Rabu, 27 April 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Belum Ada Tersangka Penculikan 9 Mahasiswa UMM

Posted: 27 Apr 2011 10:42 PM PDT

MALANG- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Untung S Rajab menegaskan kasus penculikan dan pencucian otak terhadap sembilan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UMM), Jawa Timur, masih didalami.

Setelah bertemu dengan delapan mahasiswa para korban penculikan, Kamis (28/4/2011), Untung menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus ini terkait dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

"Ini masih kami dalami, masih dalam penyelidikan. Tersangka belum ada," ujar Untung di Kampus UMM, Kamis (28/4/2011).

Dia melanjutkan, kedatangannya ke UMM hanya sebagai tindakan preventif agar kasus serupa tidak terjadi di tempat lain.

Dia juga mengimbau seluruh kampus di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, bisa saja kasus penculikan terjadi di kampus lain.

Dalam kesempatan pertemuan itu, para korban menceritakan apa yang mereka alami. Menurut Untung, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang berada di balik kasus ini.

Model pembaiatan dan membawa korban ke suatu tempat dengan mata tertutup masih menjadi fokus penyelidikan polisi.

Berbekal keterangan dari para korban dan saksi-saksi, jajaran Polda Jatim masih mengembangkan kasus ini.

(Deny Irwansyah/RCTI/ton)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Di Istana, SBY Tunggu Aduan dari Rakyat

Posted: 27 Apr 2011 10:35 PM PDT

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) meminta masyarakat berperan aktif melaporkan jika ada indikasi penyelewengan anggaran negara, langsung ke Kantor Presiden di Istana Negara.
 
Laporannya bisa disampaikan melalui melalui Kotak Pos 9949 dan SMS ke nomor 9949.
 
"Pemotongan anggaran oleh tangan-tangan gelap adalah kejahatan serius. Saya menunggu laporan dan aduan bagi yang merasa dirugikan. Sampaikan langsung ke kantor saya," ucapnya saat pidato pembukaan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2011 di Auditorium Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2011).
 
Lebih lanjut SBY meminta agar informasi tersebut tidak bersifat fitnah dan harus disertai bukti yang kuat.
 
"Tetapi jangan fitnah, karena akan kita cek laporannya. Kalau itu fitnah akan dapat ganjaran. Bila benar (terjadi korupsi), maka pelakunya dapat sanksi," tegasnya.
 
SBY berharap agar kasus-kasus penyelewengan dana APBD dapat ditekan, dan hal tersebut secara linier dapat mengurangi tandatangan Presiden dalam surat permintaan dari Kejaksaan Agung dan Polri untuk memeriksa pejabat negara yang terlibat kasus korupsi.
 
"Saya ingin mengurangi tandatangan saya untuk pemeriksaan pejabat pemerintah dan nonpemerintah yang berhadapan dengan hukum. Syukur bila tidak ada lagi," tutupnya.

(lam)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan