Isnin, 7 November 2011

KOMPASentertainment

KOMPASentertainment


Maia Tak Tahu "Sepak Terjang" Al di Bawah Pengawasan Dhani

Posted: 08 Nov 2011 03:23 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa hari lalu foto yang memperlihatkan Ahmad Al Ghozali alias Al (14) memegang botol minuman beralkohol jenis bir telah beredar lewat internet. Seiring dengan peredaran foto itu, muncul kabar bahwa Al melakukan hal itu ketika ia mengadakan pesta Halloween di kediaman ibunya, pemusik dan pebisnis musik Maia Estianty, di Pejaten, Jakarta Selatan, akhir Oktober 2011.

Maia, yang ditemui di tempat tinggalnya pada Senin (7/11/2011) malam, mengaku kaget mendengar tentang kelakuan Al dan foto yang beredar tersebut. Apalagi, lanjut Maia, Al mengaku bahwa bukan baru kali pertama ia mengonsumsi minuman beralkohol.       

"Dia bilang mau merayakan Halloween, saya sediakan makanan dan minuman kotak. Saya baru tahu dari media, (kejadian) yang enggak enak. Dia mengaku itu bukan pertama kali mencoba seperti itu," tutur Maia.

Maia juga mengaku, ia telah menegur Al secara keras dan menasihatinya. Maia merasa benar-benar kecolongan dengan kejadian tersebut. "Ketika pesta itu berlangsung, saya sedang enggak ada di tempat," ujarnya.

Menurut Maia, selama ini sang putra sulung berada di bawah pengawasan ayahnya, pemusik dan pebisnis musik Ahmad Dhani, mantan suami Maia. "Al kan jarang ke rumah saya. Saya langsung tanya ke dia, pertama kali di mana mencobanya, karena dia kan tidak ada di bawah pengawasan saya. Saya kan enggak tahu bagaimana dia di bawah pengawasan ayahnya," tuturnya lagi.

Selain menegur keras Al, Maia juga memberinya nasihat agama secara perlahan bahwa yang dilakukan oleh Al itu salah. Kini perempuan 35 tahun tersebut hanya ingin memperhatikan anaknya itu dengan sungguh-sungguh.

Kata pendendang "Pengkhianat Cinta" tersebut, kejujuran Al sudah sangat ia hargai dan Al berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Maia menilai, apa yang dilakukan oleh Al merupakan kenakalan remaja yang beranjak dewasa.

Full content generated by Get Full RSS.

Michael Ada di Ruang Pengadilan...

Posted: 08 Nov 2011 02:45 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com Doktor pribadi Michael Jackson, Conrad Murray, akhirnya dinyatakan bersalah oleh juri di Pengadilan Tinggi Los Angeles terkait kematian "King of Pop" Michael Jackson.

Seusai dibacakan putusan tersebut, pihak aparat langsung memborgol Dr Conrad ke luar ruang sidang untuk kemudian menunggu pembacaan hukumannya pada tanggal 29 November mendatang.

Ahli jantung berusia 58 tahun itu akan menghadapi hukuman penjara selama empat tahun setelah hakim menyatakan bahwa Conrad melakukan pembunuhan tanpa disengaja.

Menanggapi putusan tersebut, Conrad yang mengenakan jas bergaris-garis abu-abu dan dasi biru terlihat bingung dan mencoba menahan emosinya di ruang sidang atas keputusan juri tersebut. Selama dua hari, sepuluh jam para juri itu melakukan musyawarah hingga akhirnya mengeluarkan keputusan tersebut.

Sebelumnya, Hakim Michael Pastor telah menolak banding bagi Conrad yang meminta dibebaskan dengan jaminan selama menunggu pembacaan vonis.

Kakak Jackson, La Toya, sangat histeris mendengarkan putusan tersebut. Ia sempat berteriak saat keputusan dibacakan. Reaksi ini memancing kakaknya, Rebbie, yang berusaha menenangkannya dengan memegang kepala La Toya dengan kedua tangannya.

Sementara Randy duduk bersama 17 anggota keluarga lainnya. Ia tampak mengelus-elus bahu sang ibu, Katherine, yang tak kuasa menahan tangis saat putusan dibacakan.

Di luar pengadilan, ratusan penggemar Jackson bersorak ketika mendengar putusan tersebut. Mereka sempat menyanyikan lagu "Beat It" saat pengendara mobil yang lewat membunyikan klakson mereka.

Sementara yang lainnya membawa poster bertuliskan "bersalah" dan "pembunuh". Hakim Pastor mengatakan, "perilaku sembrono" Murray membuat dia sangat berbahaya bagi masyarakat.

Sambil meninggalkan pengadilan, Jermaine Jackson sempat mengomentari keputusan tersebut. "Keadilan telah dijalankan, meskipun hukuman (4 tahun) itu tidaklah cukup. Michael tetap bersama kami," ujarnya.

Sambil menyeka air matanya, LaToya menambahkan, "Terima kasih Amerika, terima kasih semua orang. Kalian begitu indah. Michael mencintai Anda semua. Dia berada di ruang pengadilan dengan kita, itulah sebabnya keadilan dijalankan," ujarnya haru.

Michael Jackson ditemukan tak bernyawa di rumah mewahnya di Los Angeles pada 25 Juni 2009 dalam usia 50 tahun, sekitar tiga pekan sebelum dijadwalkan memulai serangkaian konser di London, Inggris.

Kematiannya ditetapkan karena kelebihan dosis obat penenang dan obat bius, propofol, yang biasanya digunakan dalam operasi. Dr Conrad Murray mengaku, ia memberi Michael Jackson sedikit dosis propofol untuk membantu penyanyi itu agar bisa tidur.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan