Isnin, 22 Ogos 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Kejatuhan Khadafi Akan Picu Revolusi Dunia Arab

Posted: 22 Aug 2011 06:03 AM PDT

BERLIN - Langkah oposisi Libya dalam menumbangkan rezim Libya di bawah pimpinan Moammar Khadafi tampak semakin membuahkan hasil. Tumbangnya Khadafi dinilai akan meningkatkan semangat revolusi di negara Arab lainnya.

Oposisi Libya sudah masuk ke Ibu Kota Libya Tripoli. Mereka bahkan sudah menangkap dua orang putra Khadafi, meski demikian keberadaan Khadafi belum diketahui.

Beberapa komentator media di Jerman menyatakan, kejatuhan Khadafi akan semakin menginspirasi demonstran di Suriah dan juga Yaman yang saat ini tengah berjuang untuk menumbangkan rezim yang berkuasa.

Meski demikian kejatuhan Khadafi juga akan memberikan tantangan baru ke oposisi Libya.

"Bila Khadafi jatuh, kejatuhannya akan menyegarkan demonstrasi di Suriah dan Yaman. Kasus di Libya menunjukkan dalam waktu enam bulan, Libya yang kuat berhasil dilumpuhkan oleh oposisi," demikian pernyataan Suratkabar Jerman Süddeutsche Zeitung seperti dikutip Spiegel, Senin (22/8/2011).

Suriah dan Yaman, saat ini tengah dilanda kericuhan akibat pergolakan politik. Kedua negara tersebut melakukan penekanan terhadap aktivis anti-pemerintahan yang berunjuk rasa dan mendapat kecaman dari masyarakat internasional.

Sekira 2.000 warga sipil Suriah tewas akibat penekanan yang dilakukan oleh pasukan Suriah. Presiden Suriah Bashar al Assad pun didesak masyarakat internasional agar turun dari jabatannya. Mitra-mitra Suriah juga sudah mulai menutup kantor perwakilannya di negara tersebut.

Sementara itu Yaman masih disibukkan dengan Al Qaeda serta oposisi-oposisinya yang ingin menumbangkan kekuasaan Presiden Ali Abdullah Saleh. Oposisi Yaman bahkan membentuk dewan nasional, seperti layaknya oposisi Libya yang berjuang untuk menumbangkan kekuasaan rezim.(rhs)

Meski Gencatan Senjata, Pimpinan Hamas Masih Bersembunyi

Posted: 22 Aug 2011 04:03 AM PDT

GAZA - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan juga pejabat senior Hamas Mahmoud a-Zahar, diduga masih bersembunyi dari serangan yang dilancarkan Israel.

Para petinggi politik dan militer Hamas dikabarkan sedang meningkatkan keamanannya, dan para pejabat senior Hamas juga diperintahkan agar membatasi kontaknya dengan jurnalis, seiring dengan memanasnya situasi di Gaza. Demikian seperti diberitakan Al Quds al Arabi, Senin (22/8/2011).

Sejak 2009 lalu, Haniyeh dan juga a-Zahar sudah bersembunyi. Kedua petinggi Hamas ini diduga menjadi target serangan Israel yang melakukan operasi militer di Gaza.

Haniyeh sempat bersembunyi di sebuah rumah sakit yang berada di Gaza.

Perdana Menteri Hamas ini pada April lalu juga menyatakan siap mundur demi rekonsiliasi fraksi Hamas dan Fatah. Keputusannya akan dilakukan demi mempersatukan warga Palestina.

Perdana Menteri Hamas yang dilantik pada 16 Februari 2006 itu juga sempat mendapat ancaman pembunuhan dari Israel bila para pejuang Hamas tidak membebaskan tentara Israel yang ditahan, Gilad Shalit. Haniyeh juga sangat menolak untuk mengakui Israel.

Israel pun saat ini diindikasikan akan melakukan serangan besar terhadap Hamas. Meski sempat baru-baru ini muncul adanya kesepakatan untuk gencatan senjata.(rhs)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan