Isnin, 21 Februari 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


"In Indonesia Corruption Includes The Table"

Posted: 21 Feb 2011 11:13 PM PST

JAKARTA - Maraknya kasus korupsi yang bergulir di Indonesia sudah pada taraf memprihatinkan. Korupsi di negeri ini bisa diibaratkan penyakit kanker stadium akhir. Demikian disampaikan pengamat hukum Universitas Airlangga Surabaya, JE Sahetapy.

"Saya pernah baca bahwa in India corruption is under the table, in China corruption is above the table, in Indonesia corruption includes the table," ujar Sahetapy dalam acara simposium dengan Dewan Guru Besar Universitas Indonesia bertema Hukum dan Keadilan di Indonesia di Financial Hall Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (22/2/2011).

Dia mengatakan, korupsi sudah menjadi bahaya laten yang harus diperangi bersama-sama secara sinergis. Perlu ketegasan diterapkan oleh para aparat penegak hukum tanpa ada diskriminasi alias tebang pilih.

"Memutus perkara di pengadilan sejak Orde Baru sudah saya kritik yaitu memutus dengan demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kemunafikan yang bejat kalau putusan itu tidak benar, tidak jujur dan tidak adil. Sebaiknya cukup dengan mengatakan: memutuskan demi Pancasila apalagi Pancasila jangan dipreteli," tegasnya.(ful)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Anas: Pernyataan Dipo Alam Hanya Guyonan

Posted: 21 Feb 2011 11:11 PM PST

SURABAYA - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menganggap, pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam tentang seruan boikot media agar tidak ditanggapi serius.
 
"Pernyataan Pak Dipo itu hanya guyonan," kata Anas Urbaningrum usai menjadi pembicara dalam acara peringatan hari ulang tahun ke-88 Nahdlatul Ulama di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (22/2/2011).
 
Pernyataan Dipo Alam ternyata tidak ditanggapi sebagai hal yang serius oleh para petinggi negeri ini. Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar yang juga pemilik TV One, Aburizal Bakrie, malah mengaku belum mengetahui pernyataan Dipo Alam.
 
"Saya malah belum tahu, ngomong apa dia," celetuk Ical di acara yang sama.
 
Sebagaimana diketahui, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengeluarkan perintah agar jajaran pemerintah memboikot media massa yang terus-menerus mengkritisi pemerintah dan merepetisi gambar-gambar kerusuhan dengan narasi Indonesia sedang menuju negara gagal. Dia menegaskan siap menghadapi media-media yang tak henti-hentinya menjelekkan pemerintah.
 
"Pokoknya saya katakan kalau mereka tiap menit menjelekkan terus, kebakaranlah. Ga usah pasang. Saya akan hadapi itu. Toh yang punya uang itu pemerintah. Enggak usah pasang iklan di situ," katanya kepada wartawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin kemarin.
(teb)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan