Jumaat, 24 Februari 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Pakistan Berharap Komisi HAM OKI Transparan

Posted: 24 Feb 2012 02:05 PM PST

JAKARTA - Komisioner Pakistan untuk Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam (OKI) Duta Besar Abdul Wahab berharap, Komisi HAM OKI akan berlaku transparan dan akuntabel.

"Kami harap, Komisi HAM OKI akan bekerja secara transparan dan akuntabel. Komisi HAM OKI tidak hanya akan bertindak sebagai lembaga penasihat HAM bagi Dewan Menteri Luar Negeri OKI, namun, kami juga akan menerima saran dan masukan yang baik dari pemerintah negara-negara anggota OKI maupun masyarakat sipi," ujar Duta Besar Abdul Wahab, pada penutupan pertemuan Komisi HAM OKI, di Hotel Aryaduta, Jumat (24/2/2012).

Menurut Wakil Direktur Human Right Working Group Chairul Anam, terbentuknya Komisi HAM OKI akan merupakan suatu terobosan yang cukup baik untuk mempromosikan HAM di negara-negara Islam. Anam bahkan mengatakan, peristiwa seperti Arab Spring akan menjadi dorongan bagi kesuksesan promosi HAM di negara anggota OKI. 

"Komisi HAM OKI adalah sebuah terobosan penting bagi negara Islam yang semula menganggap HAM adalah produk dari Barat," ujar Anam.

Anam pun ikut menambahkan, Komisi HAM OKI akan sangat berperan untuk menjadi instrumen yang akan mengurus isu-isu seperti kasus buruh migran Indonesia di sejumlah negara-negara Arab.

"Selama ini, kita sendiri belum memiliki mekanisme untuk mengurus masalah buruh migran dengan sejumlah negara-negara Arab. Saya rasa Komisi HAM OKI akan menjadi satu alat untuk membahas masalah krusial itu," tambah Anam.

(AUL)

Krisis Suriah Jadi Topik Panas di Komisi HAM OKI

Posted: 24 Feb 2012 02:01 PM PST

JAKARTA - Dalam penutupan pertemuan Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam (OKI), Komisioner dari Mesir dan Turki tampak menyuarakan kekhawatirannya terhadap kekerasan di Suriah.

"Apa yang terjadi di Suriah, adalah peristiwa yang cukup mengganggu. Kami sadar akan adanya pelanggaran HAM di negara tersebut dan juga pertumpahan darah," ujar Komisioner Mesir, dalam penutupan pertemuan Komisi HAM OKI, di Hotel Aryaduta, Jumat (24/2/2012).

Komisioner Turki pun mengutarakan pernyataan yang sama dengan Mesir tentang Suriah dan berharap agar pertumpahan di salah satu negara Arab itu berakhir secepat mungkin.

Dalam penutupan pertemuan itu, seorang diplomat Mesir juga menyuarakan dukungannya terhadap Komisi HAM OKI. Dirinya juga tampak menjelaskan sedikit mengenai kesinambungan antara nilai-nilai HAM dan Islam. Seperti halnya Islam harus menghormati satu sama lain, prinsip non-diskriminasi yang ada di Deklarasi HAM PBB.

Mesir juga meminta agar Komisi HAM OKI meningkatkan kewaspadaannya terhadap isu-isu HAM lainnya seperti okupasi ilegal yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat serta Yerusallem Timur. Mesir menganggap hal itu tidak hanya merupakan pelanggaran hak sosial, ekonomi, dan politik, namun juga hak mendapatkan kemerdekaan dan hak menentukan nasib sendiri.

Diplomat Mesir itu menegaskan bahwa saat ini, Mesir tengah memusatkan navigasinya untuk menuju Mesir yang baru, yang menegakkan HAM.

Menurut Komisioner Indonesia Siti Ruhaini Dzuhayatin, isu Suriah masih menjadi pokok pembahasan oleh sejumlah komisioner pada pertemuan Komisi HAM OKI. Komisi HAM OKI juga akan tetap memusatkan perhatiannya terhadap isu kemanusiaan di Suriah.

(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan