Rabu, 30 Mac 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Apa yang Dicari Umar Patek di Pakistan

Posted: 31 Mar 2011 02:23 AM PDT

Apa yang Dicari Umar Patek di Pakistan?

Penulis: Jimmy Hitipeuw | Editor: Jimmy Hitipeuw

Kamis, 31 Maret 2011 | 09:23 WIB

The Investigative Team of Bali Bomb

Searah jarun jam, Umar a.k.a. Patek (35), Muhamad Ali Imron a.k.a. Alik (30), Dulmatin a.k.a. Amar Usman alias Muktamar a.k.a. Djoko Supriyanto (32), Umar a.k.a. Wayan (35), Fatih Fat a.k.a. Kudama alias Abu Umar a.k.a. Abdul Azis a.k.a. Heri a.k.a. Imam Samudra (35), dan Idris a.k.a. Jhoni Hendrawan alias Gembrot (35).

TERKAIT:

KOMPAS.com — Pertanyaan seputar bagaimana Umar Patek dapat berada di Pakistan dan apa yang telah dilakukan gembong teroris Bom Bali I di negara itu sejauh ini belum terungkap.

Pakistan selama ini dijadikan kiblat oleh militan asing yang berupaya menjalin kontak dengan para pemimpin Al Qaeda yang berbasis di kawasan barat laut negara ini yang berbatasan dengan Afganistan.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi menerangkan, aparat keamanan Pakistan menduga wakil pimpinan Jemaah Islamiyah ini bisa berada di Pakistan dengan menumpangi penerbangan komersial melalui Bangkok setelah mendapatkan sebuah paspor asli dengan menggunakan nama samaran.

Menurut Kabareskrim Polri, informasi yang diterimanya mengindikasikan Umar Patek diringkus bersama tersangka Al Qaeda lain dan ia bukan merupakan target dari penggerebekan itu.

Berita tentang tertangkapnya Umar Patek semula tersebar luas di Indonesia dan Filipina pada Selasa (29/3/2011). Aparat keamanan Pakistan kemudian mengonfirmasi laporan penangkapan pada Rabu (30/3/2011).

"CIA (Badan Intelijen Pusat AS) menyampaikan ke kami kemungkinan Patek berkunjung ke Pakistan," jelas salah satu pejabat keamanan Pakistan yang tidak ingin disebutkan namanya. Namun, pejabat keamanan Pakistan ini menekankan, operasi penangkapan Umar Patek sepenuhnya operasi aparat keamanan negaranya.

Sementara menurut pejabat keamanan Pakistan lainnya, yang juga tidak ingin disebutkan namanya, Patek saat ini menjalani interogasi yang diadakan oleh agen rahasia Pakistan.

"Merupakan kebijakan kami untuk menyerahkan kembali mereka (tersangka teroris yang tertangkap) ke negara asalnya," ujarnya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tekan Tingkat Kecelakaan dengan Doa

Posted: 31 Mar 2011 02:05 AM PDT

Tekan Tingkat Kecelakaan dengan Doa

Penulis: Egidius Patnistik | Editor: Egidius Patnistik

Kamis, 31 Maret 2011 | 09:05 WIB

WARSAWA, KOMPAS.com - Gereja Katolik Polandia akan menggelar Hari Doa nasional bagi pengemudi negara itu sebagai upaya untuk menggunakan semangat Kristen dalam meredam kemarahan di jalanan.

Bersamaan dengan hari doa nasional pada hari Minggu (3/4/2011) mendatang, Gereja juga menyelenggarakan dua hari retret bagi para pengemudi. Dalam retret itu mereka dapat merefleksikan sikap mereka ketika berada di belakang kemudi.

Cara mengemudi yang agresif dan buruk berkontribusi signifikan pada tingkat kematian yang tinggi di jalan-jalan Polandia, yang merupakan salah satu yang terburuk di negara maju. Sebuah survei yang dilakukan OECD, yang merupakan afiliasi dari International Transport Forum, pada tahun 2009 menemukan ada 12 kematian di jalan-jalan Polandia untuk setiap 100.000 penduduk. Di Inggris angkanya hanya 3,9 meskipun Inggris memiliki lebih banyak mobil dan jaringan jalan yang lebih besar.

"Banyak di antara kami berperilaku seperti orang kafir ketika sedang mengemudi," kata Pastor Marian Midura, penyelenggara hari doa itu, yang memiliki dukungan dari polisi nasional. "Meski kami menggantung rosario, membawa gambar orang-orang kudus di dalam mobil, kami tetap tidak menghormati pengemudi lain."

Para pastor di negara itu juga akan mengimbau warga untuk tidak mengemudi dalam keadaan mabuk yang faktor lain yang berkontribusi terhadap angka kematian.

Penyelenggaran Hari Doa itu merupakan kontribusi terbaru Gereja Katolik bagi keselamatan warga di jalan-jalan Polandia. Menjelang hari-hari libur penting Kirsten, Gereja membuat penyataan rutin tentang pentingnya etika mengemudi yang aman.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen