang dihitung mencapai Rp 1,5 miliar. Itu sudah termasuk 200 botol minuman keras mengandung etil alkohol yang ditaksir senilai Rp 2,5 miliar,' kata Kepala Kanwil Jatim I Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya, Eko Darmanto, Selasa (23/8/2011).

Menurut Eko, modus peredaran barang kena cukai tersebut adalah memalsu identitas pengirim, maupun tempat tujuan, sebagai upaya mengelabuhi petugas dan menghilangkan jejak. Pelaku juga memakai jasa kurir untuk mengawal barang tersebut hingga sampai kepada konsumen di beberapa pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Dalam kasus ini, Bea dan Cukai Kanwil Jatim I juga mengamankan dua orang yang diduga pengedar. Masing-masing adalah berinisial M untuk pengedar minuman keras, dan R untuk pengedar rokok ilegal. 'Sementara barang bukti, kini dalam penguasaan negara melalui pihaknya untuk dimusnahkan,' tegasnya.

Tiada ulasan:

Catat Komen