Isnin, 8 Julai 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Suriah undang kepala penyidik senjata kimia PBB

Posted: 08 Jul 2013 08:53 PM PDT

PBB (ANTARA News) - Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad mengundang Kepala Penyidik Senjata Kimia Perserikatan Bangsa Bangsa Ake Sellstrom ke Damaskus untuk membahas tuduhan penggunaan senjata yang dilarang digunakan dalam perang saudara Suriah.

Namun, Suriah mengisyaratkan pihaknya tidak akan berkompromi mengenai akses, demikian seperti yang dilaporkan Reuters.

Duta Besar Suriah di PBB Bashar Ja`afari mengatakan kepada wartawan bahwa Kepala Perlucutan Senjata PBB Angela Kane juga diundang Suriah untuk berbicara tentang penyelidikan senjata kimia oleh PBB itu.

Sejauh ini tim Sellstrom belum aktif bekerja di wilayah Suriah karena pemerintah Bashar hanya bersedia untuk mengizinkan akses ke kota Aleppo, di mana kedua pihak saling menuduh menggunakan senjata kimia.

Ja`afari mengatakan jika mereka menerima, para pejabat PBB akan melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Suriah dan para pakar nasional.

Utusan Suriah juga membuat tuduhan baru terhadap pemberontak, menunjuk mereka menimbun bahan kimia beracun.

"Pihak berwenang Suriah kemarin menemukan di kota Banias 281 barel berisi bahan kimia berbahaya," katanya, dan menambahkan bahwa bahan kimia tersebut "mampu untuk menghancurkan seluruh kota, jika tidak seluruh negeri."

Ja`afari mengatakan penyelidikan bahan kimia - yang termasuk glikol monoethylene dan polietilen glikol ditemukan di tempat penyimpanan yang terkait dengan "kelompok bersenjata teroris" masih berlangsung.

Pemerintah Suriah telah membantah menggunakan senjata kimia. Damaskus menuduh pemberontak menggunakan senjata kimia dalam dua tahun perang saudara, yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 90.000 orang sejak Maret 2011.

Para pemberontak membantah bertanggung jawab atas serangan senjata kimia.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah mendesak Suriah untuk memberikan Sellstrom akses untuk menyelidiki semua dugaan insiden senjata kimia.

Namun pemerintah Bashar hanya menginginkan tim PBB yang menyelidiki insiden di Aleppo sejak Maret, bukan pihak lain seperti dari AS, Inggris dan Prancis yang telah menulis kepada Ban tentang itu. Para pejabat mengatakan perundingan PBB-Suriah yang membahas akses telah mencapai kebuntuan.

Ja`afari, sebelumnya, ditanya apakah undangan untuk Sellstrom dan Kane berarti bahwa Suriah akan mempertimbangkan memungkinkan tim PBB untuk pergi luar Aleppo. Ia menunjukkan bahwa pemerintahnya tidak akan mengizinkan hal itu, dan mengatakan: "Tidak, Anda tidak akan melompat ke kesimpulan itu."

Juru bicara Ban, Martin Nesirky tidak mengatakan apakah peneliti PBB akan menerima undangan, yang digambarkan sebagai "bergerak dalam arah yang benar." Ia mengatakan pemerintah Suriah diperlukan untuk memberikan akses yang luas tim Sellstrom di seluruh Suriah "tanpa penundaan lebih lanjut dan tanpa syarat."

Tim Sellstrom telah siap lebih dari dua bulan untuk ke Suriah tetapi telah terhambat oleh perselisihan atas akses.

Penerjemah: Askan Krisna

Muslim China mulai jalankan puasa

Posted: 08 Jul 2013 08:42 PM PDT

Beijing (ANTARA News) - Muslim China sejak Selasa mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1434 H.

Sejak Senin (8/7) malam umat muslim di Beijing, memadati sejumlah masjid yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain di Masjid Niujie di kawasan Xi Cheng.

Sekitar 300 orang pria dan wanita datang untuk menjalankan Shalat Tarawih di masjid tertua dan terbesar di Beijing tersebut.

Sebagian muslim lainnya di Beijing menjalankan Tarawih di beberapa masjid lainnya seperti Shunyi dan Dongsi yang merupakan masjid terbesar kedua setelah Niujie.

Islam kali pertama dikenalkan di China pada abad ketujuh. Saat ini terdapat 10 etnis minoritas di China yang memeluk Islam sebagian besar mereka merupakan etnis Hui dan Uygur.

Asosiasi Islam China mencatat saat ini terdapat sekitar 20 hingga 30 juta warga muslim yang berada di Negeri Panda tersebut. Di China kini juga terdapat sekitar 30 ribu masjid.

Tak hanya itu, di China juga terdapat sekitar 40 ribu orang imam dan pengajar muslim.

Partai Komunis China dan Pemerintah China sangat menghormati dan menghargai keberadaan umat beragama lain, termasuk Islam. Hal itu tidak saja terlihat dari jumlah mulism yang menerus meningkat tetapi juga terdapat sembilan insitiut teologi Islam di China.

Dan sejak 1980 sudah sekitar 40 ribu muslim China yang menjalankan Ibadah Haji, demikian catatan Asosiasi Islam China.

Tiada ulasan:

Catat Komen