Sabtu, 3 November 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Palestina: Waspadailah Pembalasan Israel

Posted: 03 Nov 2012 12:58 AM PDT

WASHINGTON - Negosiator Palestina Saeb Erekat mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan Israel akan mengambil tindakan untuk membalas Palestina yang ingin memperbaharui statusnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tak menutup kemungkinan Israel akan menjatuhkan sanksi ekonomi ke Palestina.

"Sangat penting bagi kita semua untuk mempersiapkan diri terhadap reaksi Israel terhadap pembaharuan status Palestina di PBB, kita juga harus menghindari kekacauan domestik," ujar Negosiator Palestina Saeb Erekat, seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (3/11/2012).

"Institusi Palestina harus siap untuk menghadapi dampak negatif dan melakukan antisipasi," imbuhnya.

Menurut Erekat, Israel bisa saja melakukan ancaman secara unilateral terhadap Otoritas Palestina seperti membekukan pendapatan pajak Palestina dan memblokir investasi Palestina. Israel pun bisa saja memperluas pemukimannya dan mengabaikan Perjanjian Oslo yang ditandatangani pada 1993 silam.

Sementara itu, beberapa langkah yang tampaknya akan dilakukan AS adalah membekukan bantuan finansial ke Otoritas Palestina dan menutup kantor perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington. AS juga akan menekan negara-negara lain agar tidak mendukung Palestina.

Tepat pada hari ini, Presiden Otoritas Palestina Mhamoud Abbas berjanji, tidak akan ada perlawanan terhadap Israel. Abbas berniat untuk menyelesaikan isu bilateralnya dengan Israel lewat jalur diplomasi.

Meski demikian, Abbas tetap menjadikan pembaharuan status menjadi prioritas utamanya. Dan setelah itu, Palestina baru akan berdialog dengan Negeri Yahudi.(AUL)

"PM Israel Terobsesi Mengebom Iran"

Posted: 02 Nov 2012 08:52 PM PDT

YERUSALEM - Pimpinan oposisi Israel Shaul Mofaz memulai kampanyenya dan mengkritisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurut Mofaz, Netanyahu terlalu terobsesi untuk mengebom Iran dan akan membawa Israel ke jalur yang tidak rasional.

"Netanyahu membawa kita ke jalur Mesianik bersama koalisinya lewat cara yang tidak bertanggung jawab dan tidak rasional," ujar Mofaz, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/11/2012).

Mofaz berpendapat, koalisi yang dibentuk Netanyahu dengan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman akan menciptakan fraksi yang sangat berbahaya bagi masa depan Negeri Yahudi. Mantan pejabat keamanan itu menyebut koalisi Lieberman dan Netanyahu sebagai koalisi dengan kepercayaan "Mesianik yang terobsesi mengebom Iran."

"Kita tidak bisa membiarkan Netanyahu memenuhi keinginannya," tegas Mofaz sambil berkampanye.

Sejauh ini, Netanyahu memang sering mengkampanyekan serangan militer ke Iran untuk menghancurkan program nuklir Negeri Persia itu. Serangan militer itu sama sekali tidak disetujui oleh negara-negara yang menjadi mitra Israel.

Sejumlah pakar keamanan di Israel juga mulai mengutarakan keberatannya atas ambisi Netanyahu menyerang Iran. Menurut para pengamat, serangan militer ke Iran akan menjadi bumerang yang menyerang Amerika Serikat (AS). Iran juga akan semakin berang dan melakukan pembalasan.(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan