Isnin, 8 Julai 2013

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Pakistan Dinilai Gagal Tangani Bin Laden

Posted: 08 Jul 2013 08:53 PM PDT

Sebuah laporan pemerintah yang bocor mengatakan Pakistan tidak mampu dan lalai dalam mendeteksi keberadaan Osama Bin Laden yang tinggal hampir satu dekade di negara itu.

Versi laporan bocor yang diterima oleh stasiun televisi al-Jazeera mengatakan bahwa pembunuhan Bin Laden oleh pasukan AS merupakan sebuah 'aksi kriminal pembunuhan' yang diperintahkan oleh Presiden Barack Obama.

Laporan pemerintah juga mengungkap secara detail tentang keberadaan pemimpin al-Qaeda dan kehidupan sehari-harinya setelah dia meninggalkan Afganistan pada tahun 2001.

Bin Laden tewas dibunuh oleh Pasukan AS pada bulan Mei 2011.

Kecurigaan AS terhadap lokasi Bin Laden pada saat itu sempat dimentahkan oleh pemerintah Pakistan.

Hanya asumsi

Aksi pasukan khusus AS, Navy Seal dalam penyergapan Osama bin Laden sempat membuat hubungan kedua negara memanas.

Tidak lama setelah aksi pasukan AS tersebut Parlemen Pakistan meminta dibentuknya tim penyelidik independen -Komisi Abbotabad- untuk mencari tahu apakah kegagalan pemerintah dalam mendeteksi keberadaan Bin Laden kerena ketidakmampuan pemerintah atau karena adanya kolusi dengan Al Qaeda.

Tim ini juga ditugaskan untuk menyelediki kegagalan intelijen Pakistan dalam mendeteksi kegiatan CIA yang melakukan serangan di negara tersebut yang menurut mereka telah mempermalukan rakyat Pakistan.

Laporan mengatakan bahwa intelijen Pakistan juga gagal mendeteksi kegiatan yang tidak biasa selama enam tahun Osama Bin Laden bersembunyi di Abbotabad.

Kepala Komisi Abbotabad, Javed Iqbal yang mengomentari tentang kebocoran laporan tersebut mengatakan kepada televisi Pakistan, Dunya TV bahwa laporan yang bocor itu hanya berdasarkan asumsi dan isinya tidak termasuk di dalam 100 rekomendasi yang dibuat oleh komisi itu berdasarkan temuan yang mereka dapatkan.

Editor : Egidius Patnistik

Putra Jenderal China Didakwa karena Memerkosa

Posted: 08 Jul 2013 08:51 PM PDT

BEIJING, KOMPAS.COM - Putra seorang jenderal China didakwa melakukan pemerkosaan, lapor media pemerintah negara itu. Kasus itu telah memicu kemarahan publik China terkait kehidupan sejumlah pemuda di kalangan elite yang tampaknya istimewa.

Li Tianyi, 17 tahun, "berada di antara lima tersangka yang diduga memerkosa secara beramai-ramai seorang perempuan di sebuah hotel" pada Februari lalu, lapor Xinhua, kantor berita milik negara, Senin (8/7) malam, yang mengutip jaksa penuntut umum di sebuah distrik kota Beijing.

Ayah remaja tu, Li Shuangjiang, berpangkat jenderal dengan jabatan dekan departemen musik untuk Akademi Seni militer China, dan dikenal karena menyanyikan lagu-lagu patriotik.

Kantor jaksa penuntut umum itu hanya memberikan nama keluarga tersangka tetapi menegaskan bahwa "kasus itu adalah kasus perkosaan beramai-rama yang sama", kata Xinhua.

Li Tianyi memicu kontroversi publik tahun 2011 setelah ia dan seorang remaja lain, keduanya mengendarai mobil mahal, menyerang pasangan yang dilaporkan menutup jalan mereka. Anak korban yang masih kecil menyaksikan peristiwa itu. Setelah kejadian itu menarik perhatian luas di media online, remaja itu kemudian dikirim ke fasilitas pemasyarakatan selama satu tahun dan jenderal itu meminta maaf atas tindakan anaknya.

Kebencian publik telah mencuat di China terhadap anak para pejabat yang berkuasa dan para keluarga kaya yang dipandang hidup boros atau tak terjangkau hukum karena koneksi mereka. Dalam sebuah skandal yang menonjol, anak seorang kepala polisi pada 2010 mencoba untuk menggunakan statusnya ayahnya demi menghindari masalah kecelakaan mobil yang fatal. Setelah melindas seorang mahasiswa di Provinsi Hebei di China utara, Li Qiming berteriak, "Gugat saya jika kalian berani. Ayah saya adalah Li Gang!" Pemuda itu kemudian dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Editor : Egidius Patnistik

Tiada ulasan:

Catat Komen