Selasa, 23 Ogos 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Gempa di Washington, WNI aman

Posted: 23 Aug 2011 09:08 PM PDT

Ilustrasi Gempa (ist)

Berita Terkait

New York (ANTARA News) - Washington DC, New York dan beberapa kota di wilayah timur laut Amerika Serikat pada Selasa siang diguncang gempa bumi relatif kuat yang berpusat di Virginia, yaitu negara bagian yang berbatasan dengan Washington DC, namun WNI disana aman.

Menurut berbagai laporan yang dihimpun ANTARA dari New York, gempa berkekuatan 5,8 skala Richter itu sempat mengguncang bangunan-bangunan --terutama gedung-gedung tinggi-- dan membuat panik sebagian masyarakat.

Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan berarti. Demikian pula perwakilan-perwakilan Indonesia di Washington DC dan New York tidak menerima laporan adanya warga Indonesia menjadi korban.

"Tadi kita berusaha menghubungi para warga kita yang berada di Virginia. Sebagian besar sulit dihubungi karena sinyal telepon terganggu akibat gempa. Namun mereka yang berhasil kita hubungi, mengatakan mereka baik-baik saja walaupun sangat kaget," kata juru bicara KBRI Washington DC Heru Subolo ketika dihubungi ANTARA.

Warga Indonesia yang berada di Virginia berjumlah sekitar 1.500 orang. Secara keseluruhan, warga Indonesia yang tinggal di Virginia, Washington DC dan Maryland --negara bagian yang juga berbatasan dengan Washington DC-- berjumlah sekitar 4.000 orang.

Gempa terjadi sekitar pukul 13.50 waktu setempat, membuat orang-orang yang berada di luar gedung berhamburan ke jalan.

Pihak berwenang gedung-gedung pemerintahan AS segera melakukan evakuasi terhadap para stafnya ke luar gedung. (TNY)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Gaddafi : meninggalkan kompleks kediaman "mundur taktis"

Posted: 23 Aug 2011 07:43 PM PDT

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi berpidato dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, dalam foto arsip 23 September 2009 ini. Ledakan dan tembakan menggoncang Tripoli Sabtu (20/8) malam, usai pertempuran berhari-hari yang makin mendesak pemerintahan Muammar Gaddafi beserta pasukannya di ibukota Libya yang terkepung. Skala kerusuhan masih belum jelas, namun spekulasi telah meluas bahwa kepemimpinan Gaddafi selama 41 tahun akan segera berakhir. (FOTO ANTARA/REUTERS/Mike Segar/Files/ox/11.)

Berita Terkait

Video

Tripoli (ANTARA News) - Pemimpin Libya Moamer Gaddafi mengatakan Rabu, dia telah meninggalkan kompleks kediamannya, yang direbut sebelumnya oleh para pejuang pemberontak, sebagai sebuah "langkah mundur taktis."

"Bab al-Azizya sudah tidak lagi berbentuk melainkan seonggok reruntuhan sesudah dihantam 64 rudal NATO dan kami mundur dari situ karena alasan-alasan taktis," katanya dalam pidato yang disiarkan website stasiun televisi yang dikepalai anaknya Seif al-Islam, lapor AFP.

Pidato tersebut yang juga dikutip oleh saluran pro-Gaddafi Al-Oruba muncul sesudah para pejuang pemberontak menyerbu kompleks kediaman yang tersebar luas namun tidak menemukan jejaknya atau siapa pun keluarganya.

Stasiun tersebut tidak mengindikasikan kemana dia telah pergi.

Pada saat bersamaan juru bicara Gaddafi Mussa Ibrahim mengatakan kepada saluran Arrai yang berbasis di Suriah bahwa lebih dari 6.500 "sukarelawan" telah tiba di Tripoli untuk berperang membela rezim tersebut dan menyerukan lebih banyak lagi.

"Para sukarelawan silakan datang ke Libya dan kami akan memberi anda senjata, amunisi dan pelatihan," katanya.

Ibrahim mengatakan pasukan Gaddafi telah menangkap sejumlah pemimpin pemberontak dan memperingatkan bahwa jika serangan NATO terus berlanjut "kami akan mengubah Libya menjadi lebih berkobar lagi dan kami mampu melindungi warga sipil dari genk-genk perang salib dan sekutunya." (ANT/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen