Selasa, 22 Mac 2011

detikcom

detikcom


Behind Enemy Lines, Mimpi Buruk Pilot Pesawat Tempur

Posted: 22 Mar 2011 01:29 PM PDT

Rabu, 23/03/2011 03:29 WIB
Behind Enemy Lines, Mimpi Buruk Pilot Pesawat Tempur 
Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Masih ingat film Behind Enemy Lines? Film yang diangkat dari kisah nyata seorang pilot Angkatan Laut AS yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah konflik Bosnia-Serbia. Walau bukan karena serangan lawan, kini 2 pilot AS mengalami nasib serupa di Libya. Untungnya tidak lama setelah pesawat F-15 mereka jatuh karena kerusakan teknis, keduanya ditemukan selamat.

"Satu pilot diselamatkan pasukan koalisi. Satunya lagi diselamatkan warga lokal Libya. Dia diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kemanusiaan. Kini keduanya sudah berada dalam perawatan militer AS," ujar Laksamana Samuel Locklear, komandan pasukan AS di USS Mount Whitney seperti ditulis AFP, Selasa (23/3/2011).

Jatuh di wilayah konflik memang mimpi buruk bagi seorang pilot pesawat tempur. Sudah jelas mereka akan diburu pihak lawan. Pihak lawan sangat berambisi untuk menginterogasi pilot tersebut.

Selain untuk mendapatkan informasi berharga, menawan seorang pilot pesawat tempur juga menjadi propaganda yang akan digunakan musuh. Segala pemberitaan atau informasi soal pilot yang ditawan akan menjadi tekanan psikologis dan menciptakan opini negatif di negara asal pilot tersebut.

Selama Perang Teluk, Presiden Irak Saddam Husein bahkan menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang bisa menangkap pilot sekutu yang pesawatnya ditembak jatuh.

Karena itu, setiap ada pilot jatuh, negara asal dan pihak sekutunya akan menggelar operasi SAR tempur sesegera mungkin. Waktu menjadi sangat penting karena mereka berlomba dengan pihak lawan untuk mendapatkan sang pilot.

"Tekanannya tinggi. Dengan tujuan untuk menyelamatkan pilot sesegera mungkin. Ini untuk mencegah pihak intelijen musuh mendapatkan data serta eksploitasi terhadap pilot yang ditangkap," ujar Kolonel Lee DePalo dalam laporannya ke Sekolah Pertempuran Udara AS.

Pihak AD, AL, AU serta Marinir AS memiliki tim SAR tempur dan standar operasional yang berbeda pula. 

Pihak AU AS misalnya, mereka memiliki tim pararescue jumpers. Tim ini memiliki kualifikasi mencari dan menyelamatkan pilot yang terjatuh. Sekaligus menahan serangan lawan.

Selain itu, dalam operasi SAR tempur, helikopter atau pesawat yang memiliki kemampuan mendarat vertikal akan segera dikirim untuk misi penyelamatan. Umumnya pesawat penyelamat ini akan diback up dengan pesawat tempur.

Dalam misi SAR di Kosovo tahun 1999, misalnya. Pesawat A-10 Thunderbolt dan F-16 siap sedia memberikan dukungan perlindungan udara dalam misi itu.

(rdf/adi)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Gempa 5,1 SR Goyang Dili Timor Leste

Posted: 22 Mar 2011 12:59 PM PDT

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

Message has successfully sent

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen