Sabtu, 3 Disember 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Kondisi Jembatan Siak Pekanbaru Mengkhawatirkan

Posted: 03 Dec 2011 01:00 AM PST

PEKANBARU - Warga Pekanbaru mulai resah dengan kondisi jembatan Siak I, yang usianya sudah mulai ujur. Ditambah lagi, padatnya lalu lintas membuat jembatan terasa goyang jika dilintasi.

"Kalau kita melewati jembatan Siak I ngeri rasanya. Jika kendaraan banyak lewat seperti mau roboh aja," kata Ardi Yurnarizal, warga Rumbai, Pekanbaru yang saban hari melintas di jembatan itu saat ditemui okezone, Sabtu (3/12/2012).

Jembatan Siak yang juga dikenal dengan Leighton itu memiliki panjang 350 meter. Jembatan ini merupakan penghubung antara Rumbai dengan Pekanbaru.

Jembatan ini berdiri diatas Sungai Siak yang merupakan sungai terdalam di Indonesia, dan merupakan salah satu jembatan tertua di Riau. Kini jembatan itu berusia 34 tahun.

Pada tahun 1977, jembatan Siak diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto, dan merupakan jalur terpadat yang dipakai oleh warga Pekanbaru.

Hanya sebagian kecil warga saja khusunya yang berada di bantaran sungai Siak yang masih memakai transportasi kapal kayu untuk menyebrang

Kini kondisi sejumlah kontruksi jembatan sudah mulai banyak yang rusak dan aus. "Apabila kita lewat ada banyak bunyi-bunyi seperti mau roboh. Kita berharap ada perbaikan jembatan Siak ini," tambah Bukde warga jalan Sekolah Rumbai  yang juga setiap saat melintasi jembatan itu
  
Karena keadaan jembatan yang memprihatinkan itu, sering dikabarkan kalau jembatan itu roboh, dan termasuk salah satu jembatan yang rawan ambruk di Indonesia.

Rencananya, pemerintah daerah akan melakukan penguatan kontruksi jembatan, pada 2012. Diharapkan, dengan dilakukannya penguatan kontruksi tersebut, nantinya transportasi darat antara dua sisi sungai tersebut akan berfungsi seperti semula.
(amr)

Full content generated by Get Full RSS.

Angin Puting Beliung Robohkan 6 Rumah di Ngawi

Posted: 02 Dec 2011 11:47 PM PST

NGAWI - Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di Ngawi, Jawa Timur, membuat sedikitnya enam rumah di empat kecamatan di Ngawi rusak dan puluhan rumah lainnya rusak.

Kondsi terparah ditemukan di Desa Cempoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupatan Ngawi. Di sini setidaknya tiga rumah roboh saat diterjang angin kencang pada Jumat petang kemarin.

Pantauan di lapangan, kondisinya bangunan sudah tak bisa digunakan lagi, Sabtu (3/12/2011). Bagian atapnya sebagian besar sudah hilang terhempas oleh embusan angin selama sekira satu jam.
 
Selain karena kondisi bangunan yang rapuh, banyaknya pohon besar yang yang tumbang dan beberapa di antaranya menimpa rumah warga membuat konidisi desa semakin porak poranda.

Salah seorang korban, Nyoto, mengatakan rumahnya rusak akibat tertimpa pohon. Dia menceritakan, saat kejadian para warga berhamburan keluar rumah dan langsung menuju balai desa atau berteduh di rumah warga lain yang lebih kokoh.

Saat itu Nyoto mengalami luka lecet di bagian muka karena tertimpa genting yang terbang.

Sementara itu hari ini, tanpa dibantu oleh Satkorlak Pemkab setempat warga langsung membersihkan puing bangunan dan mengais barang berharga miliknya yang masih bisa digunakan.

Selain di Desa Cepoko, kondisi serupa juga dialami beberapa desa di tiga kecamatan lain yaitu Sine, Widodaren, dan Mantingan. Secara keseluruhan tercatat enam rumah roboh di empat desa tersebut.
(Asfi Manar/Sindo TV/kem)

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan