Khamis, 26 April 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Istri Pangeran Andrew kagumi busana Muslim

Posted: 26 Apr 2012 07:25 AM PDT

ilustrasi Parade Busana Muslim Model. (FOTO ANTARA/Teresia May)

Berita Terkait

London (ANTARA News) - Istri Pangeran Edward, The Countess of Wessex, Sophie, mengagumi busana Muslim yang dibawakan oleh peragawan dan pragawati Inggris dalam acara Islamic Fashion Festival 2012 yang berlangsung di gedung The Natural History Musuem, London, Rabu malam yang juga dihadiri perancang Indonesia, Ghea Panggabean..

Ruang museum yang disulap menjadi catwalk dalam acara Charity Dinner untuk mengalang dana bagi The Duke of Edinburgh`s internasional Award dan The Wessex Youth Trust, para peragawati memperagakan busana muslim dari perancang terkemuka dari Malaysia, Marako, Lahore serta satunya dari Indonesia Ghea Panggabean.

"Acaranya sangat menarik, apalagi hasil dari Gala Dinner diperuntukkan untuk kegiatan sosial," ujar Sophie kepada koresponden ANTARA London, Rabu malam.

Istri Pangeran Edward, putra bungsu Ratu Elizabeth itu yang berkecimpung dalam kegiatan social mengakui bahwa busana Muslim sangat bagus dan menarik.

Acara Islamic Fashion Festival (IFF) 2012 yang digagas pria muda asal Malaysia, Raja Rezza Shah digelar selain di London untuk kedua kalinya juga selenggarakan di Kuala Lumpur, Indonesia, Dubai, New York dan Monte Carlo.

"Saya bangga mengatakan bahwa Monaco mendapat kehormatan yang pertama digelarnya Islamic Fashion Festival di Eropa dua tahun lalu yang dihadiri oleh Pangeran Albert," ujar Duta Besar Monaco di London, Evelyne Genta.

Avelyne Genta, yang menjadi Dewan IFF bersama Taty Bakrie dan Titiek Soeharto, mengakui penyelenggaraan IFF awalnya diadakan di Malaysia di tahun 2006 dan sejak itu IFF berkembang ke berbagai negara seperti di Abu Dhabi, Jakarta, Dubai, Singapura dan New York.

Diakuinya penyelenggaraan Islamic Fashion Festival adalah bertujuan untuk mempromosikan keberagaman yang dapat menarik bagi perempuan dari semua lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Sementara itu istri Perdana Menteri Malaysia Datin Paduka Seri Rosma Mansor, salah seorang patron IFF mengatakan bahwa Islamic Fashion Festival kali ini bertemakan Diversity in Modesty.

Diakuinya sejak abad ke tujuh, seni Islamic terus berkembang dan esensi dari busana Muslim adalah kesederhanan yang menjadi potret dari tradisi dan cara hidup kita.

Dunia fashion dalam Islam, menurut Datin Paduka Seri Rosma Mansor , memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki persepsi mengenai Islam itu sendiri.

"Islam merupakan kedamaian, keadilan, toleran dan kesamaan hak serta respek untuk keberagaman, sesuai tema Islamic Fashion Festival malam ini yaitu Diversity in Modesty," katanya.
(T.H-ZG/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Olga Lydia terkesan dengan sosok "Soegija"

Posted: 26 Apr 2012 07:22 AM PDT

Sutradara Film Soegija Garin Nugroho (kanan) bersama Produser Film Soegija Murti Hadi Wijayanto (kedua kanan), Pemain Fim Soegija Olga Lydia (kedua kiri) dan Produser Film Soegija Djaduk Ferianto (kiri). (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Olga Lydia terkesan dengan sosok Soegijapranata, seorang tokoh nasional yang akan diangkat kisahnya ke layar lebar oleh sineas kawakan Garin Nugroho melalui film "Soegija".

"Soegijapranata itu merupakan sosok pemimpin yang luar biasa, seorang tokoh keberagaman yang bisa dijadikan teladan," kaga Olga dalam dalam diskusi tentang film tersebut di Epicentrum Walk, Jakarta, Kamis.

Seogijapranata adalah seorang Uskup Katolik pribumi pertama yang memiliki peran besar ketika masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang dibuktikannya dengan memindahkan pusat keuskupan dari Semarang ke Yogyakarta, bersamaan dengan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta kala itu.

Bagi Olga, proses pembuatan film "Soegija" sendiri memberikan pengalaman luar biasa, terutama dalam hal penghayatan tokoh seorang ibu yang diperankannya.

"Saya jadi ibu seorang anak bernama Ling Ling, yang ceritanya mereka harus terpisah karena kedatangan Jepang ke Indonesia pada 1942," kata Olga.

Selain unsur sejarah yang kuat, kata Olga, sisi kemanusiaan yang ditampilkan dalam film "Soegija" sangat menyentuh bagi siapa saja yang menontonnya.

"Terus terang dengan film ini saya semakin berempati terhadap para perempuan yang berada dalam situasi konflik, ketika mereka menjadi korban penindasan para penjajah," kata Olga.

Olga juga memuji sutradara Garin Nugroho yang mampu menampilkan set secara detail dan membangun nuansa perjuangan yang begitu kuat dalam film.

"Saya sempat menangis ketika melihat adegan ketika banyak korban yang gugur akibat perang," kata Olga.

Olga berharap film yang juga dibintangi oleh Nirwan dewanto (Soegija), Annisa Hertami (Mariyem), Andrea Reva (Ling Ling) dan dua pemeran asal Belanda dan Jepang itu bisa memberikan kesan yang mendalam bagi para penonton.

"Dengan menonton film ini kita bisa melihat sosok pemimpin teladan di masa lalu, yang akan membuat kita merindukan sosok itu saat ini," kata Olga.

"Soegija" memakan waktu proses syuting selama 28 hari dengan menghabiskan 12 miliar rupiah untuk biaya produksi yang sudah dikonsep selama lebih dari setahun , sementara pemain yang dilibatkan dalam film tersebut berjumlah 2.275 orang.

Film yang juga ditangani oleh musisi Djaduk Ferianto dalam hal pembuatan musik latar dijadwalkan memasuki bioskop tanah air pada 7 Juni mendatang.
(T.P012/H-KWR)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan