Isnin, 8 Julai 2013

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Polres Karawang siapkan rambu lalu lintas mudik

Posted: 08 Jul 2013 07:15 AM PDT

Karawang (ANTARA News) - Satlantas Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai menyiapkan rambu lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2013. 

"Sejumlah titik jalan raya di wilayah Karawang ini akan menjadi jalur mudik dan balik Lebaran. Jadi saat ini kita sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya," kata Kasatlantas Polres Karawang AKP M Rano Hadiyanto, di Karawang, Senin.

Dikatakannya, untuk saat ini sudah disiapkan 32 penunjuk arah menuju Jawa Tengah, 2.000 kanalisator (tolo-tolo) serta rambu-rambu penunjang kelancaran arus lalu lintas lainnya.

Sebanyak 32 papan penunjuk arah yang telah dibuat itu akan dipasang di titik-titik yang sudah direncanakan, yakni di jalur mudik khusus sepeda motor dan jalur utama mudik Lebaran 2013 yang biasa dilewati kendaraan roda empat.

Pemasangan rambu lalu lintas itu dilakukan untuk menunjang kelengkapan rambu lalu lintas yang sudah ada dan disediakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika setempat.

"Tetapi secara umum, pemasangannya akan dilakukan berdasarkan kebutuhan, seperti di wilayah pedesaan guna menghindari pemudik yang tersesat. Sedangkan untuk jarak dari penunjuk arah tersebut akan diberlakukan setiap 5 kilometer," katanya.

Sementara itu, Pemkab Karawang melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan setempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk perbaikan jalan yang dipastikan akan menjadi jalur mudik khusus sepeda motor pada arus mudik Lebaran 2013.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Karawang Acep Jamhuri mengatakan, sesuai dengan hasil survei sementara yang telah dilakukan, sejumlah titik jalan yang akan menjadi jalur khusus mudik sepeda motor mengalami kerusakan.

Sejumlah titik kerusakan jalan itu sendiri terlihat sejak dari pertigaan Johar sampai wilayah Cikalong. Kerusakan jalan tersebut perlu diperbaiki menjelang arus mudik Lebaran. Sebab jalur mudik dari Johar sampai Cikalong sepanjang sekitar 30 kilometer itu sudah menjadi jalur khusus sepeda motor setiap musim mudik Lebaran.

"Kita memastikan sebelum musim mudik Lebaran nanti, jalur Johar-Cikalong itu sudah selesai diperbaiki. Karena pada pekan ini sudah dimulai perbaikan jalan yang rusak di sepanjang jalur itu. Anggarannya sudah ada, sekitar Rp9 miliar," kata Acep.

Menag: hormati perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan

Posted: 08 Jul 2013 07:00 AM PDT

Senin, 08 Juli 2013 20:29 WIB | Dilihat 633 Kali

Sella Panduarsa Gareta

Menag Suryadharma Ali (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Surya Dharma Ali mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dapat menghormati perbedaan dalam penentuan awal puasa Ramadhan 1434 H dan tidak menjadikan perbedaan untuk memicu konflik.

"Yang puasa pada 9 Juli dan 10 Juli agar saling menghormati. Jangan perbedaan ini kemudian mengundang konflik satu sama lain, membuat perpecahan satu sama lain, dan akan lebih baik kalau kebersamaan itu dibangun," kata Menag Surya Dharma Ali di Jakarta, Senin.

Menag mengatakan bahwa perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan sangat mungkin terjadi karena kriteria yang digunakan untuk menentukan posisi hilal masih berbeda.

"Ada yang menggunakan enam derajat, delapan derajat, dua derajat, bahkan di bawah satu derajat. Jadi penentuan harinya juga akan berbeda," kata Menag.

Pemerintah sendiri, lanjut Menag, telah menetapkan untuk menggunakan posisi hilal pada dua derajat dalam menentukan awal Ramadhan.

"Penentuan posisi hilal tidak dapat dipaksakan harus menggunakan berapa derajat, ketentuan ini berdasarkan ilmu astronomi dan ilmu falaq bagi para kiyai," kata Menag.

Untuk itu, lanjut Menag, kepada pihak-pihak yang berpandangan berbeda dengan pemerintah, agar dapat saling menghormati keputusan masing-masing.

Menag mengemukakan pemerintah berharap perbedaan yang terjadi selama beberapa tahun tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan semangat persatuan dan kesatuan Islam.

Pemerintah bersama 12 ormas Islam menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu (10/7) 2013 melalui Sidang Itsbat yang digelar Senin (8/7).

Sementara itu, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia Muhammadiyah, yang tidak hadir dalam Sidang Itsbat, memutuskan bahwa awal Ramadhan jatuh pada Selasa (9/7).

Tiada ulasan:

Catat Komen