Isnin, 10 September 2012

Sindikasi lifestyle.okezone.com

Sindikasi lifestyle.okezone.com


Raih Kenikmatan Orgasme Lewat French Kiss

Posted: 10 Sep 2012 10:03 AM PDT

INGIN meraih kenikmatan orgasme? Tak ada salahnya untuk mencobanya lewat French kiss.
 
Bercinta merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh pasangan suami-istri. Salah satu indikator kenikmatan dari bercinta ialah saat Anda mencapai orgasme. Sesungguhnya ada beragam cara yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak kenikmatan tersebut, salah satu di antaranya ialah dengan French kiss.
 
Mengapa French kiss? Sebab bibir wanita merupakan salah satu bagian yang paling sensitif. Oleh karena itu, penting bagi pria untuk meninggalkan kesan seksi, erotis, dan tahan lama pada wanita. 
 
Berikut ini merupakan kiat mendapatkan kenikmatan lewat French kiss, sebagaimana dilansir Askmen.

Posisi tangan
 
Sentuhlah wajahnya dengan lembut saat Anda mencumbunya. Posisi tangan juga merupakan hal yang penting saat Anda menciumnya.
 
Anda juga dapat membelai rambutnya atau menyentuh tulang rangka, yang terletak di bagian bawah dadanya untuk memberi sensasi yang berbeda.
 
Perhatikan apa yang dia mau
 
Terkadang, saat berciuman ada beberapa kesalahan yang dapat membuat wanita menjadi hilang selera. Perhatikanlah bagaimana tingkahnya saat bercumbu dengan Anda, sebab bisa jadi hal itulah yang ingin dia dapatkan dari Anda.
 
Kendalikan mulutnya
 
Saat menciumnya, peganglah wajahnya dengan tangan Anda dan cumbulah ia sebagaimana Anda ingin dicium. Bila gaya Anda yang memegang kendali tak di
(tty)

Eksplorasi Polkadot Louis Vuitton

Posted: 10 Sep 2012 06:09 AM PDT

RUMAH mode Prancis Louis Vuitton mengeksplorasi dunia polkadot bersama seniman kenamaan asal Jepang, Yayoi Kusuma, yang tertuang dalam ragam koleksi busana, aksesori, juga pop-up store di enam kota.
 
Louis Vuitton memang telah lama punya affair dengan seni. Malah, kesetiaan Louis Vuitton dengan seni bisa ditelusuri hingga 155 tahun ke belakang. "Dari semua luxury modern brand, Louis Vuitton dapat mengklaim dirinya sebagai label yang selalu memelihara kekayaan dan keragaman kolaborasi fashion dan seni karena hal itu berkaitan dengan tradisi yang telah dipegang Louis Vuitton sejak pertama didirikan," ujar Direktur Kreatif Louis Vuitton Marc Jacobs.

Sejak didirikan pada 1854, kedekatan Louis Vuitton dengan seni membawa tradisi tersendiri bagi rumah mode kenamaan tersebut. Menggabungkan elegansi Prancis dengan art de vivreatau semangat seni, Louis Vuitton selalu berkolaborasi dengan seniman-seniman terbaik di bidangnya. Ketika Jacobs bergabung dengan Louis Vuitton pada 1997, hubungan tersebut terjalin kian mesra. Jacobs berkolaborasi dengan para seniman kenamaan dunia, mulai Stephen Sprouse, Takashi Murakami, Richard Prince,dan kini Yayoi Kusuma.

Bersama Kusuma, Jacobs mengeksplorasi dunia penuh titik, yang memang menjadi kekuatan seni dari seniman legendaris Jepang tersebut. Kusuma sendiri menjadikan titik sebagai pusat kreasi seninya. "Saya melihat diri saya sendiri sebagai sebuah titik di antara jutaan titik lainnya," kata Kusuma, yang telah mengeksplorasi polkadot selama enam dekade. Bagi Kusuma sendiri, kolaborasinya dengan Louis Vuitton memberinya kesempatan untuk menyebarkan "dunia titik"-nya yang mengandung pesan moral, love forever.

Adapun kolaborasi Jacobs dan Kusuma tertuang dalam beragam karya, mulai koleksi ready to wear, aksesori seperti tas tangan, sepatu, perhiasan, pernak-pernik, hingga jam tangan. Tidak berhenti sampai di situ, kolaborasi tersebut juga diperluas dengan keterlibatan Kusuma dalam dekorasi toko-toko pop up Louis Vuitton di enam kota, yang berlokasi di New York, Hong Kong, Singapura, Tokyo, Paris, dan London. Tidak seperti butik-butik Louis Vuitton lainnya yang meneriakkan kata mewah, pop up store hasil kerja sama dengan Kusuma justru menonjolkan sisi playful Louis Vuitton, yang tentu saja tertuang dalam berbagai definisi polkadot.

Masing-masing toko tersebut akan berdiri selama periode berbeda mulai Juli hingga Oktober mendatang. Di Asia, pop up store Louis Vuitton-Yayoi Kusuma dibuka mulai Juli hingga November, dengan jadwal terlama di Ngee Ann City, Singapura. Kerja sama antara Louis Vuitton dan Yayoi Kusuma sekaligus merupakan perayaan pameran retrospeksi karya seni Kusuma selama 60 tahun, yang dihelat di Whitney Museum, NewYork, setelah sebelumnya berkeliling bersama Tate Museum ke Madrid, Paris, dan London. Kedua pameran tersebut disponsori penuh oleh Louis Vuitton.

Pembukaan pameran yang dihelat hingga Minggu (30/9) tersebut dihadiri ratusan selebriti, desainer, juga fashionista, seperti Sofia Coppola, Diane Kruger, Joshua Jackson, Dianna Agron, Scott Campbell, Martha Stewart, juga desainer favorit Michelle Obama, Isabel Toledo.
 
Gairah seni Louis Vuitton juga dipertunjukkan tahun lalu melalui pameran A Passion for Creation yang menampilkan hasil kolaborasi Jacobs dengan para seniman. Diselenggarakan oleh Hong Kong Museum of Art dan dengan kolaborasi Konsulat Jenderal Prancis di Hong Kong dan Macau, pameran yang berlangsung sejak Mei lalu itu sekaligus mempertunjukkan sejarah panjang Louis Vuitton dan asosiasinya dalam dunia seni.

"Seni dan Louis Vuitton merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya bahkan saling menginspirasi dan menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Louis Vuitton bisa melewati batas-batas seni dan fashion, lebih dari yang pernah dilakukan label-label lain. Dan pameran ini merupakan sebuah undangan bagi masyarakat untuk melihat dan menemukan petualangan artistik Louis Vuitton," ujar Hervé Mikaeloff, kurator pameran. Adapun pameran tersebut terdiri atas dua bagian. Masing-masing memperlihatkan aspek yang berbeda dari proyek dan kegiatan yang dilakukan Louis Vuitton, tentu dalam kerangka seni yang berbeda juga.
(tty)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan