Selasa, 4 Jun 2013

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Pangsa Pasar Windows Phone Melonjak di AS

Posted: 04 Jun 2013 12:24 AM PDT

CALIFORNIA - Sistem operasi (OS) Windows Phone rupanya berhasil menunjukkan peningkatan. Menurut data terbaru perusahaan riset Kantar Worldpanel, produk Microsoft itu berhasil meraih 5,6 persen pangsa pasar di Amerika Serikat (AS) pada periode tiga bulan yang berakhir pada April 2013.
 
Dilansir dari Softpedia, Selasa (4/6/2013), pangsa pasar terbaru Windows Phone naik dari 3,8 persen pada tahun lalu.  Menurut Kantar Worldpanel, peningkatan year-on-year (yoy) 1,8 persen pangsa pasar Windows Phone menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan berkelanjutan.
 
Pertumbuhan Windows Phone disebut sangat terbantu dengan keberhasilan perangkat Nokia Lumia. Meski begitu, Windows Phone masih berada jauh dibelakang Android dan iOS, yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua di pasar.
 
Android berhasil menguasai pasar smartphone AS dengan pangsa pasar 51,7 persen. Sedangkan rivalnya, iOS, berada diurutan kedua dengan kontribusi 41,4 persen.
 
Adapun pangsa pasar BlackBerry dan Symbian turun pada periode yang sama, dengan masing-masing memiliki 0,7 persen dan 0,3 persen.
(adl)

Lampung Catatkan Deflasi 0,4%

Posted: 04 Jun 2013 12:23 AM PDT

FISKAL & MONETER

Selasa, 04 Juni 2013 14:23 wib

Tri Purna Jaya - Okezone

LAMPUNG – Perubahan harga barang dan jasa membuat Bandar Lampung kembali mengalami deflasi pada Mei 2013 sebesar 0,40 persen. Deflasi ini juga membuat Bandar Lampung menempati peringkat ke 51 dari 66 kota yang diamati perkembangan harganya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Bambang Widjonarko mengatakan, beberapa komoditi yang dominan memberikan andil deflasi di antaranya bawang merah, bawang putih, emas perhiasan, tomat, beras, ikan tongkol segar, ikan mas segar, ikan kembung segar, nangka muda, semangka, dan minyak goreng.

"Kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi terbesar, yakni 0,53 persen dan kelompok sandang sebesar 0,09 persen," katanya, Selasa (4/6/2013).

Bambang mengatakan, hanya kedua kelompok dari tujuh kelompok pengeluaran itu yang memberikan andil deflasi sebesar 0,40 persen terhadap perekonomian Bandar Lampung.

Sedangkan lima kelompok pengeluaran lainnya menahan laju deflasi atau mengalami inflasi yakni, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kemudian kelompok Kesehatan inflasi sebesar 0,03 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga sebesar 0,01 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi sebesar 0,01 persen.

"Satu kelompok lainnya, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak memberikan andil apa-apa," katanya.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), deflasi Bandar Lampung terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok Bahan Makanan yang turun sebesar 1,83 persen, kelompok Sandang turun 1,60 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,01 persen.

Sedangkan kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,99 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,75 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 0,12 persen. Dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,03 persen. (wan) (wdi)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Tiada ulasan:

Catat Komen