Rabu, 12 September 2012

Republika Online

Republika Online


Premium Ditambah, Inilah Permintaan Khusus Hatta Rajasa

Posted: 12 Sep 2012 11:16 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penambahan kuota premium sebanyak 4 juta kiloliter diminta jangan disalahgunakan. Oleh karena itu, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengungkapkan jangan sampai subsidi melampaui pertumbuhan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi yang sebenarnya."Jangan sampai subsidi itu melampaui dari pertumbuhan yang sebenarnya sehingga terjadi enyalahgunaan,"ungkap Hatta di kantor menko perekonomian, Jakarta, Kamis (13/9).

Menurutnya, kuota premium memang harus ditambah karena tidak sesuai dengan desain kebutuhan awal yang mencapai 40 juta kilo liter. Dia menjelaskan ketidaktepatan prediksi tersebut karena adanya asumsi kenaikan harga BBM yang akhirnya batal.

Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,4 persen pun turut berperan dalam tumbuhnya sektor transportasi. Sehingga, konsumsi BBM menjadi membengkak. Oleh karena itu, Hatta pun meminta agar pengendalian dan penghematan konsumsi premium terus dilakukan untuk mencegah kejadian yang sama berulang.

Pemerintah akan mengajukan proposal untuk penambahan kuota premium bagi warga Jakarta yang akan habis pada September ini.

Wah, Mantan Tentara AS Jadi Pembunuh Bayaran

Posted: 12 Sep 2012 11:04 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS---Mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat mengakui bersalah pada Rabu atas keterlibatannya dalam sebuah konspirasi pembunuhan bayaran yang disusun oleh agen yang menyamar dan beraksi seperti anggota kartel narkoba Meksiko yang kejam, Zetas.

Kevin Corley, 29, juga mengakui bersalah atas tuduhan melakukan perdagangan narkoba dan senjata di pengadilan federal AS di Laredo, Texas, kata jaksa.

Pihak berwenang menahan dua orang lainnya dalam kasus kejahatan tersebut dan menembak mati orang ketiga, sepupu Kevin, Jerome Corley, saat investigasi panjang berbulan-bulan yang mencapai puncaknya pada Maret.

Corley adalah seorang letnan satu Angkatan Darat dari November 2008 hingga Maret 2012 yang bertugas di Afghanistan, kata seorang juru bicara perempuan. Ia berasal dari Colorado Springs, Colorado.

Operasi tersebut bermula setelah dua orang laki-laki mengatakan kepada agen yang menyamar sebagai anggota Zetas bahwa Corley bisa mendapatkan senjata otomatis dan senapan penembak sepenuhnya, menurut pengaduan tindak pidana federal.

Corley bertemu dengan agen yang menyamar itu pada September 2011, mengatakan pada agen tersebut bahwa dirinya seorang perwira dan pelatih di Angkatan Darat, dan bisa meminta tim pembunuhan untuk menyerang peternakan dan mendapatkan kembali 20 kilogram kokain yang dicuri oleh saingannya, menurut permohonan pembelaannya.

Ia kemudian mengatakan kepada agen itu bahwa ia bisa melakukan pembunuhan kontrak, katanya dalam permohonan pembelaan tersebut. Corley menawarkan untuk melakukan pembunuhan dengan uang sebesar 50.000 dolar dan lima kilogram kokain, dan mengatakan ia akan mengembalikan uang tunai tersebut jika ia tidak mendapatkan kokain dan melakukan pembunuhan itu, menurut permohonan pembelaannya.

Agen tersebut mengatakan Corley menjual kepada kartel itu rompi anti peluru, buku-buku petunjuk Angkatan Darat, dua senapan AR-15 dan peralatan lainnya.

Pada Rabu, Shavar Davis, 29, dari Denver, juga mengakui kesalahannya kepada federal atas tuduhan konspirasi pembunuhan bayaran dan perdagangan narkoba karena perannya dalam kompolotan tersebut.

Corley dan Davis menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara karena keterlibatannya dalam pembunuhan bayaran dan hukuman minimum 10 tahun konspirasi perdagangan narkoba.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan