Khamis, 23 Mei 2013

Republika Online

Republika Online


Siswi SMA Peraih Nilai UN Tertinggi Ingin Kuliah di Bali

Posted: 23 May 2013 11:14 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ni Kadek Vani Apriyanti, siswa SMAN 4 Denpasar, peraih nilai ujian nasional murni tertinggi jenjang SMA di Tanah Air mengaku ingin melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali.

"Saya masih belum ada kepastian akan masuk Fakultas Kedokteran lewat tes atau tidak setelah berhasil meraih nilai UN tertinggi ini," katanya di Denpasar, Jumat (24/5).

Sebelumnya Mendikbud M Nuh mengatakan Provinsi Bali meraih prestasi gemilang dengan berada di posisi teratas untuk sekolah dan siswa dengan nilai rata-rata UN murni terbaik.

Untuk kategori sekolah, SMAN 4 Denpasar menjadi yang terbaik dengan nilai rata-rata UN mencapai 9,17 dan kategori siswa Ni Kadek Vani Apriyanti dari SMAN 4 Denpasar juga berada di urutan teratas dengan nilai rata-rata 9,87.

Terkait kesuksesannya menjadi peraih nilai UN tertinggi, siswa program IPA asal Gianyar ini mengatakan makin mengintensifkan belajar mendekati UN.

"Dekat-dekat pelaksanaan UN, saya lebih banyak latihan soal dan belajar kelompok. Di samping pihak sekolah juga mengadakan belajar intensif untuk siswa-siswa terbaik di program IPA," ujarnya.

Vani mengemukakan, ia mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. "Kalau memang dengan belajar saya bisa dapat nilai UN tinggi, ya saya belajar terus sampai titik jenuh saya tercapai," ucap anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Tak hanya meraih prestasi di UN, Vani sebelumnya sempat meraih medali perunggu pada Olimpiade Sains Nasional di Jakarta. Selain Vani, ada empat siswa dari Bali lainnya yang menembus daftar 12 besar peraih nilai rata-rata UN terbaik nasional.

Jelang Pilgub, Polres Banyumas Waspada Aksi Terorisme

Posted: 23 May 2013 11:14 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 26 Mei mendatang, Kepolisian Resor Banyumas mewaspadai kemungkinan adanya aksi terorisme.

"Sesuai instruksi Kapolda (Kepala Kepolisian Daerah) Jateng, selain pengamanan pilgub, kita juga diminta untuk mewaspadai aksi terorisme. Oleh karena itu, kami minta anggota untuk tetap waspada terhadap aksi ini," kata Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono, di Purwokerto, Jumat.

Kendati demikian, dia enggan menyebutkan sejauh mana langkah yang akan dilakukan guna mengantisipasi aksi terorisme di Kabupaten Banyumas.

Terkait pengamanan Pilgub Jateng, dia mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 1.025 personel guna mengamankan pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara di seluruh tempat pemungutan suara (TPS).

"Pengamanan Pilgub Jateng di Kabupaten Banyumas juga melibatkan 5.420 personel Linmas (Perlindungan Masyarakat), 90 personel Brimob, dan 180 personel TNI," katanya.

Selain menerjunkan personel ke seluruh TPS, kata dia, pihaknya juga menyiapkan satuan tugas (satgas) dan pasukan cadangan.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian ekstra terhadap sejumlah TPS di daerah terpencil, yakni dengan mengamankan distribusi logistik, pengamanan saat pencoblosan, hingga saat pengiriman kembali surat suara yang telah dicoblos ke tingkat desa maupun kecamatan.

Menurut dia, pola pengamanan di TPS terbagi menjadi tiga kategori, yakni TPS Aman, TPS Rawan 1, dan TPS Rawan 2.

"Dalam hal ini, kategori Aman pola pengamanannya terdiri dua polisi dan 18 linmas untuk sembilan TPS, kategori Rawan 1 pengamanannya terdiri dua polisi dan empat linmas untuk dua TPS, sedangkan kategori Rawan 2 pengamanannya terdiri dua polisi dan delapan linmas untuk empat TPS," katanya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan