Jumaat, 15 Jun 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Pengadilan larang putra Gurkha pindah ke Inggris

Posted: 15 Jun 2012 01:45 PM PDT

London (ANTARA News) - Empat keluarga Nepal kalah dalam persidangan di Inggris, Jumat, untuk memperjuangkan hak putra dewasa Gurkha menetap di negara Eropa itu bersama orang-tua mereka.

Seorang hakim pengadilan tinggi di London mengukuhkan putusan sebelumnya yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Inggris yang menetapkan bahwa empat pemohon Nepal, yang berusia akhir 20-an dan awal 30-an tahun, tidak diizinkan tinggal tanpa batas waktu di Inggris, lapor AFP.

Gurkha, yang terkenal karena garang dan membawa pisau khas melengkung Kukri, menjadi bagian dari militer Inggris selama hampir 200 tahun.

Sekitar 200.000 prajurit Gurkha berperang untuk Inggris pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II dan lebih dari 45.000 orang tewas dengan memakai seragam militer Inggris.

Para pengacara dari keempat pemohon itu mengatakan bahwa kebijakan saat ini, yang melarang anak-anak pejuang Gurkha pindah ke Inggris bersama orang-tua mereka jika mereka telah berusia di atas 18 tahun, tidak mencerminkan "kesetiaan dan komitmen" keluarga mereka pada Inggris.

Hakim David Eady menyatakan menghormati "kontribusi besar" para pejuang Gurkha bagi Inggris namun mengatakan, "Saya harus menentang kecaman atas kebijakan itu atau upaya-upaya untuk merusaknya."

Sejak 2004, para mantan prajurit yang bertugas untuk pasukan Inggris dan diberhentikan di negara itu diizinkan menetap di negara Eropa tersebut.

Upaya pada 2009 yang dipimpin oleh aktris Inggris Joanna Lumley berhasil membuat veteran Gurkha yang pensiun sebelum 1997 dengan masa tugas sedikitnya empat tahun memperoleh hak untuk tinggal secara permanen di Inggris. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Militer Lebanon bentrok dengan pengungsi Palestina

Posted: 15 Jun 2012 12:33 PM PDT

Tripoli, Lebanon (ANTARA News) - Seorang pria Palestina tewas Jumat dalam bentrokan antara militer Lebanon dan pengungsi Palestina di wilayah utara negara itu, kata beberapa sumber keamanan dan pemimpin kamp pengungsi.

Satu sumber keamanan mengatakan, sedikitnya empat orang Palestina cedera, namun seorang pemimpin kamp pengungsi menyebutkan jumlah warga Palestina yang terluka mencapai 23, lapor Reuters.

Warga masih dilanda ketegangan setelah bentrokan berhenti, dan banyak orang melemparkan batu dan memblokade jalan-jalan di dekat kamp itu, yang terletak tidak jauh dari kota pelabuhan Tripoli, Lebanon utara.

Pasukan mengepung daerah-daerah sekitar kamp pengungsi Nahr al-Bared, yang hancur pada 2007 ketika militer Lebanon terlibat dalam pertempuran dengan militan di sana.

Bentrokan Jumat itu meletus ketika militer berusaha menghentikan pertengkaran antara dua orang Palestina di kamp itu, kata penduduk. Sejumlah orang merespon dengan melemparkan batu, namun insiden itu memanas dengan tembakan senapan.

Penduduk menyalahkan kekerasan itu pada pasukan, kata beberapa pemimpin kamp, namun sumber-sumber keamanan menekankan bahwa korban yang tewas tidak terkena tembakan aparat.

Ketegangan belum mereda di sekitar wilayah kumuh pesisir itu sejak 2007, ketika militer bergerak masuk untuk memerangi kelompok Fatah al-Islam yang terinspirasi Al Qaida.

Lebih dari 400 orang tewas, termasuk 170 prajurit, dan 6.000 rumah hancur dalam pertempuran itu.

Terdapat 12 kamp pengungsi yang menampung lebih dari 200.000 orang yang terdaftar di Lebanon, namun pengamanan di kawasan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok Palestina.

Ketegangan antara kelompok-kelompok Palestina tetap menimbulkan risiko tinggi bagi stabilitas di Lebanon, yang telah menderita akibat serangkaian pembunuhan, perang dengan Israel dan krisis politik internal yang melumpuhkan dalam beberapa tahun ini. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan