Khamis, 13 Oktober 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Rusia Khawatir Akan Sanksi Uni Eropa ke Iran

Posted: 13 Oct 2011 05:09 AM PDT

MOSKOW - Rusia menyatakan kekhawatirannya atas pemberlakuan sanksi terhadap Iran dan juga Belarus, yang dilakukan oleh Uni Eropa.

Pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri dari 27 negara Uni Eropa melakukan votingnya untuk pelarangan visa dan pembekuan aset terhadap 29 pejabat Iran dan 16 pejabat Belarus. Pemberlakuan sanksi ini ditujukan untuk merespons tindakan penekanan terhadap demonstran yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.

"Tampak adanya sanksi yang bersifat unilateral (sepihak) di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)," ujar juru bicara Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich, seperti dikutip Ria Novosti, Kamis (13/10/2011).

Lukashevich mengatakan, langkah tersebut dinilai akan memberikan efek negatif terhadap situasi politik di kedua negara tersebut.

Rusia juga sangat khawatir akan adanya blok atau pihak-pihak di DK PBB yang mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad.

Belakangan ini, Rusia juga mulai menyatakan sikap tegasnya terhadap Suriah yang sempat dibela olehnya di DK PBB. Rusia sudah menggunakan hak vetonya demi menyelamatkan Suriah dari sanksi DK PBB, dan saat ini Rusia pun menagih janji reformasi yang akan dilakukan oleh Presiden Assad.(rhs)

Full content generated by Get Full RSS.

Malaysia Terancam Akan Terpecah

Posted: 13 Oct 2011 04:12 AM PDT

BANGI - Masalah perpecahan dalam masyarakat saat ini tengah melanda Malaysia. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menilai negaranya akan kehilangan kekuasaan bila rakyatnya tidak bersatu.


Bagi Mahathir, bila masyarakat saat ini terus terpecah ke dalam beberapa faksi berbeda, dengan otomatis akan membentuk kelompok minoritas di Malaysia.


"Kalangan minoritas tidak bisa memiliki kekuasaan dalam bentuk negara demokrasi. Terlebih lagi bila mereka di bawah kendali kalangan mayoritas. Malaysia akan kehilangan kekuasaannya dalam 10 tahun bila tidak bersatu," ucap Mahathir seperti dikutip The Star, Kamis (13/10/2011).


"Rakyat Malaysia harus bersatu dengan didasarkan keyakinan mereka," jelas Mahathir saat membuka seminar yang diadakan oleh Persatuan Kemakmuran Islam Malaysia (Perkim) dan Kamar Dagang Malaysia.


Mahathir yang juga ketua dari Perkim menilai Muslim di Negeri Jiran itu tidak diajarkan mengenai pentingnya kesatuan di saat mereka muda. 


Tokoh politisi ternama Malaysia ini meminta rakyatnya untuk mencari sesuatu dengan gratis. Baginya semua keberhasilan harus diraih lewat kerja keras.


Mahathir juga mendorong warga Muslim Malaysia yang termasuk dalam warga miskin di negara tersebut, untuk bekerja keras agar keuangan mereka tetap stabil.

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen