Selasa, 24 April 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Menlu Hungaria : integrasi itu rumit

Posted: 24 Apr 2012 07:20 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Hungaria Janos Martonyi mengatakan integrasi yang terjadi di suatu kawasan itu rumit dan memerlukan waktu yang lama.

"Seperti yang terjadi di kawasan Eropa. Integrasi yang terjadi sudah berlangsung sejak 60 tahun yang lalu dan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat," kata Janos saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa program studi hubungan internasional di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa integrasi yang terjadi di Eropa dimulai dari pasar bersama, mata uang, dan politik. Menurut dia, integrasi bukanlah hal yang mudah karena harus menyatukan berbagai perbedaan yang ada di setiap negara anggota.

"Meskipun demikian, integrasi memiliki arti penting dalam menghadapi tantangan global," tambahnya.

Dengan adanya, integrasi setiap negara anggota akan semakin bersaing untuk meningkatkan perekonomian maupun taraf hidup di negaranya.

"Namun, jika terjadi masalah di suatu negara seperti yang dialami Uni Eropa dengan krisis keuangannya, maka yang yang perlu dilakukan adalah meningkatkan integrasi antarpenduduk di kawasan itu. Bersama-sama mengatasi kesulitannya," katanya.

Ia memandang integrasi kawasan Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung pada tahun 2015 sebagai hal yang positif meskipun banyak terdapat perbedaan, baik budaya maupun ekonomi di sejumlah negara-negara anggota.

Ini merupakan kunjungan kerja pertama Janos ke Indonesia. Pada siangnya, Janos bertemu dengan Menlu Marty Natalegawa dan melakukan ratifikasi perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik antara Hongaria dan Indonesia.

Hungaria adalah negara yang terletak di Eropa Timur dan tergabung dalam Uni Eropa. Hungaria juga terkena dampak krisis keuangan yang melanda sejumlah negara di kawasan Eropa dan telah melakukan berbagai upaya penghematan anggaran.
(T.I025/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

DPR dukung pemberantasan korupsi oleh KPK

Posted: 24 Apr 2012 06:42 AM PDT

Pekanbaru (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Utut Adianto atas nama lembaganya mendukung upaya pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Intinya DPR sangat mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK," kata Utut disela kunjungan kerja (kunker) ke Pekanbaru, Riau, Selasa.

Utut datang ke Pekanbaru bersama seluruh anggota Komisi-X DPR RI termasuk Jamal Mirdad dan Komar yang juga merupakan artis dan aktor ternama Tanah Air.

Kunker anggota Komisi-X DPR RI tersebut disambut baik oleh kalangan pejabat eksekutif Provinsi Riau, termasuk Wakil Gubernur Riau Haji Mambang Mit.

Utut berpandangan saat ini berbagai kasus korupsi di Tanah Air memang sudah sangat menkhawatirkan.

"Jadi kami memang mendukung adanya upaya penegakan hukum terkait hal itu," katanya.

Namun disinggung soal dugaan kasus gratifikasi revisi Peraturan Daerah (Perda) No.6/2010 tentang Penambahan Anggaran Arena (Venue) Menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 Provinsi Riau, Utut memilih untuk bungkam.

"Soal itu saya tidak berkomentar," katanya.

Pada kasus gratifikasi yang dimaksud, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, dua diantaranya, yaki FA dan MD merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau.

Sementara dua lainnya yakni DE selaku pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau serta R merupakan staf PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Empat tersangka itu saat ini juga telah di tahan terpisah di Jakarta guna optimalisasi penyidikan kasus.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, sejauh ini belum ada penambahan tersangka.

"Tersangkanya masih empat orang itu. Sejauh ini belum ada penambahan tersangka," katanya.

Johan menjelaskan, keempat tersangka itu juga terus menjalani pemeriksaan berkala secara maraton.

"Kemungkinan juga akan diperiksa Gubernur Riau Rusli Zainal dan Kepala Dispora Riau Lukman Abbas," katanya.
(T.KR-FZR/M027) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen