Isnin, 11 April 2011

detikcom

detikcom


Lian Sempat Ingat Seragam dan Ruang Kerja

Posted: 11 Apr 2011 01:22 PM PDT

Selasa, 12/04/2011 03:22 WIB
Lian Sempat Ingat Seragam dan Ruang Kerja 
E Mei Amelia R - detikNews

Bogor - Linglungnya Lian Febriani (26), CPNS Kementerian Perhubungan sempat membuat sekuriti dan pengurus Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, kebingungan menelusuri identitasnya. Semua jati diri Lian, sudah hilang dari memorinya ketika ditemukan di masjid tersebut pada Jumat (8/4) lalu.

Sekuriti Masjid At-Ta'awwun, Edi Irawan (33) yang perlahan-lahan mengungkap tabir misteri identitas Lian yang saat itu mengaku bernama Maryam. Pikiran Lian, sulit mengembalikan ingatan dirinya ke awal sebelum ditemukan.

"Saya tanya ke dia, apa kamu berseragam sekolah?," kata Edi kepada detikcom di Puncak, Bogor, Senin (11/4/2011).

Lalu, Lian menjawab "Tidak". Kemudian, Edi mencoba bertanya kembali jika Lian adalah seorang pekerja.

"Lalu dia jawab iya," kata Edi.

Edi kemudian membantu mengingatkan Lian. Edi lalu bertanya, seperti apa seragam yang dia kenakan saat bekerja.

"Bajunya biru-biru dan di ruang kerja itu, banyak komputer," kata Edi menirukan Lian.

Namun, Lian tidak mengingat di mana dirinya bekerja. Lian juga tidak mampu mengingat siapa teman-teman sekantornya.

"Nggak tahu, nggak tahu," jawab Lian berulang-ulang kepada Edi.

Belakangan, diketahui jika Lian bekerja di Bagian Tata Usaha, Kementrian Perhubungan di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Hal itu terungkap ketika keluarga Lian datang menjemput ke masjid tersebut pada Minggu (10/4) dini hari.

Saat ditemukan, Lian sudah bercadar dan mengenakan gamis berwarna hitam dan mengaku bernama Maryam. Saat bertemu keluarganya, Lian tidak mengingat satu persatu anggota keluarganya itu.

(mei/lrn)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Melepas Gajah di Sekitar Padang untuk Deteksi Gempa

Posted: 11 Apr 2011 12:13 PM PDT

Selasa, 12/04/2011 02:13 WIB
Melepas Gajah di Sekitar Padang untuk Deteksi Gempa  
Taufik Wijaya - detikNews

Jakarta - Informasi mengenai potensi gempa 8.9 SR yang dapat diikuti tsunami di sepanjang zona patahan Sumatra telah dirilis para ahli gempa Indonesia. Informasi tersebut hendaknya ditindaklanjuti dengan berbagai upaya mitigasi bencana. Salah satunya dengan melepaskan jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam, sebagai natural early warning system.

"Setelah bertemu Dr. Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah untuk mengkaji kemungkinan melepaskan satwa satwa seperti gajah di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, seperti rilis yang dikeluarkan Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Senin (11/04/2011).

Menurut Basroni, keberadaan natural early warning system ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti membangun shelter mini untuk evakuasi, jalur-jalur evakuasi, peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak2 sekolah.‎​

"Apabila gajah dilepaskan di kota Padang dan beberapa daerah di pantai barat Sumatera, tentu tidak di pemukiman padat penduduk,. Juga harus dipastikan bahwa gajah tersebut tidak sampai mengganggu dan meresahkan aktifitas warga. Karena itu, tiap gajah harus didampingi pawang yang cukup," lanjut Basroni.

Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographic  juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Asia tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempatnya berkembang biak.

Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana, pasca gempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu.

"Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora & fauna, patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah Sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana," tegasnya.

(tw/lrn)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen