Isnin, 1 April 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Aljazair dukung upaya dorong dialog di dalam Suriah

Posted: 01 Apr 2013 06:53 PM PDT

Aljiers (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Aljazair, Mourad Medelci, mendukung upaya semua pihak di Suriah guna mendorong dialog dan menghentikan konflik yang berlangsung.

Medelci mengeluarkan pernyataan tersebut dalam taklimat bersama dengan timpalannya dari Bahrain, Sheikh Khaled bin Ahmed bin Mohammed Al Khalifa, di ibu kota Aljazair, Aljiers, Senin. Demikian laporan kantor berita resmi Aljazair, APS.

"Kami tidak menghadapi masalah baik dengan oposisi Suriah maupun dengan Pemerintah Suriah. Kami mendukung setiap upaya yang muncul dari dalam Suriah sehingga senjata memberi jalan bagi dialog." kata Medelci sebagaimana dikutip Xinhua.

Sementara itu Menlu Bahrain mengatakan Bahrain percaya dialog adalah satu-satunya penyelesaian bagi krisis di Suriah.

Kunjungan Syeikh Khaled tersebut merupakan kunjungan dua-hari ke Aljazair.

(C003)

Caroline Kennedy diincar jadi Dubes Jepang

Posted: 01 Apr 2013 06:34 PM PDT

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama hampir dipastikan memilih Caroline Kennedy, putri Presiden John F Kennedy, untuk menduduki posisi tinggi sebagai duta besar AS di Jepang, demikian laporan, Senin.

Caroline Kennedy (55), yang menjadi pendukung utama kampanye awal obama pada 2008 --yang berhasil mengalahkan Hillary Clinton, sudah lama disebut-sebut bakal ditempatkan di Tokyo.

Kini Caroline sedang menjalani tahap awal proses pemilihan, kata seorang petugas kepada AFP.

Pada Senin pagi (waktu AS), dua surat kabar utama The Washington Post dan New York Times melaporkan Caroline secara aktif sedang diperiksa kelayakannya untuk penunjukan tersebut.

Caroline Kennedy akan pantas memenuhi tradisi kepresidenan dalam memilih tokoh yang menjadi wakil AS di Jepang sebagai sekutu penting negara tersebut.

Calon lain adalah mantan wakil presiden Walter Mondale dan mantan senator Mike Mansfield serta Howard Baker.

Namun ia juga harus menduduki pos baru itu pada saat suasana diplomatik menghadapi masalah besar berupa ancaman ganas Korea Utara terhadap AS dan mitra-mitra penting di kawasan tersebut.

Krisis tersebut telah menyebabkan para pengamat politik di Washington mendesak agar Caroline Kennedy diabaikan untuk mencari diplomat yang lebih berpengalaman.

Peluang Caroline mungkin akan tinggi melalui Menteri Luar Negeri, John Kerry, yang dikenal dekat dengan paman Caroline, mendiang senator Edward Kennedy.

Gedung Putih dan Kementerian Dalam Negeri tidak bersedia memberi komentar mengenai kemungkinan Caroline menjadi dubes di Jepang tetapi juga tidak memberi sanggahan

Politik dan pelayanan masyarakat sudah mengalir dalam darah Caroline Kennedy; ia sudah lama menentang berperan dalam masyarakat seperti ayahnya, saudaranya Robert F. Kennedy dan Edward Kennedy maupun keturunan lain dari keluarga itu.

Pada akhir 2008 dan awal 2009 ia mulai menimbang-nimbang untuk menduduki kursi Senat di New York sebagai wakil dari Partai Demokrat, untuk menggantikan tempat yang ditinggalkan Hillary Clinton --yang ditunjuk sebagai menteri luar negeri AS dalam masa kepresidenan Obama yang pertama.

Si kaya raya Caroline Kennedy didepak dari pemilihan oleh kekejaman politik yang menuduhnya melakukan penipuan dan tidak memiliki apa-apa kecuali hanya nama keluarga sebagai kualifikasi dalam pemilihan di New York.

Banyak warga AS mengenang Caroline sebagai gadis kecil dalam pemakaman ayahnya tahun 1963 di Makam Arlington dan ia membuat sensasi yang menggeramkan lingkungan pendukung Clinton pada 2008 karena meninggalkan kehidupan pribadinya untuk menjadi pendukung Obama.

Dalam kolom di New York Time yang berjudul "Seorang Presiden Seperti Ayah Saya", Caroline menulis bahwa ia belum pernah melihat seorang presiden yang cocok dengan apa yang masih dibicarakan orang mengenai JFK.

Kini, katanya, "saya yakin telah menemukannya, orang yang akan bisa menjadi presiden seperti itu."

Jika ia terpilih dan disetujui Senat, Caroline Kennedy akan menggantikan dubes yang sekarang, John Roos, mantan penyandang dana kampanye Obama.

Tiada ulasan:

Catat Komen