Khamis, 13 Jun 2013

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


30 ikon kuliner tradisional siap dipromosikan di Bali

Posted: 12 Jun 2013 06:50 PM PDT

Denpasar, 13/6 (Antara) - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Bali, menggelar lokakarya 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI) dalam rangka kegiatan "Coaching Clinic" Kuliner Nusantara. 

"Lokakarya tersebut bertujuan untuk menjadi ajang sosialisasi dan promosi terhadap 30 ikon kuliner nusantara mengingat perkembangan pariwisata Bali terus mengalami kemajuan," kata Pembantu Ketua I STP Nusa Dua Dr Wisnu Bawa Tarunajaya di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis.

Selain itu, menurut dia, lokakarya juga bertujuan untuk mencari solusi agar proses pengolahan dan penyajian kuliner nusantara bisa lebih cepat dengan sistem penyajian yang menarik, karena biasanya proses dan pengolahan kuliner Indonesia memerlukan waktu lama sedangkan wisatawan ingin cepat bisa menikmati kuliner yang mereka pesan.

Acara tersebut dihadiri Agustin Mulyawati selaku Kasubdit Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus Konvensi, Insentif dan Even Kemenparekraf, Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Kade Subikshu.

Kegiatan itu menampilkan pembicara pakar kuliner nusantara William W Wongso.

Lokakarya tersebut melibatkan para akademisi, praktisi kuliner nusantara, kalangan industri pariwisata dan utusan dari sekolah pariwisata dan pengusaha bidang kuliner.

Lokakarya tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Juni 2013 antara lain diisi dengan penyampaian materi, praktik persiapan, pengolahan dan presentasi 30 ikon kuliner nusantara.

"Kegiatan ini sebaiknya bisa memberikan informasi dan referensi bagi peserta dalam penggalian dan pengembangan kuliner tradisional," ujar Wisnu.

Menurut dia, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi STP Nusa Dua karena sejalan dengan program dari pusat kajian kuliner yang dimiliki STP Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Kade Subikshu sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya tersebut karena dapat memberi inspirasi dan pemahaman yang sama kepada peserta, serta merangsang gagasan kreatif peserta, nantinya diharapkan memberi kontribusi terhadap pariwisata.

Pihaknya juga mengapresiasi lembaga Pusat Kajian Kuliner yang didirikan STP Bali untuk mampu menggali kekayaan kuliner lokal Bali.

"Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik setiap tahun ke Bali merupakan peluang besar untuk masuknya kuliner lokal Bali," ujarnya.

Sedangkan menurut pakar kuliner nusantara William W Wongso berharap 30 ikon kuliner nusantara tersebut mampu terus dipromosikan baik di dalam maupun luar negeri untuk pengembangan kuliner lokal dan menunjang pariwisata.

Pihaknya juga gencar mempromosikan ikon kuliner nusantara itu di luar negeri seperti Belanda, Jerman, Spanyol, Inggris, Mexico melalui kerja sama dengan departemen luar negeri untuk pengembangan kuliner nusantara.

Selain itu, William berharap STP Bali mampu mengembangkan sendiri masakan khas tradisional di Bali dan sekitarnya misalnya Lombok, Sumbawa dan Sulawesi.

"Dengan ditetapkannya 30 ikon kuliner nusantara bisa menjadi panduan dan proyek percontohan untuk menggali dan menampilkan kekhasan kuliner masing-masing daerah," katanya.

Menurut dia, Wisatawan datang ke Bali tidak hanya menikmati keindahan alam, budaya atau lainnya tapi juga untuk mencari kuliner karena kuliner lokal harus digali dan dipromosikan kepada wisatawan. 


(KR-WRA/I006)

DIY dorong penyelenggaraan atraksi desa wisata

Posted: 12 Jun 2013 06:24 PM PDT

Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penyelenggaraan atraksi seni dan budaya maupun kuliner di desa wisata yang ada di daerah itu.

"Apalagi kegiatan tersebut membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Beberapa `event` di desa wisata akan terus didorong agar desa wisata memiliki atraksi wisata budaya maupun kuliner yang menarik bagi wisatawan," kata Kepala Seksi Program Informasi Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Setyawan K.E., di Yogyakarta, Kamis.

Ia menjelaskan selama program kegiatan pariwisata itu berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat lokal, tentu akan didukung terus.

"Dengan konsep rendah biaya memiliki dampak tinggi maka Dinas Pariwisata DIY tetap mendukung kegiatan wisata sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," katanya.

Dinas Pariwisata DIY menargetkan jumlah wisatawan pada 2013 lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Target peningkatan kunjungan wisata itu, katanya, sebagai hal yang realistis. Pada 2012, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari dua juta orang.

"Kita optimistis capaian jumlah wisatawan selama 2013 akan lebih baik lagi karena `event` yang digelar lebih banyak dengan atraksi yang lebih bervariasi dan inovasi baru termasuk di sejumlah desa wisata," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan beberapa kegiatan pariwisata di DIY itu juga tidak lepas dari kontribusi para pemangku kepentingan pariwisata daerah itu yang selama ini mendukung agenda kepariwisataan setempat.

Sejumlah agenda kepariwisataan yang sudah dan akan digelar dengan dukungan Dinas Pariwisata DIY selama 2013, antara lain Pekan Budaya Tionghoa Jogjakarta, Jogja AirShow, Jogja Fashion Week, Jogja Bike Rendeveous, Jogja Summer Camp, Festival Perahu Naga, Festival Kuliner Kaliurang, Festival Andong, Becak, dan Sepeda Wisata.

(H008/M029)

Tiada ulasan:

Catat Komen