Jumaat, 21 Jun 2013

Republika Online

Republika Online


Kantor Pos Bogor Salurkan BLSM Tahap Pertama

Posted: 21 Jun 2013 11:09 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Kantor Pos Juanda Bogor mulai menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat tahap pertama bagi warga tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Hari ini ada tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah yang menerima BLSM yakni Kelurahan Sempur, Babakan dan Pabaton," kata Kepala Kantor Pos Bogor Dody Haryanto saat ditemui di lokasi pemberian BLSM, Sabtu (22/6).

Dody menyebutkan, penyalurkan BLSM tahap pertama ini dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan batas waktu maksimal pukul 17.00 WIB. Penyaluran dijadwal perkelurahan untuk mencegah antrean para penerima BLSM.

Hingga pukul 11.30 WIB sekitar 500 RTS dari tiga kelurahan tersebut telah mendatangi kantor pos untuk menerima uang BLSM senilai Rp300.000. "BLSM ini dibayarkan untuk dua bulan, satu bulan Rp150.000 jadi total penerimaan tahap pertama ini Rp300.000 per RTS," katanya.

Dody menyebutkan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh penerima BLSM sebelum menerima uang tunai. Penerima harus menunjukkan kartu tanda penduduk asli beserta kartu penerima BLSM.

Setelah membawa kartu tersebut, peserta dipersilahkan untuk registrasi, selanjutnya peserta dipersilahkan untuk menunggu sembari dipanggil namanya untuk mengambil uang tunai.

Sementara itu, Manajer Jasa Keuangan Area Jabodetabek Banten, Awan Rusniawan, menyebutkan untuk wilayah Bogor jumlah penerima BLSM sebanyak 39.0002 RTS. "Penyaluran akan dilakukan secara bertahap. Selain membagikan dana BLSM kita juga menyalurkan kartu BLSM ke masing-masing warga yang ada di Bogor," katanya.

Ia mengatakan, saat ini sekitar 30 persen kartu BLSM telah disalurkan ke sejumlah masyarakat penerima BLSM. Kartu akan terus dibagikan secara bertahap kepada seluruh RTS.

Bayi Tewas Dalam Tempayan Dibunuh Ibunya Sendiri

Posted: 21 Jun 2013 10:45 PM PDT

Saturday, 22 June 2013, 12:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT--Kasus kematian bayi berusia 43 tahun, Faby Setiawan, bertemu titik terang. Tim penyidik telah menemukan siapa dalang di balik tewasnya balita yang ditemukan di dalam tempayan ini.

"Saat ini pelaku di balik tewasnya FS sudah diamankan. Pelakunya tak lain adalah ibunya sendiri," ujar Kepala Sub-Direktorat (Kasubdit) Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Konisaris Besar Polisi (AKBP) Herry Heryawan pada Republika,  Sabtu (22/6).

Dia menyampaikan tersangka saat ini tengah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan guna penyelidikan lebih lanjut. Penangkapan tersangka tersebut, imbuhnya, dari hasil pengembangan mengenai adanya sms ancaman sebelum FS ditemukan tewas

Dalam pesan singkat itu, si pengirim SMS misterius menyatakan bahwa korban telah meninggal."Mati Juga kan kebukti kan omongan gw, gw ga pernah main main bukan umi gue yg mati, tapi anak ade lo".

"Motif tersangka hingga tega melakukan perbuatan tersebut dikarenakan sakit hati," ungkapnya. Dia memaparkan, Dewi Sartika (22 tahun) merasa sakit hati oleh ejekan keluarganya.

"Tersangka DS yang tak lain ibu korban ini diketahui bahwa bayinya tersebut hasil dari hubungan di luar nikah. Alhasil, keluarganya kerap mengejek DS karena melahirkan FS. Atas dasar inilah FS dihabisi oleh DS," pungkasnya.

Reporter : irfan abdurrahmat
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan