Selasa, 4 Jun 2013

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


KPU Malang tunda penyerahan penetapan pemenang pilkada

Posted: 04 Jun 2013 07:45 PM PDT

Malang (ANTARA News)  - Komisi Pemilihan Umum Kota Malang, Jawa Timur, menunda penyerahan penetapan pemenang dalam pemilihan kepala daerah setempat yang diselenggarakan 23 Mei lalu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Rusmifahrizal di Malang, Rabu, mengakui jika penyerahan penetapan pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) ke DPRD terpaksa ditunda, karena adanya gugatan dari pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Keputusan penundaan penyerahan penetapan ini diambil setelah mengetahui adanya gugatan di MK. Ada dua pasangan calon yang mendaftarkan gugatannya ke MK," katanya.

Kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftarkan gugatan ke MK tersebut adalah pasangan Achmad Mujais-Yunar Mulya (Raja) dan Sri Rahayu-Priyatmoko Ooetomo (SR-MK).

Sementara itu Ketua KPU Kota Malang Hendry ST mengaku pihaknya harus menghadapi gugatan tersebut sebelum menyerahkan penetapan hasil pilkada ke DPRD.

Untuk menghadapi gugatan dari dua pasangan calon itu, katanya, dalam pekan ini juga KPU segera memastikan siapa dan berapa jumlah kuasa hukum yang akan mendampingi KPU.

"Kami siap menghadapi gugatan terkait hasil pilkada tersebut, apalagi keputusan KPU sudah benar dan semua tahapan pilkada juga sudah sesuai ketentuan," tegas Hendry.

Soal adanya dugaan pelanggaran, tegas Hendry, itu bukan ranah dan kewenangan KPU, tetapi panitia pengawas pemilu (panwaslu).

Pada akhir Mei lalu, KPU Kota Malang telah menetapkan pasangan Moch Anton-Sutiaji (Aji) sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Malang terpilih dengan raihan suara 47,3 persen atau sebanyak 179.575 suara.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Raja, Ahmad Tarmizi mengatakan pihaknya siap mengawal proses hukum di MK, meski tanpa didampingi oleh kuasa hukum (pengacara).

"Gugatan yang kami ajukan ini terkait politik uang dan kampanye yang membawa atribut agama serta terjadinya kekosongan hukum terkait politik uang tersebut," tegasnya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tour de Singkarak sisakan 108 pebalap

Posted: 04 Jun 2013 07:40 PM PDT

Sijunjung, Sumbar (ANTARA News) - Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2013 hingga memasuki etape keempat dari Sijunjung menuju Pulau Punjung, Rabu tinggal menyisakan 108 pebalap dari 21 tim.

Sedikitnya ada 26 pebalap yang sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan karena berbagai hal mulai dari kecelakaan hingga gagal finis. Medan yang berat juga menjadi salah satu alasan banyak pebalap tidak bisa melanjutkan kejuaraan ini.

Meski sudah berkurang jumlahnya, persaingan antar pebalap dipastikan jauh lebih seru. Apalagi disetiap etape juaranya selalu berbeda. Hal ini menunjukkan kemampuan pebalap baik lokal maupun asing hampir merata.

Setelah menyelesaikan etape tiga yang dinilai sebagai etape terberat, semua pebalap yang ada dihadapkan dengan etape baru dengan jarak tempuh 189,5 km. Lintasan ini didominasi dengan jalan datar yang berkelok-kelok.

Pebalap yang mempunyai spesialisasi sprint dipastikan akan dominan di etape ini. Sebut saja pebalap dari Trengganu Cycling Team, Tabriz Petrochemical Cycling Team maupun pebalap dari 7 Eleven Filipina. Begitu juga pebalap dari Indonesia.

Di etape ini bahkan terdapat dua titik sprint yaitu di km 104 tepatnya di Pulau Punjung dan di km 147 tepatnya di Koto Batu. Sebelum beradu cepat di titik sprint semua pebalap dihadapkan dengan titik KOM di km 69 tepatnya di Tanjung Lolo.

"Etape ini berbeda dengan sebelumnya. Kami akan terus mencoba meski pebalap kami tinggal tiga yang bisa dimaksimalka," kata manajer BRCC Banyuwangi Team, Dadang Harries Purnomo sebelum start etape empat.

BRCC Banyuwangi Team sebelumnya diperkuat beberapa pebalap yang telah kenyang pengalaman seperti Herwin Jaya, Budi Santoso, Muhammad Taufiq, Kurniawan, Iman Suparman dan Warseno.

Khusus pebalap Indonesia, Aiman Cahyadi yang memperkuat Timnas Indonesia juga berpeluang besar mampertahankan posisinya sebagai pemegang Kaos Merah Putih sebagai tanda pebalap Indonesia tercepat.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen