Ahad, 11 Disember 2011

Republika Online

Republika Online


Mau Membakar Lemak? Pastikan Tidur Malam Anda Nyenyak

Posted: 11 Dec 2011 09:51 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tahukah anda bahwa kualitas tidur malam hari itu tak hanya membawa energi baru dan relaksasi, tetapi juga dapat merangsang kemampuan tubuh untuk membakar lemak.

Menurut pakar kebugaran dan gaya hidup, Christine Fee, istirahat yang cukup akan menghasilkan banyak energi, dan menurunkan berat badan. "ironisnya, banyak orang meremehkan kualitas tidur," ujarnya seperti dikutip She Knows.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh selama kita tidur ? "Tidur sebenarnya dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak.Selama tidur, tubuh memotabolis karbohidrat secara effisien untuk digunakan sebgai sumber energi."

Menurut Christine, kebiasaan tidur yang buruk menciptakan sebuah ketakseimbangan hormon yang membuat kerusakan dalam metabolisme anda.

"Kurang tidur dapat menggangu metabolisme dan menyebabkan lemak yang tersimpan meningkat, dam dampaknya adalah peningkatan berat badan," Ujarnya. "Kurang tidur memicu rasa lapar dan meningkatkan nafsu makan, Meski, tak sering menimbulkan rasa lapar yang emosional,"

Christine mengingatkan pentingnya usaha untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Salah satunya dengan berolah raga. Menurutnya, olah raga meningkatkan kesempatan tidur dengan tenang, dengan menekan hormon stres di dalam tubuh. kondisi ini menyebabkan pembuluh darah untuk tenang, dengan demikian akan menurunkan tekanan darah.

"Semua bentuk olah raga seperti pilates,aerobik, latihan beban atau apapun di dunia ini tak akan menghasilkan dampak besar tanpa adanya kualitas tidur," Kata Christine.

"Itu jika Anda menginginkan tubuh ramping yang sehat."

Full content generated by Get Full RSS.

Relawan MER-C Presentasikan Hasil Penelitian tentang Malaria di AS

Posted: 11 Dec 2011 06:45 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dua relawan medis MER-C, dr Zackya Yahya Setiawan, SpOk (Koordinator MER-C untuk Wilayah Papua/Ketua Divisi Riset MER-C) dan dr Cut Nurul Hafifah bertolak ke Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa (6/12) lalu.

Keberangkatan kali ini bukan dalam rangka misi kemanusiaan, melainkan memenuhi undangan dari American Society of Tropical Medicine & Hygiene (ASTMH) untuk mempresentasikan hasil penelitian tentang malaria yang dilakukan oleh dr Cut Nurul Hafifah.

Penelitiannya yang berjudul "Evaluasi Reaksi Simpang Penggunaan Artemisin-Based Combination Therapy pada Malaria tanpa Komplikasi di Balai Kesehatan Layanan Masyarakat MER-C Timika, Papua" (Evaluation of Adverse Drug Reactions to Artemisin-Based Combination Therapy in a Community Health Clinic in Papua Province, Indonesia) telah terpilih oleh ASTMH untuk dipresentasikan pada acara Pertemuan Tahunan ASTMH yang ke-60.

Nurul merupakan salah satu relawan dokter yang pernah bertugas di Balai Layanan Kesehatan Masyarakat (BLKM) wilayah Timika, Papua. BLKM MER-C di Timika telah beroperasi sejak Februari 2006 atas kerjasama dengan PT BNI 46. Secara berkala MER-C mengirimkan relawan dokter dan perawat untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di Timika.

Selama bertugas di wilayah endemik malaria ini, tepatnya pada September 2010-Maret 2011, Nurul tertarik untuk melakukan penelitian terhadap penggunaan Artemisin-Based Combination Therapy (ACT) per oral. Penggunaan ACT per oral adalah kebijakan yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sejak 2004 untuk mengobati malaria tanpa komplikasi.

Penelitian dilakukan Nurul terhadap pasien malaria tanpa komplikasi yang ditanganinya di BLKM MER-C. "Sejumlah reaksi simpang ditemui dari penggunaan ACT per oral ini dan seringkali mengganggu pasien, bahkan memengaruhi kepatuhan pasien dalam berobat," ungkap dokter lulusan FK UI ini.

"Dengan mengetahui berbagai reaksi simpang ACT yang sering terjadi, diharapkan reaksi simpang tersebut bisa diatasi sehingga meningkatkan kepatuhan pasien berobat dan kesembuhannya," tambahnya.

Nurul merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia  yang mengikuti seminar ASTMH ke-60 tahun ini. Ia mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya pada hari Rabu (7/12), pukul 19.00-22.00 waktu setempat.

Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan yang baik bagi penanganan kasus malaria yang masih menjadi endemik di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Penelitian yang dilakukan Nurul juga diharapkan bisa meningkatkan minat relawan MER-C lainnya terhadap penelitian, seiring dengan telah terbentuknya Divisi Riset MER-C.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan