Rabu, 5 Januari 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Bupati Lamtim Melenggang Bebas

Posted: 05 Jan 2011 07:48 AM PST

Sidang Korupsi

Bupati Lamtim Melenggang Bebas

Rabu, 5 Januari 2011 | 15:48 WIB

KOMPAS/YULVIANUS HARJONO

Bupati Lampung Timur H Satono menjalani persidangan di PN Tanjungkarang, Senin (20/12/2010). Satono didakwa bersalah menempatkan dana APBD Lamtim senilai Rp 108 miliar ke Bank Perkreditan Rakyat Tripanca Setiadana

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Bupati Lampung Timur, Satono kini bisa melenggang bebas. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Lampung, mengabulkan eksepsi kuasa hukum Satono dan sebaliknya, mementahkan dakwaan penuntut umum.

Keputusan mengabulkan eksepsi kuasa hukum Satono ini termuat dalam Putusan Sela yang dibacakan ketua majelis hakim Robert Simorangkir, Rabu (5/1/2011). Sidang ini merupakan sidang ketiga dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana APBD Lamtim senilai Rp 108 miliar dengan Satono sebagai tersangka.

Majelis Hakim, dalam putusannya, menyatakan, surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum karena isinya tidak cermat dan salah (obscuur libel). Sebelumnya, dalam eksepsinya, kuasa hukum Satono, Sopian Sitepu mengungkapkan, dakwaan penuntut umum tidak cermat karena itu tidak menggunakan dasar hukum yang jelas dan tegas.

Tim penasehat hukum juga menilai jaksa melanggar asas legalitas dengan menjadikan PP No. 39/2007 tentang Pengelolaan Uang Negara sebagai dasar hukum. Sebab, aturan ini baru ada setelah perbuatan hukum terdakwa dilakukan. Dengan demikian, Satono kini bebas dari dakwaan hukum yang membelitnya.

Mendengar putusan ini, Satono yang mengenakan kopiah dan baju muslim warna putih abu-abu langsung sujud sukur. "Allalhu Akbar," teriaknya histeris. Sontak, teriakan ini disambut gemuruh tepuk tangan dari para pengunjung sidang yang mayoritas adalah para simpatisan Satono.

Terkait putusan ini, jaksa penuntut umum, Abdul Kohar mengatakan, pihaknya belum memutuskan akan melakukan banding atau tidak. "Pikir-pikir dulu," katanya kepada majelis hakim.

Penulis: Yulvianus Harjono   |   Editor: I Made Asdhiana Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tasikmalaya, Lumbung Pangan Organik

Posted: 05 Jan 2011 07:26 AM PST

Pertanian

Tasikmalaya, Lumbung Pangan Organik

Laporan wartawan KOMPAS Adhitya Ramadhan

Rabu, 5 Januari 2011 | 15:26 WIB

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Ilustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tingginya kesadaran petani di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terhadap kelestarian lingkungan melalui pertanian organik menjadi modal utama pemerintah setempat untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai lumbung pangan organik.

"Lumbung beras boleh ada di Karawang atau Indramayu tapi lumbung pangan organik ya Tasikmalaya," ujar Kepala Bidang Produksi Padi dan Palawija Dians Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Soni Prayatna, Rabu (5/1/2011).

Pernyataan Soni itu bukan isapan jempol belaka. Sebab, saat ini sudah terdapat 320 hektar sawah petani yang mengantungi sertifikat organik dan perdagangan berkeadilan dari lembaga sertifikasi internasiona The Institute for Marketology atau IMO yang berbasis di Swiss.

Sawah tersebut telah dikelola secara organik selama lebih dari lima tahun. Selain itu, ada 50 hektar sawah yang sedang menjalani proses sertifikasi organik dari Badan Standar Nasional Indonesia atau BSNI. Sawah ini dikelola secara organik tidak lebih dari tiga tahun.

Sawah-sawah tersebut, kata Soni, belum termasuk sawah yang dikelola secara organik tapi belum mendapat sertifikat organik. Bahkan, sejak tahun 2009 petani Kabupaten Tasikmalaya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Simpatik telah berhasil mengekspor beras organik ke sejumlah negara sepert Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab.

Ke depan, Soni sangat berharap sawah yang dikelola secara organik terus meluas hingga seluruh sawah yang ada sekitar 50000 hektar. Dengan demikian, kelestarian ekosistem sawah terjaga, produktivitas meningkat, penghasilan petani bertambah, dan masyarakat mendapat sumber pangan yang sehat.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya Henry Nugroho, menambahkan, selain padi pemerintah daerah pun sedang menerapkan pertanian organik pada hortikultura. "Dalam dua tahun terakhir kami menanam cabai dan manggis organik. Memang luas lahannya masih sedikit tapi diharapkan dari tahun ke tahun terus bertambah," kata Henry.

Editor: Glori K. Wadrianto Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan