Khamis, 14 Julai 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Kecelakaan Kapal Rusia Sisakan 20 Orang Hilang

Posted: 14 Jul 2011 06:08 AM PDT

MOSKOW - Hingga saat ini, regu penyelamat Rusia masih terus melakukan pencarian terhadap korban kapal wisata yang tenggelam di Sungai Volga Minggu 10 Juli lalu. Hingga saat ini pemerintah mengkonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 109 jiwa.


Tim penyelam Rusia masih terus menemukan jasad para korban kapal bernama The Bulgaria tersebut. Sementara 20 orang dipastikan masih dilaporkan hilang. 


"Sebanyak 24 jasad kembali ditemukan dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak," ungkap pejabat Kementerian Darurat Rusia Igor Panshin, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/7/2011).


Pemerintah sendiri mengasumsikan 20 orang yang masih hilang tersebut, dalam keadaan tewas. Tetapi, mengingat tenggat waktu pencarian korban mulai mendekat, tim pencari korban masih terus melakukan pencarian di sungai yang dingin itu.


Penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan nahas ini mengatakan, ada sekitar lebih dari 30 anak-anak yang berkumpul di ruang rekreasi saat kecelakaan terjadi. Keterangan penumpang ini dibenarkan oleh regu penyelam yang menemukan sebagian besar jasad anak-anak di dalam ruangan rekreasi itu. 


Hingga saat ini proses pencarian telah diperluas hingga mencapai 190 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.


The Bulgaria yang memiliki panjang 79 meter dibangun tahun 1955. Kapal nahas ini tenggelam di Sungai Volga saat terjadi badai dan langsung tenggelam dalam hitungan menit. 


Penyidik menilai kapal ini tidak memiliki lisensi cukup untuk membawa penumpang. Selain itu, saat kecelakaan terjadi, kapal diketahui mengalami kerusakan pada mesin sebelah kiri ketika berlayar dari Kazan, wilayah Tatarstan.

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

India Tak Miliki Petunjuk Bom Mumbai

Posted: 14 Jul 2011 04:27 AM PDT

MUMBAI - India mengaku tidak memiliki petunjuk ataupun dugaan pelaku dari pengeboman yang terjadi di Mumbai. Sementara pemerintah merevisi jumlah korban dari 21 menjadi 17 orang.


Menteri Dalam Negeri India Palaniappan Chidambaram mengatakan pihak intelijen India tidak menerima peringatan apapun, sebelum ledakan di Mumbai. Kondisi ini menunjukan Pemerintah India tidak menunjukan adanya kesiapan menghadapi teroris.


"Siapapun yang merencanakan serangan ini, benar-benar bekerja keras secara sembunyi," ungkap Chidambaram seperti dikutip Associated Press, Kamis (14/7/2011).


Chidambaram menyatakan pihak kepolisian sedang berusaha keras mencari kelompok yang dianggap bertanggung jawab dalam serangan ini. Namun pernyataannya tidak membuat warga merasa aman dan mempertanyakan kinerja aparat keamanan, setelah serangan serupa yang terjadi di tahun 2008 silam.


"Setelah serangan 2008 lalu dan ekspos media tentang jaminan, membuat kami yakin keadaan memang benar-benar aman. Tapi buktinya kejadian serupa kembali terjadi dan warga di Mumbai kembali rapuh," ucap warga Anita Ramaswami.


Hingga saat ini memang belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut dan Pemerintah India menolak untuk berspekulasi siapa yang berada di balik serangan tersebut.


"Kami tidak akan mencari kambing hitam. Pemerintah akan terus mencari pelaku penyerangan ini. Kami tidak akan menarik kesimpulan dengan cepat," tegas Chidambaram.


Setelah serangan Mumbai 2008, pejabat India mengaku berupaya keras untuk menciptakan keamanan di negeri tersebut. Tetapi sepertinya dengan serangan ini, Pemerintah India belum berupaya cukup keras.


Belasungkawa Indonesia


Atas serangan ini Pemerintah Indonesia menyampaikan sikap pemerintah yang mengutuk keras aksi terorisme tersebut. Keterangan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta, hari ini.


"Kitaingin sampaikan duka cita mendalam kepada rakyat dan Pemerintah India atas terjadinya musibah ini. Kami yakinan Pemerintah India akan dapat mengatasi tantangan saat ini dan memastikan pelaku tindakan teror itu bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Menlu.


Selain itu, menlu mengatakan serangan di Mumbai juga mengingatkan kalau terorisme adalah ancaman nyata dan dibutuhkan kerja sama antar negara untuk membasmi terorisme.

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan