Isnin, 23 April 2012

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Pertamina tanam 100 juta pohon

Posted: 23 Apr 2012 07:34 PM PDT

Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) mencanangkan penanaman 100 juta pohon secara bertahap di seluruh Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Kami mempunyai program yang cukup besar dari 2011 sampai 2015 mendatang bernama `Program Pertamina Sobat Bumi`. Di antara program tersebut, kami memasang target penanaman 100 juta pohon di seluruh Indonesia," kata Corporate Secretary Pertamina Mochamad Harun dalam acara Corporate Social Responsibility (CSR) Lecture Series 2012 di Jakarta, Senin.

Menurut Harun, program tersebut bukan hanya sebatas menanam pohon saja, tetapi juga termasuk merawat secara sungguh-sungguh hingga akhirnya dapat menginspirasi masyarakat untuk mencintai pola hidup peduli lingkungan.

"Dengan penerapan perilaku-perilaku yang lebih ramah terhadap lingkungan atau green living, diharapkan mampu memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat," kata Harun.

Harun menuturkan program penanaman 100 juta pohon merupakan aktivitas menabung pohon untuk kepentingan pengurangan emisi karbon dan peningkatan kesejahteraan yang dilaksanakan melalui skema kemitraan, baik di dalam maupun di luar wilayah area Pertamina.

"Pertamina sebagai perusahaan energi memiliki tuntutan untuk menekan emisi di Indonesia serendah mungkin. Untuk itu, dari segi lingkungan, program penanaman 100 juta pohon ini merupakan bentuk tanggung jawab kami terhadap alam," kata Harun.

Model pelaksanaan program tersebut, lanjut Harun, terbagi menjadi dua macam, yaitu model konservasi menghasilkan oksigen untuk dunia dan model peningkatan kesejahteraan.

"Target jumlah pohon yang ditanam berbeda-beda setiap tahunnya, yaitu satu juta pohon (2011), empat juta pohon (2012), 15 juta pohon (2013), 30 juta pohon (2014) dan 50 juta pohon (2015)," kata Harun.

Harun juga mengatakan proyeksi penanaman pohon pada 2011 mampu menyerap hingga tiga juta ton karbon, dan akan meningkat 100 kali lipat pada 2015 mencapai 311 juta ton karbon per tahun.

Beberapa implementasi yang sudah dilaksanakan dari program tersebut, sambung Harun, antara lain pembuatan kawasan Greenbelt di Cilacap, penghijauan di Bandara Juanda (Surabaya), penanaman pohon Mangrove di Bandara Soekarno-Hatta serta penghijauan di wilayah bekas letusan Merapi.

"Tidak hanya itu, di Gili Trawangan kami juga mengembangkan suatu konsep terumbu karang fast growing. Mirip seperti implan, tetapi kami buat agar bisa tumbuh sepuluh kali lebih cepat daripada proses alami," kata Harun.

Harun menambahkan, selain penanaman 100 juta pohon, Program Pertamina Sobat Bumi lainnya terdiri dari pendistribusian ribuan biopori, program Coastal Clean Up (untuk lingkungan pantai) dan peningkatan budaya hemat energi bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui pendistribusian lebih dari 1.500 sepeda untuk dipinjamkan secara bergulir kepada siswa.
(R027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Suriah keluar dari krisis lebih kuat

Posted: 23 Apr 2012 07:21 PM PDT

Warga membawa jenazah sejumlah pria, yang oleh aktivis dikatakan sebagai korban kekerasan tentara pemerintah Suriah di desa Taftanaz, sebelah timur Idlib, Kamis (5/4). Gamabr diambil pada hari Kamis (5/4). (REUTERS/Shaam News Network/Handout)

Berita Terkait

Damaskus (ANTARA News) - Menteri Dalam Negeri Suriah Mohammad Nidal ash-Shaar menegaskan negaranya akan memulihkan kestabilan dan akan keluar dari krisis saat ini dalam keadaan lebih kuat daripada sebelumnya, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA, Senin.

Selain itu Mohammad ash-Shaar  menyampaikan kembali dugaan pemerintah bahwa kelompok bersenjata didukung komplotan asing berada di belakang kerusuhan satu tahun di Suriah.

Ia menekankan pentingnya kesediaan penuh guna "menangkal tangan jahat mengganggu kestabilan dan keamanan negara".

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Fayssal Mikdad, Senin, juga menggarisbawahi komitmen penuh pemerintah bagi rencana enam pasal yang diajukan oleh utusan internasional untuk Suriah, Kofi Anna, kata SANA.

Mikdad mengeluarkan pernyataan tersebut selama pertemuannya dengan delegasi media asing.

Ia menyatakan "kelompok teroris bersenjata" dan negara yang mendukung mereka belum mematuhi rencana dukungan PBB, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Selasa.

Mikdad juga menegaskan pentingnya dialog nasional dan menyatakan itu adalah satu-satunya cara mengatasi krisis 13 bulan di Suriah.

Suriah telah menerima baik gencatan senjata dukungan PBB yang bertujuan menyelesaikan krisisnya secara politik, dan satu tim pendahulu pengamat internasional tiba di Suriah pekan lalu guna memantau gencatan senjata yang rapuh.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan