Rabu, 2 Februari 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Pendaki E4L Gapai Puncak Salju Ekuador

Posted: 03 Feb 2011 03:41 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspedisi "Equatorial Peaks for Lupus" atau E4L berhasil menggapai Puncak Cotopaxi 5.897 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan Puncak Cayambe 5.790 mdpl di Ekuador. Sepuluh anggota tim E4L tiba di Jakarta Rabu (2/2/2011), pukul 19.00 WIB, malam tadi.

Keberhasilam tim E4L menyambangi Puncak Cotopaxi, yang merupakan puncak gunung berapi tertinggi di dunia itu dilakukan pada Jumat (28/1/2011), pukul 9 pagi waktu setempat. Sementara itu, Puncak Cayambe telah lebih dulu sukses dilaksanakan tiga hari sebelumnya.

Pada pendakian ke Puncak Cotopaxi, E4L menempatkan enam pendakinya hingga ke puncak gunung tersebut. Ami Kadarharutami (46) menceritakan, keberhasilan dan kegembiraannya mencapai puncak gunung tersebut diungkapkan dengan luapan tangis saat ia tiba di Refugio Jose Rivas, pondok pendaki di ketinggian 4.700 mdpl di gunung itu.

"Meskipun disebut-sebut bahwa Cotopaxi adalah gunung yang sangat populer, namun gunung ini bukanlah gunung yang mudah. Tantangan suhu dan cuaca yang sangat ekstrem, tantangan medan es, hingga batas waktu pendakian yang sempit menjadikan pendakian ini sangat menguras energi," kata Ami, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/3/2011).

"Namun saya lega, karena dua puncak gunung sudah kami lalui. Dan yang lebih penting lagi, kami semua selamat," tambah Ami, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim E4L.

Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, seluruh tim berangkat dari Refugio pada tengah malam pukul 00.30 waktu setempat. Suhu di bawah nol derajat tidak menyurutkan niat sepuluh pendaki E4L untuk mengibarkan bendera Yayasan Lupus Indonesia dan bendera Merah-Putih di Puncak Cotopaxi. Hujan yang turun beberapa hari sebelum menjelang summit attack (pendakian ke puncak) juga membuat medan es sulit untuk didaki.

"Pendakian seperti tidak berujung. Tiga jam terakhir menuju puncak saya sudah hampir menyerah. Tanjakan semakin curam dan mustahil didaki. Namun, tekad saya kembali muncul. Perjuangan ini memang tidak sia-sia", kenang Myrnie (47), seorang pendaki pemula yang membulatkan diri berlatih bersama tim selama lebih 8 bulan terakhir dan bertekad mencapai puncak-puncak gunung bersalju di Ekuador.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Hillary Clinton Kecam Kekerasan di Mesir

Posted: 03 Feb 2011 03:30 AM PST

Mesir Bergolak

Hillary Clinton Kecam Kekerasan di Mesir

Penulis: Maria Natalia | Editor: Inggried

Kamis, 3 Februari 2011 | 11:30 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengecam bentrokan berdarah yang mengguncang Mesir antara demonstran anti Mubarak dan pendukung rezim Mubarak pada Rabu (2/2/2011) waktu setempat. Kecaman atas tragedi di Mesir tersebut, disampaikan Hillary saat menghubungi Wakil Presiden, Omar Suleiman.

Hilarry juga mengecam penembakan di Kairo Tahrir Square, Kamis (3/3/2011) dini hari. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Clinton menelepon Suleiman, menyesalkan kekerasan yang terjadi Rabu lalu yang menewaskan tiga orang

"Ini merupakan kejadian yang mengejutkan setelah beberapa hari lalu berjalan damai. Clinton mendesak pemerintah Mesir meminta pertanggungjawaban orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan," tambah Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

"Menteri Clinton juga menekankan peran penting Angkatan Bersenjata Mesir dalam menghadapi demonstrasi secara damai dan menyatakan keprihatinan agar semua pihak berkomitmen untuk menggunakan cara damai," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan