Rabu, 27 April 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Yes.. Ngesek di Penjara Bakal Diizinkan

Posted: 27 Apr 2011 08:00 AM PDT

Yes.. Ngesek di Penjara Bakal Diizinkan

MEDAN, KOMPAS.com - Sosiolog Universitas Sumatera Utara Prof Dr Badaruddin menilai, wacana penyediaan "kamar biologis" untuk tahanan Polresta Medan sebagai hal yang wajar dan perlu didukung.

"Jadi warga yang sedang menjalani tahanan, baik itu perempuan dan lelaki yang telah menikah bisa memanfaatkan kamar seks tersebut untuk menyalurkan hasrat biologisnya," katanya di Medan, Rabu, diminta komentarnya mengenai wacana dabangunnya kamar biologis.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga menyatakan, pihaknya akan membangun kamar seks yang diberi nama "kamar biologis" untuk para tahanan. Tujuan bangunan tersebut, menurut dia, untuk tahanan lelaki maupun perempuan yang berhasrat untuk melakukan hubungan biologis.

Kamar seks itu juga dilengkapi TV dan dijaga petugas, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan. Tahanan yang akan menggunakan kamar seks tersebut, tentunya juga akan diminta buku nikah maupun kartu keluarga yang nanti akan dicocokan dengan identitas mereka. "Jadi warga yang ditahan di Polresta Medan tidak akan terganggu hubungan biologis mereka," kata Tagam.

Menurut Prof Badaruddin, pembangunan kamar seks di Polresta Medan adalah suatu tereboson yang sangat baik, mengingat tahanan tersebut juga ada yang telah mempunyai isteri maupun suami.

"Jadi dengan adanya kamar khusus digunakan untuk melaksanakan hubungan bioligis itu, tentunya para tahanan tersebut tetap merasa tenang dan tidak berpikir yang macam-macam," ujarnya.

Pembangunan kamar seks tersebut adalah hal sangat penting, dan untuk keperluan para tahanan," kata Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Selanjutnya, dia mengatakan, pembangunan kamar seks itu juga ada di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di tanah air, digunakan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Bahkan hubungan seks yang dilakukan para tahanan itu juga untuk menjaga kesehatan mereka. Ini sangat penting bagi para tahanan yang berada di dalam sel," ujarnya.

Jangan pula, karena warga tersebut ditahan, tidak bisa melakukan hubungan biologis, ini juga menyangkut kemanusian. Dengan adanya kamar khusus tersebut, tentunya juga perlu dibatasi dan pengawasan yang ekstra ketat dari petugas.

"Tentunya para tahanan yang melakukan hubungan biologis itu telah bersuami isteri.Lain dari itu tidak dibenarkan," kata Badaruddin.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Fadil, "Induk Semang" Pepi di Aceh

Posted: 27 Apr 2011 07:47 AM PDT

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pepi Fernando alias Romi ditangkap di Banda Aceh, Jumat pekan lalu, di sebuah rumah di Jalan Taman Siswa, Kelurahan Merduati, Dusun Seroja, Kecamatan Kutaraja. Rumah megah berwarna putih itu adalah tempat tinggal Fadil, yang turut ditangkap oleh polisi dalam penggerebekan tersebut.

Menurut Lurah Merduati, Asnawi, Fadil memang warga asli di Kelurahan Merduati. Lelaki itu kini hanya tinggal bersama istri dan anaknya. Kedua orang tua Fadil meninggal akibat musibah gelombang tsunami yang mendera bumi Aceh beberapa tahun silam.

Asnawi mengatakan, Fadil sempat dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia pernah bersekolah di Madrasah Aliyah di Banda Aceh. Namun, dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke IAIN di Jakarta. Nah, sepulang dari Jakarta itulah sikap Fadil berubah.

"Sepulang dari sana, dia sama sekali hampir tidak pernah bersosialisasi dengan warga," kata Asnawi, Rabu (27/4/2011). Kini sosok Fadil pun sama misteriusnya dengan Pepi, sang tamu yang kini membikin geger warga di Jalan Taman Siswa.

Keduanya telah berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Markas Besar Polri, terkait dugaan aksi teror bom, termasuk keberadaan sejumlah material bom di rumah di Banda Aceh yang ditemukan sejak Selasa malam.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan, pada Jumat pekan lalu, membenarkan kalau polisi sudah menangkap tiga laki-laki diduga kuat bagian dari anggota jaringan teroris dengan serangkaian aksi pengeboman di Indonesia.

"Mereka ditangkap pada Jumat pagi sekitar pukul 04.00 wib, dan langsung diterbangkan ke Jakarta, dan sekarang diperiksa di mabes polri," kata Kapolda.

Selain Pepi, polisi menangkap juga seorang rekan Pepi, bernama Hendi alias Joko, termasuk Fadil.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen