Jumaat, 22 April 2011

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Longsor Filipina Telan 3 Nyawa & Puluhan Orang Hilang

Posted: 22 Apr 2011 01:34 AM PDT

DAVAO - Tiga orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya masih hilang akibat longsor yang terjadi di kawasan pertambangan emas di Filipina. Longsor tersebut menghancurkan rumah warga yang berada di sekitar pertambangan tersebut.


Longsor tersebut melanda pada dini hari tadi waktu setempat di saat para korban sedang tidur. Tiga orang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sementara 10 lainnya berhasil diselamatkan dari puing-puing rumah yang hancur diterjang longsoran.


"Jumlah korban mungkin akan terus bertambah," ungkap pejabat Badan Penanggulan Bencana Filipina Susan Madrid seperti dikutip AFP, Jumat (22/4/2011).


Sementara juru bicara militer Filipina Letnan Kolonel Camilo Ligayo mengatakan, beberapa tim militer sudah dikirimkan untuk melakukan proses penyelamatan.

Warga memperkirakan 40 orang lain dikabarkan hilang akibat longsor ini.


"40 orang dikabarkan masih hilang. Kami khawatir mereka terkubur di dalam terowongan tambang dan rumah mereka. Korban hilang dipastikan oleh warga yang berhasil selamat dalam longsoran. Dipastikan korban yang hilang saling mengenal satu sama lain," ucap Letkol Ligayo.


Proses penyelamatan terhadap korban sendiri terhalang oleh sulitnya medan. Dikabarkan ada 50 rumah berada di lokasi bencana, sebelum longsor itu melanda di wilyah Kingking ini. 


Belum jelas apa yang menyebabkan terjadinya longsor di wilayah pertambangan tersebut. Namun pihak memperkirakan pengerukan berlebihan dari wilayah bukit yang mengandung emas, memicu terjadinya longsor tersebut. 

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Pemerintah Isyaratkan Hapus Dividen Interim

Posted: 22 Apr 2011 01:33 AM PDT

JAKARTA - Pemerintah mengisyaratkan akan menghapus setoran dividen interim dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu dimaksudkan untuk membantu BUMN meningkatkan kinerjanya lantaran bisa mengalihkan setoran dividen interim guna mengembangkan ekspansi usahanya.

Sekretaris Menteri BUMN Mahmuddin Yasin mengatakan, pemegang saham 142 BUMN tersebut masih memperdalam pembahasan terkait porsi setoran dividen masing-masing sektor BUMN maupun rencana penghapusan dividen interim. "Tahun ini, belum dipastikan akan menarik dividen interim," kata dia di Jakarta baru-baru ini.

Dia menjelaskan, pemerintah selama beberapa tahun terakhir ini menarik dividen interim dari sejumlah BUMN besar. Karena itu, pemerintah hingga saat ini masih akan memfinalkan kajian mengenai dividen interim tersebut.

Kendati demikian, dia berharap, penarikan setoran dividen interim dari sejumlah BUMN besar tidak lagi dilakukan agar BUMN yang biasanya mendapat jatah setoran dividen interim bisa mengalokasikan dananya untuk mengembangkan usahanya.

Sementara, sebagai kompensasinya, pemerintah akan mendapatkan tambahan pajak dari perusahaan pelat merah akibat kinerja keuangannya yang semakin baik.

"Ke depan diharapkan tidak lagi demikian (penarikan setoran dividen interim) supaya likuiditas lebih lentur dan perusahaan bisa lebih berkembang," ujar dia.

Pemerintah pada tahun lalu menarik dividen interim dari BUMN besar sektor perbankan, telekomunikasi, semen, energi dan tambang guna menutup kekurangan setoran dividen BUMN.

Total dividen interim yang ditarik pemerintah dari sejumlah BUMN pada tahun lalu mencapai Rp2,25 triliun atau naik sekira 40,6 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp1,6 triliun. Sebelumnya, dari target setoran dividen sebesar 29,5 triliun, sekira Rp4 triliun merupakan dividen interim.

Sementara itu, BUMN yang menyetor dividen interim pada tahun lalu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp566 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencapai Rp526,16 miliar, Bank Mandiri senilai Rp412,4 miliar, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) Rp344,03 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp247,24 miliar dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) senilai Rp153,8 miliar.
(J Erna/Koran SI/ade)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen