Sabtu, 12 Mei 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Massa yang "marah" turun ke jalanan Spanyol

Posted: 12 May 2012 08:48 PM PDT

Madrid (ANTARA News) - Massa yang meneriakkan "kemarahan" turun ke jalan-jalan di seluruh Spanyol, Sabtu (12/5) waktu setempat, menunjukkan satu tahun kekuatan luar biasa setelah tersulutnya protes global yang menentang ketidakadilan ekonomi.

Puluhan ribu orang berkumpul di lapangan Puerta del Sol di Madrid tengah, tempat lahir gerakan guna menentang ketidakadilan, meroketnya jumlah pengangguran yang meroket dan pemotongan anggaran yang mengguncang lembaga politik.

Banyak pemrotes ikut dalam pawai ke lapangan yang berlangsung selama berjam-jam dalam kelompok terpisah dari semua arah, membangkang peringatan resmi bahwa mereka harus bubar setelah pukul 23.00 waktu setempat (Ahad, 03.00 WIB), demikian laporan Kantor Berita AFP.

Tepat tengah malam, sebagaimana dijanjikan, mereka mengangkat senjata ke udara dan mengheningkan cipta sebelum berteriak," Ya, kita bisa, ya kita bisa." Itu merupakan tanda pembangkangan.

Pada Ahad dinihari, beberapa ribu pemrotes tetap bertahan di lapangan itu, dikelilingi banyak mobil polisi yang diparkir di jalan-jalan di dekat mereka.

Polisi Madrid memperkirakan 30.000 orang ikut dalam aksi protes sepanjang Sabtu (12/5). Polisi juga memperkirakan ada sekitar 45.000 pemrotes di Barcelona, kota besar kedua Spanyol. Sementara menurut penyelenggara jumlahnya 220.000.

Pawai yang diselenggarakan di 80 kota besar dan kecil di seluruh Spanyol ditujukan untuk melancarkan protes empat-hari yang akan berakhir pada 15 Mei, peringatan kelahiran gerakan itu yang dinamai 15-M.

"Kami tak pernah berhenti . Bukannya kembali, tapi kami tak pernah pergi," kata seorang perawat berusia 25 tahun di Barcelona yang berencana berkemah pada Sabtu malam di lapangan tersebut.

Balai Kota Barcelola pun tampaknya siap menerima pemrotes berkemah untuk masa terbatas. Namun pemerintah di Madrid berkeras takkan mengizinkan terulangnya aksi berkemah yang berlangsung satu bulan tahun lalu di Puerta del Sol.

Pemerintah konservatif Spanyol telah mengeluarkan izin bagi "pemrotes yang marah" untuk menggunakan Puerat del Sol untuk pertemuan selama lima jam pada Sabtu dan selama 10 jam masing-masing selama tiga hari berikutnya. 

Namun Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria mengatakan pemerintah akan memastikan jam yang ditentukan dipatuhi.(C003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Dubes Bulgaria lolos dari penculikan di Yaman

Posted: 12 May 2012 08:25 PM PDT

Tiga pria bersenjata berupaya untuk menculik dia dari mobilnya

Berita Terkait

Sanaa (ANTARA News) - Duta Besar Bulgaria untuk Yaman lolos dengan luka ringan pada Sabtu, setelah orang-orang bersenjata bertopeng menembaki mobilnya di ibu kota Sanaa dan berusaha menculiknya, kata seorang diplomat Barat.

"Dia bersama istrinya ketika mereka diserang. Tiga pria bersenjata berupaya untuk menculik dia dari mobilnya. Ketika ia menolak dan mengusir mereka, mereka melepaskan tembakan ke kendaraannya. Dia terluka di matanya akibat pecahan kaca," kata diplomat itu seperti dikutip Reuters.

Duta besar Bulgaria dan istrinya melarikan diri dengan berlari ke pusat perbelanjaan terdekat, kata saksi.

Pasukan keamanan Yaman tiba tak lama setelah itu.

Diplomat Barat itu mengatakan bahwa duta besar Bulgaria bepergian tanpa disertai pengawal.

"Kami tidak tahu apakah mereka orang-orang suku yang hanya melihat pelat mobil diplomatiknya atau gerilyawan Al Qaida yang telah merencanakan menculiknya untuk tebusan," kata diplomat itu.

Penculikan orang asing dan orang Yaman biasa terjadi di negara Jazirah Arab yang miskin itu, di mana sandera sering digunakan oleh suku yang tidak puas untuk mengajukan tuntutan pada pihak berwenang.

Seorang diplomat Saudi diculik pada Maret oleh gerilyawan terkait Al Qaida di selatan Yaman, dan para pejabat Saudi mengatakan tuntutan kelompok termasuk pembebasan rekan-rekan mereka yang ditahan di Arab Saudi. Ia belum dibebaskan.
(H-AK) 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan