Selasa, 25 Jun 2013

detikcom

detikcom


KPK Jadi Role Model Seleksi Masuk IPDN

Posted: 25 Jun 2013 12:29 PM PDT

Jakarta - Dalam seleksi calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dilaksanakan tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut membantu pengawasan proses seleksi hingga ujian masuk. KPK diharapkan bisa menjadi role model bagi seleksi penerimaan mahasiswa yang transparan dan bersih dari praktik kecurangan.

"KPK berupaya membantu melakukan deteksi dini dan keterlibatan KPK ini akan dijadikan model (role model)bagi penerimaan mahasiswa pendidikan tinggi kedinasan lainnya, termasuk bagi Akademi Kepolisian (Akpol) dan bagi Tes CPNS di Kejaksaan dan calon hakim," kata Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni dalam siara persnya, Selasa (26/6/2013).

Selain membantu dalam pengawasan hingga seleksi, KPK akan menjadikan Kampus IPDN Pusat dan 7 Kampus IPDN di daerah sebagai pilot project Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi perguruan tinggi lainnya.

"KPK juga menyarankan agar dalam Tahapan Seleksi CPNS calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014, terdapat tes tersendiri atau diintegrasikan dengan tes lainnya, terkait dengan materi tes integritas dan kejujuran," jelas Diah.

Berdasarkan Surat Menteri PAN dan RB Nomor B/1975/M.PAN-RB/6/2013 pada 5 Juni 2013, Calon Praja IPDN tahun ajaran 2013/2014 telah diikuti sebanyak 2.000 Praja. Pendaftaran dilakukan oleh peserta seleksi di Badan Kepegawaian Daerah kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Waktu pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2013 hingga 13 Juli 2013.

Diah berharap, dengan berpartisipasinya KPK dalam seleksi penerimaan pada tahun ini, ujian masuk dapat berlangsung dengan jujur dan transparan. Keikutsertaan KPK sebagai anggota penyeleksi juga diharapkan dapat berlangsung hingga tahun-tahun ke depannya.

"Guna mewujudkan seleksi yang netral, obyektif, terbuka dan transparan, maka setiap tahapan dalam seleksi penerimaan CPNS calon Praja IPDN 2013/2014, di bawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi," tuturnya.

Gagal Perkosa Anak Kandungnya, Seorang Ayah Coba Bunuh Diri. Selengkapnya di "Reportase Pagi", Pukul 04.25-05.25, hanya di TRANS TV

(rni/mok)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Jokowi Tes Langsung 3 Calon Camat

Posted: 25 Jun 2013 11:12 AM PDT

Jakarta - Pemprov DKI memaparkan hasil seleksi calon camat dan lurah DKI Jakarta. 3 Calon camat yang ikut hadir bahkan dites langsung oleh Gubernur DKI Joko Widodo.

"Dalam pelayanan prima terkait KTP, IMB dan yang lain-lainnya, mestinya Pak Camat punya ukuran masyarakat sudah puas atau belum. Ukurannya apa?" tanya Jokowi di Balai Agung, Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013).

Pertanyaan ini diajukan Jokowi untuk Camat Tambora Isnawa Adji yang maju memaparkan visinya sebagai camat. Isnawa Adji pun menjawab dengan jujur jika saat ini masyarakat masih jauh dari kata puas.

"Masyarakat jauh dari puas. Saya mohon izin untuk memberi kritik. Saat ini belum ada parameter tentang pelayanan publik yang detail," terang Isnawa Adji.

Isnawa mengatakan tidak seharusnya para camat memandang kaku posisi yang dimiliki. Seharusnya camat turun bekerja bersama lurahnya.

"Kalau kita memandang kaku posisi kita, maka kita hanya akan ada di belakang meja. Padahal seharusnya kita turun ke masyarakat," lanjutnya.

Jokowi mengaku puas dengan penjelasan tersebut. Jokowi bahkan mengatakan Isnawa Adji pantas untuk menjadi wali kota.

Jika Isnawa Adji mewakili camat definitif, dalam kesempatan ini Jokowi juga bertanya kepada calon camat dari non definitif, kepala Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Dr Loli Novita dan kepala sub. BPLHD, Mursidin.

Usai memaparkan idenya, Dr. Loli dikatakan Jokowi layak menjadi dokter pertama yang menjabat sebagai camat di Jakarta.

"Memangnya kita sudah memiliki camat dari dokter ya? Kalau belum, sepertinya kita akan punya," kata Jokowi disambut tepuk tangan para peserta lelang jabatan.

Gagal Perkosa Anak Kandungnya, Seorang Ayah Coba Bunuh Diri. Selengkapnya di "Reportase Pagi", Pukul 04.25-05.25, hanya di TRANS TV

(mok/mok)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan