Jumaat, 22 April 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Pendidikan Harus Tingkatkan Daya Juang

Posted: 22 Apr 2011 06:42 AM PDT

Angelina Sondakh. (FOTO ANTARA/Teresia May)

"Saya mengimbau semua pihak yang mempunyai peran dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan nasional."

Berita Terkait

Video

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, menegaskan bahwa paradigma yang harus dibangun mulai kini adalah penyelenggaraan pendidikan berwawasan nasional, kompetitif serta mampu meningkatkan daya saing maupun daya juang peserta didik.

"Saya mengimbau semua pihak yang mempunyai peran dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan nasional, agar mampu bersaing di tingkat global dengan tetap menjaga identitas maupun jati diri bangsa," tandasnya di Jakart, Jumat.

Ia mengatakan hal itu di Jakarta, sekembalinya dari mengunjungi konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jawa Tengah (Jateng).

Sebagaimana tradisinya selama masa reses, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berkomunikasi secara efektif dengan rakyat yang telah memilihnya sebagai anggota DPR RI. Agenda utamanya melakukan kunjungan untuk bertatap muka dan berdiskusi dengan beberapa komponen masyarakat di daerah pilihannya.

"Beberapa institusi yang saya kunjungi antara lain adalah SMA El Shaday di kota Magelang, dan meninjau kerusakan yang diakibatkan banjir lahar dingin yang menerpa beberapa wilayah di kabupaten Magelang," ungkapnya.

Angelina Sondakh mengatakan, melihat kondisi masyarakat secara langsung akan dapat menajamkan kepekaannya untuk terus berjuang bagi kepentingan rakyat.

Sementara itu, pada kunjungan di SMA El Shaday -sebuah sekolah favorit yang dikelola lembaga swasta-, ia menyatakan komitmennya untuk tetap memperjuangkan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di kota Magelang.

"Terutama berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, melalui penyediaan sarana serta prasarana yang lebih memadai," ujar mantan Putri Indonesia yang komisinya di DPR RI membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.

Angelina Sondakh mengingatkan, Undang Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) telah memberikan amanat, agar tidak ada lagi diskriminasi maupun dikotomi antar penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah maupun pihak swasta.

"Semua mendapat perhatian dan kesempatan yang sama," katanya menegaskan.

Selain itu, dalam kesempatan kunjungan ke sekolah yang termasuk favorit ini, ia berkesempatan juga untuk memberi pembekalan kepada para siswa, terutama siswa-siswa kelas tiga yang menempuh Ujian Nasional (UN).

"Kepada mereka saya menekankan pentingnya kejujuran dan ketertiban dalam pelaksanaan UN serta memberikan semangat kepada para siswa, agar tidak melihat UN sebagai sebuah momok yang menakutkan," ujarnya.

Sebaliknya, menurut dia, ada baiknya mereka lebih melihat UN sebagai bagian dari tempaan yang memang harus dilalui dengan serius dan sepenuh hati.

Selain ke dapil-nya di Jateng, ia juga telah berkunjung ke Bengkulu, kemudian mengikuti kegiatan Partai Dekmokrat di Manado dan Yogyakarta.

Sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Angelina Sondakh pun memberi kesempatan pada konstituennya serta kader-kader partai yang ingin menyampaikan aspirasi.
(T.M036/M027)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Korban Tewas di Tahanan Akhirnya Diotopsi

Posted: 22 Apr 2011 06:25 AM PDT

Palu (ANTARA News) - Jasad Susanto Lakoro, korban tewas di sel tahanan Kepolisian Resort (Polres) Banggai, Sulawesi Tengah, akhirnya diotopsi pada Jumat pukul 17.00 Wita di Desa Langkoga Timur, Kecamatan Bualemo, tempat korban dimakamkan.

Paman korban, Suardin Lakoro alias Adin, yang dihubungi dari Palu, pada Jumat malam mengatakan, bahwa otopsi tersebut dilakukan oleh tim forensik dari Makassar.

"Hasilnya belum diketahui karena masih menunggu hasil uji laboratorium," kata Adin.

Otopsi tersebut dilakukan karena pihak keluarga tidak yakin jika korban Susanto meninggal akibat bunuh diri, seperti laporan dari kepolisian.

Adin mengatakan, proses otopsi tersebut dilakukan oleh dua orang dokter bersama tim medis lainnya. Menurut Adin, tim dokter memeriksa beberapa organ jenazah, seperti kepala, leher, paha dan bagian organ lainnya dalam tubuh korban.

"Mayat masih dalam kondisi utuh," katanya.

Dia mengatakan, tim dari forensik tiba di Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai selepas Shalat Jumat, lalu meluncur ke Desa Langkoga Timur, sekitar 130 kilometer arah timur dari Luwuk.

Tim dokter didampingi petugas dari Polres Banggai.

Dia mengatakan, proses penggalian mayat sudah dilakukan sebelum dokter datang, hanya saja penggalian dilanjutkan kembali dan mengangkat mayat dari liang lahat setelah tim dokter tiba di lapangan.

Proses otopsi tersebut, kata Adin, disaksikan ratusan anggota masyarakat di desa itu. Adin sendiri salah seorang saksi yang bertanda tangan dalam otopsi tersebut.

Dia mengatakan, belum diketahui kapan hasil otopsi tersebut diterima pihak keluarga karena masih menunggu pemeriksaan laboratorium.

Jumat malam ini sudah memasuki malam ke empat sejak korban dikebumikan pada Selasa siang.

"Malam ini di rumah duka masih ada kegiatan mengaji," katanya.

Korban dimasukkan dalam sel tahanan Polres Banggai pada Sabtu (16/4) dini hari. Korban dijemput polisi di rumahnya Desa Langkona Timur dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap pacarnya.

Susanto dilaporkan ibu pacarnya dengan tuduhan menggauli anaknya.

Pihak keluarga kaget setelah mengetahui Susanto telah meninggal dunia pada Senin (18/4) malam. Pihak keluarga mendapati korban sudah di rumah sakit, setelah dihubungi polisi.

Kapolres Banggai, AKBP Moh Agung Budijono, kepada wartawan mengatakan bahwa Susanto berupaya gantung diri dengan menggunakan handuk yang diikatkan di terali besi.

Tetapi, kawan satu selnya segera menolong sehingga Susanto masih sempat dilarikan ke rumah sakit Luwuk. Namun, ia meninggal dunia di jalan sebelum sampai ke rumah sakit.
(T.A055/M027)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen