Khamis, 2 Februari 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Brankas Unilever Manado dibongkar rampok

Posted: 02 Feb 2012 06:22 AM PST

Manado (ANTARA News) - Kawanan perampok beraksi dengan membongkar tiga brankas yang berisi uang jutaan rupiah milik perusahaan Unilever yang berada di Kelurahan Kombos, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis.

Dalam aksi yang dilakukan sekitar sepuluh orang tersebut, para perampok sempat menyandera dua petugas Satpam di gudang perusahaan itu, dengan mengikat dan memplester mulut kedua orang itu.

Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang mengatakan, petugas polisi sementara turun lapangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan tersebut.

"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan," kata Ampulembang.

Amran Ampulembang mengatakan, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Polisi juga telah memintai keterangan saksi korban kedua petugas pengamanan itu," kata Ampulembang.

Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Deisi Hamang mengatakan, perampokan yang terjadi di gudang perusahaan Unilever tersebut pada Kamis (2/2) dini hari sekitar pukul 02.00 wita.

Sebanyak sepuluh orang perampok masuk kegudang tersebut dan menyandera petugas Satpam yang berjaga di Kantor tersebut.

"Para perampok mengikat kedua satpam itu dan menutup mulut petugas itu dengan lakban," kata Hamang.

Deisi Hamang mengatakan, kemudian para perampok itu membongkar tiga buah brankas di gudang perusahaan unilever tersebut.

Perampk kemudian mengambil uang sekeitar Rp14 juta pada dua brankas, sedangkan satu brankas dalam keadaan kosong.

Selain uang jutaan rupiah, perampok juga mengambil sejumlah barang lainnya seperti satu laptop serta sepuluh buah jam tangan. (ANT)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Jangan skeptis soal Leopard

Posted: 02 Feb 2012 06:20 AM PST

Leopard 2A5, sementara yang direncanakan untuk dibeli TNI-AD dari Angkatan Darat Kerajaan Belanda sebanyak 100 unit adalah tipe yang lebih mutakhir, Leopard 2A6. (wikipedia)

... jangan spektis melihat permasalahan. Tank ini bisa di segala medan dan tidak masalah digunakan seperti tank dalam Perang Dunia Kedua...

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Belum final rencana pembelian 100 tank 2A6 Leopard buatan Jerman dari Angkatan Darat Kerajaan Belanda. Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI Syarifudin Tippe, mengajak masyarakat jangan skeptis melihat permasalahan tentang itu.

TNI-AD memerlukan main battle tank (MBT) Leopard 2A6 karena tank bekas asal Belanda itu memiliki teknologi canggih. "Tank ini bisa menjangkau sasaran secara presisi. Kita perlu tank ini, untuk mengembangkannya di masa depan," katanya, di Jakarta, Kamis.

Rencana pembelian 100 unit tank Leopard dari pemerintah Belanda merupakan keputusan yang tepat.

Di sisi lain, Tippe yang berasal dari korps infantri bisa menerima pendapat bahwa Leopard dengan bobot kosongnya yang 62 ton tidak pas dengan keadaan infrastruktur dan topografi Tanah Air.

Menurut dia, Leopard didesain bisa beroperasi di segala medan, sehingga cara melihatnya harus diproyeksikan menghadapi medan peperangan dan tidak semata mempermasalahkan penempatannya di Jakarta dan Surabaya.

"Kita jangan spektis melihat permasalahan. Tank ini bisa di segala medan dan tidak masalah digunakan seperti tank dalam Perang Dunia Kedua," ujar Syarifudin.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI-AD, Jenderal TNI Pramono E Wibowo, menegaskan, rencana pembelian 100 unit Leopard masih dalam perundingan. "Kami ini sedang mencari yang sesuai dengan permintaan prajurit di lapangan serta anggaran yang tersedia, " kata Wibowo, di sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat 2012.

KSAD juga mengatakan telah meminta maaf kepada Dewan Perwakilan Rakyat karena komunikasi yang kurang berjalan dengan baik antara TNI AD dan badan legislatif. Dana dari pemerintah untuk meremajakan arsenal militer Indonesia sebanyak Rp14 triliun. (ANT)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen