Rabu, 11 Januari 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Asean Desak Sanksi Bagi Myanmar Dihapus

Posted: 11 Jan 2012 06:01 AM PST

PHNOM PENH - Negara-negara anggota Association of South East Asian Nations (Asean) mendesak agar negara Barat untuk menghapus sanksi terhadap Myanmar. Permintaan ini terkait perubahan yang terjadi di negara tersebut saat ini.


Sanksi keras memang diterapkan kepada Myanmar oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa. Sanksi ini dijatuhkan menyusul dugaan banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Myanmar.


Selain pelanggaran HAM, Myanmar juga dianggap enggan untuk membebaskan para tahanan politik. Akibatnya, negaranya yang dahulu dikenal Burma ini terus diisolasi oleh dunia internasional.


"Demokrasi di Myanmar saat ini tengah mengalami kemajuan," ujar Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong seperti dikutip AFP, Rabu (11/1/2012). 


"Menteri Luar Negeri Myanmar sudah meminta Asean untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap negara mereka," imbuhnya usai pertemuan awal Menteri Luar Negeri Asean di Siem Reap.


Myanmar saat ini tidak lagi dipegang oleh junta militer. Pemerintahan sipil yang dipimpinn mantan jenderal Thien Shein terus mengejutkan dunia dengan reformasi yang dilakukannya. 

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Salmond: Referendum Kami Legal

Posted: 11 Jan 2012 05:01 AM PST

EDINBURGH - Menteri Pertama Skotlandia bersikeras referendum kemerdekaan Skotlandia dari Inggris adalah legal. Referendum itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2014 mendatang.


Alex Salmond menepis anggapan Inggris yang menyebutkan bahwa Pemerintah Skotlandia tidak memiliki kekuasaan untuk mengadakan referendum. 


"Rencana referendum kemerdekaan (Skotlandia) pada 2014 adalah legal. Inggris mencoba untuk mencampuri urusan kami melakukan referendum ini," ujar Salmond seperti dikutip Rutherglen Reformer, Rabu (11/1/2012).


Kenekatan Salmond untuk melakukan referendum di 2014, menepis anjuran dari Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menginginkan masalah ini diselesaikan lebih cepat. Inggris sendiri memang dianggap telah melakukan intervensi terhadap Skotlandia mengenai penentuan waktu referendum ini.


Sementara Mantan Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling menilai argumen Salmond untuk melakukan referendum pada 2014, tidak lebih sebagai upaya mengulur waktu.


"Satu-satunya alasan referendum dilakukan hingga 2014 mendatang adalah, karena Salmond sadar dirinya tidak akan bisa memenangkan referendum itu. Dia hanya mencoba mengulur waktu," jelas Darling.


Melihat sebuah survei yang dilakukan oleh British Future, memang pantas bagi Salmond untuk mengulur waktu. Survei itu menunjukan 54 persen warga Skotlandia masih ingin bergabung dengan Inggris, sementara 29 persen lainnya menginginkan kemerdekaan.

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen