Rabu, 27 April 2011

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


D'Cost Quick Tawarkan Cara Pembayaran Pertama di Indonesia

Posted: 27 Apr 2011 01:43 AM PDT

SEMUA cabang restoran D'Cost menyajikan menu ala carte. Namun D'Cost ITC Mangga Dua menawarkan konsep berbeda kepada pelanggannya, bahkan dinyatakan pertama di Indonesia. Seperti apa?

D'Cost ITC Mangga Dua memiliki nama berbeda, yakni D'Cost Quick yang sudah hadir pada 4 April 2011 lalu. Dari namanya, jelas ada sesuatu yang berbeda, karena setidaknya ada tiga keunggulan yang ditawarkan, yakni jenis makanan, cara pembayaran, dan bentuk pelayanan.

"Kami menyediakan makanan dalam bentuk paket, sistem pembayaran pertama di Indonesia, dan tamu melayani sendiri," kata Rinawati, Manager D'Cost Quick ITC Mangga Dua saat dihubungi okezone, Selasa (26/4/2011) malam.

Paket yang ditawarkan restoran cabang ke-39 ini sudah termasuk nasi, sayur, lauk, minuman, dan buah dengan pilihan paket platinum, silver, bronze, dan lainnya. Dan kalau biasanya menu paket cocok untuk porsi keluarga, menu paket D'Cost tidak demikian. Menu pas dinikmati untuk satu orang.

Sementara untuk sistem pembayaran dan pemesanan, D'Cost Quick menggunakan vending machine. Dengan alat teknologi Jepang ini, customer dapat dengan mudah memesan dan membayar tanpa perlu menunggu pelayan mencatat pesanan atau antri membayar di kasir.

"Tamu pesan makanan, bayar cash di mesin, pilih menu dine in atau take away, nanti uang kembalian keluar sesuai total pesanan, terus keluar bill yang di dalamnya ada nomor antrian untuk pelanggan bisa ambil sendiri pesanannya di counter. Metodenya mirip nasabah bank yang ingin ke customer service," jelasnya.

D'Cost Quick menyediakan tiga vending machine. Untuk menyiasati mesin yang tidak bisa menerima uang yang sangat lusuh, ada petugas yang siap melayani penukaran uang. Namun sekali lagi, petugas yang ada bukan untuk menerima pembayaran.

Lantas, adakah kesulitan ditemui para tamu saat berhadapan dengan mesin canggih ini?

"Orang muda malah antusias. Mereka bilang, 'keren, pengen nyoba'. Kalau orangtua biasanya enggak bisa dan butuh dipandu. Karena yang pertama, jadi kita masih harus ngajarin," tukasnya.

Konsep pembayaran dan pelayanan D'Cost ITC Mangga Dua yang baru turut didukung konsep desain interior berbeda dibanding restoran D'Cost lainnya. D'Cost Quick lebih mengusung konsep internasional di mana tamu bisa melihat aktivitas dapur (open kitchen).

Selama masa promosi, D'Cost punya tawaran menarik bagi tamu yang datang. Promosi berlaku sepekan sekali tiap Rabu, mulai pukul 10.00 WIB-16.00 WIB, yang berakhir 5 Mei 2011 mendatang.

"Di setiap cabang baru D'Cost, kita selalu tawarkan program 'Up to You'. Kita kasih semacam credit card yang boleh dipakai maksimal empat orang. Mereka bebas pilih paket utama plus menu tambahan, terserah mereka mau bayar berapa saja, Rp1.000, Rp2.000, terserah. Tapi karena sangat menarik, antriannya panjang banget," ujarnya seraya mengatakan beberapa bulan ke depan D'Cost akan memiliki sistem pembayaran prepaid card.

Rencananya, D'Cost Quick akan hadir di Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan Lippo Karawaci pada 5 Mei 2011.(ftr)


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Polda Metro Petakan Wilayah Rawan Gerakan NII

Posted: 27 Apr 2011 01:43 AM PDT

JAKARTA - Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) hingga kini masih hidup, bahkan semakin giat memobilisasi dan merekrut kader. Agar jumlah korban tidak terus bertambah, kepolisian melakukan pemetaan daerah-daerah rawan aksi NII.

"Kami sudah mapping saja di Klender, Tangerang, dan Bekasi. Intel hanya pantau di lapangan," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sujarno, Rabu (27/4/2011)

NII, sambung dia, melakukan aktivitas organisasi dan rekruitmen secara berkala. "NII bergerak di rumah biasa, tidak menggunakan sarana ibadah untuk melakukan perekrutan," ucap Sujarno.

Sampai saat ini kepolisian masih belum tahu apa modus di balik aksi penculikan dan pencucian otak yang marak terjadi akhir-akhir ini. Dalam kaitan ini kepolisian meminta agar masyarakat melapor apabila menjadi korban atau mengetahui pergerakan NII.

"Kami belum tahu hasilnya, penipuan apa bukan. Kami tanpa ada laporan dari masyarakat tidak bisa bekerja maksimal," ujar Sumarno.

Isu gerakan NII pernah santer terdengar pada 1991 lalu. Sayangnya, isu tersebut tenggelam dan nyaris tidak terdengar lagi sepak terjangnya dan berganti isu teroris.
(ful)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen