Ahad, 17 Julai 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Konjen RI Gelar Festival Film Indonesia di Osaka

Posted: 17 Jul 2011 02:27 AM PDT

Denpasar (ANTARA News) - Konsulat Jenderal RI di Osaka, Jepang menyelenggarakan Festival Film Indonesia di salah satu wilayah Negeri Sakura itu, 16-18 Juli 2011.

Konsulat Jenderal RI Osaka, Ibnu Hadi menyampaikan hal itu dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Denpasar, Minggu.

"Kami sangat senang dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang ada di Osaka termasuk warga setempat yang telah datang dan sangat antusias untuk menikmati film-film Indonesia," katanya.

Dia berharap masyarakat Jepang dapat lebih mengenal Indonesia dan tertarik untuk berkunjung ke Indonesia.

Selain menonton film Indonesia, para pengunjung juga bisa menikmati kue-kue khas Tanah Air dan berkesempatan memenangkan doorprize satu tiket Garuda Indonesia.

Menurut Ibnu Hadi, antusiasme warga setempat untuk datang ke festival guna menonton film Indonesia sangat tinggi.

Sejak beberapa minggu sebelum acara, mereka sudah menelepon untuk memesan tempat hingga seluruh bangku bioskop pun penuh terpesan. Bahkan, beberapa orang bahkan rela untuk menonton sambil berdiri di bagian paling belakang.

Setelah menonton film, mereka mengatakan, ingin menonton film-film Indonesia lainnya dan berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan secara regular dengan menghadirkan film-film Indonesia terbaru.

Festival Film yang pertama kalinya diselenggarakan di Osaka itu, berlangsung di gedung bioskop Cinemart Shinsaibashi, Osaka secara gratis.

Dalam sehari penonton bisa menikmati dua film Indonesia. Film-film yang diputar dalam acara tersebut adalah film Langitku Rumahku, Daun di Atas Bantal, Garasi, Ada Apa Dengan Cinta, Pasir Berbisik, dan satu film independen berjudul Euphoria.

KJRI Osaka dalam acara itut mendapatkan dukungan dari Miles Films, Christine Hakim Film, Cipta Tata Eka Praya, dan Imaginarium Entertainment untuk perijinan pemutaran film-film mereka.

Selanjutnya film-film yang digunakan dalam festival itu dipinjam dari beberapa lembaga perfilman yang ada di Jepang, seperti Iwanami Hall, Japan Cinema Community Center, NHK dan Eden Entertainment.

Sementara para penonton yang cukup banyak warga Osaka mengatakan, ingin menonton film-film Indonesia lainnya dan berharap acara seperti itu dapat dilaksanakan secara regular dengan menghadirkan film-film Indonesia terbaru.(*)

(T.KR-IGT/I006)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tradisi Ruwahan Sosromenduran Jadi Atraksi Wisata

Posted: 17 Jul 2011 01:10 AM PDT

Yogyakarta (ANTARA News) - Tradisi Ruwahan di Kelurahan Sosromenduran Kecamatan Gedongtengen Kota Yogyakarta yang dikemas dalam kegiatan Festival Apeman menjadi atraksi menarik bagi wisatawan.

"Acara ini menjadi atraksi yang cukup menarik bagi wisatawan. Apalagi wilayah ini, juga menjadi tujuan bagi turis asing untuk menginap. Juli dan Agustus adalah puncak kunjungan turis dari Eropa dan Amerika Serikat," kata Ketua Panitia Ruwahan Sudaryo Broto di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, wisatawan asing atau domestik yang tengah berada di wilayah tersebut juga diperbolehkan untuk menikmati secara langsung apem yang sudah dimasak oleh puluhan perempuan dari kelurahan itu.

Selain untuk wisatawan, apem tersebut juga akan dibuat gunungan yang diarak menuju ke Alun-Alun Utara untuk diikutkan dalam Festival Bentara Upacara Adat bersama perwakilan dari empat kabupaten lain di Provinsi DIY.

Tradisi Ruwahan, adalah tradisi yang sudah hidup dan berkembang di masyarakat yang dilakukan menjelang bulan puasa. Filosofi yang dipegang masyarakat dengan memasak kue tradisional itu adalah, apem menyimbolkan permohonan maaf atas seluruh kesalahan dan dosa.

Kegiatan ruwahan tersebut diikuti oleh 62 kelompok dengan masing-masing beranggotakan lima hingga tujuh orang. Panitia memberikan subsidi bagi setiap kelompok sebesar Rp50 ribu yang bisa dimanfaatkan untuk membeli bahan pembuat apem.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Atraksi Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Sri Sadono DS mengatakan, kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya tradisi kepada wisatawan, khususnya wisatawan asing.

"Ruwahan adalah tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa menjelang bulan puasa. Di Yogyakarta, tradisi ruwahan yang juga dimanfaatkan untuk atraksi wisatawan baru dilakukan di Kelurahan Sosromenduran," katanya.
(*)
 

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan