Rabu, 27 April 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Tidak Ada NII di Malang

Posted: 27 Apr 2011 07:02 AM PDT

Sejumlah mahasiswa membawa poster dan foto rekan mereka ketika menggelar aksi keprihatinan di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Senin (24/4). (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Berita Terkait

Malang (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Malang Kota AKBP Agus Salim menegaskan bahwa di Kota Malang, Jawa Timur tidak ada pelaku doktrinisasi yang selama ini disebut-sebut dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Pernyataan Kapolres itu disampaikan setelah dilakukan penelusuran oleh tim yang dibentuk Polresta Malang bersama Polda Jatim. "Mahasiswa di Kota Malang adalah murni korban penipuan, sebab mereka telah melapor kepada kami," katanya di Malang, Rabu.

Ia menjelaskan, pelaku penipuan tersebut diduga berada di luar Kota Malang, seperti di Cirebon dan daerah lainnya.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, mengenai siapa pelakunya kita masih melakukan penelusuran, dan mahasiswa yang ada di Kota Malang adalah murni korban," katanya.

Sesuai hasil pelacakan tim yang dibentuk Polresta Malang, kasus yang menimpa sejumlah mahasiswa di Kota Malang adalah murni kasus penipuan.

"Kita masih memeriksa korban sebab mereka adalah kunci utama, karena itu mudah-mudahan mereka bisa memberikan keterangan," kata Agus.

Polresta Malang telah berkoordinasi dengan Polda Jatim melakukan penelusuran terhadap korban maupun adanya dugaan pelaku doktrinisasi ala NII, baik di Gresik atau pun di Malang.

"Dari koordinasi itu, saya mendapat tugas ke Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk melihat kondisi korban Mahatir Rizki (19), salah satu korban yang sempat hilang akibat dugaan kasus doktrinisasi (cuci otak) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana mengatakan hal yang sama bahwa kasus yang dialami sejumlah mahasiswa di Malang itu murni kasus penipuan.

"Hasil pemeriksaan terhadap 10 mahasiswa yang dilakukan Polres Malang dan ditambahi tim Polda Jatim menyimpulkan kasus NII itu betul-betul murni penipuan, modusnya sama dengan "gendam" yakni bertujuan untuk menipu," katanya.

(KR-MSW*E011/E011)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Pemerintah Waspadai Pendirian Negara di Dalam NKRI

Posted: 27 Apr 2011 06:50 AM PDT

Djoko Suyanto (FOTO.ANTARA)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah terus mewaspadai setiap gerakan, termasuk gerakan yang diduga bertujuan untuk mendirikan negara dengan paham tertentu di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Hal ini sudah menjadi pembicaraan di komunitas intelijen tapi kan tidak perlu kita ekspos yang terlalu besar-besaran," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Djoko mengatakan hal itu ketika diminta tanggapan tentang maraknya penculikan dan atau "pencucian otak" yang diduga dilakukan oleh gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Djoko menegaskan, sampai saat ini, pemerintah belum menemukan tanda-tanda bahwa gerakan NII adalah gerakan yang bertujuan untuk mendirikan negara baru. Namun demikian, dia tetap menganggap mempengaruhi atau mengubah cara berpikir orang dengan cara yang tidak baik adalah perbuatan yang berbahaya.

"Selama itu belum ada gerakan. Tapi mengubah pikiran orang kan bahaya kan," katanya.

Pemerintah akan bertindak tegas jika suatu gerakan sudah melakukan upaya sistematis untuk mengubah ideologi suatu negara dan mempengaruhi pikiran orang untuk melakukan suatu kejahatan.

Gerakan NII menjadi bahan pemberitaan setelah beberapa kasus penculikan dan atau "pencucian otak" mulai terungkap.

Polri pun mulai mewaspadai gerakan tersebut.

Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah memonitor adanya kantong-kantong gerakan NII di Jakarta.

"Sudah termonitor ada di wilayah-wilayah pinggiran di Jakarta, Bekasi, Pondok Gede dan Tangerang," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman di Jakarta, Rabu.

Polda Sumatera Utara juga memantau gerakan NII.

"Itu sedang kami selidiki," kata Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Wisjnu Amat Sastro.

Wisjnu mengatakan, pihaknya telah menugaskan seluruh jajaran Polda Sumut untuk meningkatkan operasi rutin dan pemantauan untuk kondisi masyarakat, khususnya kemungkinan keberadaan jaringan NII.

Namun pihaknya juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk segera memberitahukan kepada aparat kepolisian terdekat jika menemukan orang atau kegiatan yang mencurigakan.

"Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, segera beritahukan kepada kami," katanya.

Polri sejak tahun 2008 sudah menangani 11 perkara terkait dengan gerakan NII sudah sampai ke pengadilan dan semua ditangani Polda Jabar dibantu Mabes Polri.

(F008*G003/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen